SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Transisi Energi Gagal, Kaltim Makin Kecanduan Energi Fosil

AdminSirana2 by AdminSirana2
16 November 2025
in Ceritarana
0
Dok: XR Kaltim Bunga Terung

Dok: XR Kaltim Bunga Terung

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Sementara Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP 30) berlangsung di Belém, Brasil, dengan agenda utama membahas transisi energi dan perdagangan karbon, realitas di lapangan, khususnya di Kalimantan Timur, justru menunjukkan kontradiksi yang tajam. Delegasi Indonesia yang berjumlah 450 orang dan dipimpin langsung oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusuma, berkomitmen untuk mempercepat transisi energi dengan fokus pada pengembangan energi terbarukan. Namun, fakta di tanah air, terutama di jantung penghasil batubara Indonesia, justru menggambarkan kegagalan dalam melepaskan diri dari kecanduan energi fosil.

Secara konsep, transisi energi adalah proses perubahan dari sumber energi fosil ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Akan tetapi, dalam praktiknya, proyek senilai $25-30 miliar USD (sekitar Rp 350-420 triliun) hingga 2030 ini dinilai gagal menghentikan ketergantungan pada batubara. Alih-alih mendorong kelestarian, proyek transisi energi justru kerap dijadikan pembenaran untuk kegiatan yang merusak lingkungan. Hutan terus dihancurkan untuk membangun proyek-proyek energi terbarukan, seperti tambang dan pembangkit listrik untuk baterai kendaraan listrik, serta pembangkit listrik tenaga surya. Isu transisi energi juga digunakan sebagai dalih untuk meningkatkan eksploitasi sumber daya alam, termasuk penambangan mineral, nikel, batubara, dan bahkan pasir silica.

Kalimantan Timur menjadi bukti nyata dari kegagalan ini. Provinsi ini tetap tidak bisa melepaskan diri dari ketergantungannya pada batubara dan masih menjadi produsen terbesar di Indonesia. Produksi batubara Kaltim justru mengalami lonjakan signifikan, dari 268 juta ton pada tahun 2020 menjadi 368 juta ton pada tahun 2024, yang menyumbang sekitar 44% dari produksi nasional. Ironisnya, di saat komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim dikumandangkan, laju deforestasi di Kalimantan Timur masih tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2024, provinsi ini kehilangan 44.483 hektare hutan, dengan Kabupaten Kutai Timur sebagai daerah dengan deforestasi tertinggi, yakni mencapai 16.578 hektare. Perluasan produksi batubara disebut sebagai penyebab utama dari penghancuran hutan ini.

Menyikapi kondisi ini, Extinction Rebellion Kaltim (XR KALTIM Bunga Terung) mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas. Pertama, mereka mendesak dihentikannya ketergantungan negara dan Kalimantan Timur pada bahan bakar fosil, serta memutus semua proyek transisi energi yang masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utamanya, termasuk menghentikan pasokan batubara untuk smelter-smelter nikel. Kedua, mereka menuntut penghentian proyek ‘tipu-tipu’ atas nama transisi energi. Mereka menegaskan bahwa transisi energi harus dilaksanakan dengan cara yang adil dan berkelanjutan, dengan memberikan perlindungan terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal. Ketiga, kelompok ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan menjamin hak veto masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan yang terkait dengan transisi energi. Tuntutan ini menegaskan bahwa tanpa keadilan dan partisipasi publik, transisi energi hanya akan menjadi wacana yang gagal mengatasi akar permasalahan kecanduan batubara dan kerusakan lingkungan. (Sirana.id)

Baca juga: Energi Bersih Jadi Angan-Angan, Pemerintah Masih Berharap ke Mineral dan Batu Bara

Tags: batu baratambang batu baraXR bunga terung kaltim
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru
Ceritarana

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

13 May 2026
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Next Post
Terdakwa Marliyati saat duduk di uang sidang PN Batam, Kamis (6/11/2025). (Alamudin/detikSumut)

Kekejian di Balik Tembok Rumah Mewah: PRT Dipaksa Makan Kotoran Anjing dan Perjuangan 21 Tahun Menanti UU Perlindungan

Dok: Climate Network International

Dikecam di COP30, Indonesia Terima Penghargaan Negatif ‘Fossil of the Day’

Ilustrasi Disabilitas/Freepik

KUHAP Sah! Dinilai Tak Ramah Disabilitas, Koalisi Layangkan Protes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

1 week ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

1 week ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

3 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

3 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved