SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

Sirana.id by Sirana.id
12 June 2025
in Ceritarana, Kalimantan Timur, Nasional, Ranaterkini
0
para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

0
SHARES
798
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perempuan sering kali berada dalam lapisan kerentanan ganda. Mulai dari kemiskinan, ketimpangan gender, dan beban domestik yang tidak diakui secara formal. Di wilayah pesisir dampak perubahan iklim memaksa perempuan bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Lalu, tantangan seperti banjir rob atau kelangkaan sumber daya memperbesar potensi eksploitasi dan kerja paksa terutama ketika pilihan ekonomi terbatas.

Hal tersebut disampaikan Nawawi, Kepala Pusat Riset Kependudukan (PRK) BRIN. Dia lebih lanjut memaparkan, ketimpangan struktural terlihat ketika perempuan diposisikan sebagai aktor sekunder, bahkan tersier, dalam masyarakat. Dalam banyak kasus, peran perempuan tidak diakui secara formal dalam skema bantuan atau program pemerintah. Misalnya, istri para nelayan yang suaminya sering melaut berbulan-bulan kerap tidak diakui sebagai kepala keluarga, sehingga mereka kehilangan akses pada program seperti program keluarga harapan.

“Padahal, dalam kenyataan sehari-hari, perempuan inilah yang mengambil alih peran pengelolaan rumah tangga, keuangan, dan bahkan peran komunitas. Di Pulau Sumba, misalnya, penelitian menunjukkan bagaimana perempuan mulai memegang kendali dalam aktivitas ekonomi dan sosial yang sebelumnya didominasi laki-laki,” jelasnya.

Resiliensi perempuan tidak boleh lepas dari konteks keadilan iklim dan keadilan gender. Tanpa akses setara terhadap sumber daya, informasi, dan ruang partisipasi, perempuan akan tetap berada dalam posisi rentan. Oleh karena itu, adaptasi iklim tidak cukup hanya berbasis pada pendekatan teknis, tetapi harus mengakui hak-hak perempuan sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Untuk mencapai transformasi sosial yang adil, maka keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat lokal hingga nasional harus diperkuat. Termasuk memastikan suara mereka hadir dalam forum, seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan perencanaan program pembangunan lainnya.

Nawawi menyimpulkan bahwa perempuan bukan sekadar korban perubahan iklim, tetapi juga aktor kunci dalam membangun resiliensi komunitas. Mereka menghadapi risiko lebih besar akibat ketimpangan struktural, namun juga menunjukkan kapasitas luar biasa untuk beradaptasi dan memimpin perubahan.

Lebih jauh, Nawawi menyampaikan catatan penting sebagai refleksi bahwa konsep resiliensi perempuan harus dipandang lebih luas, bukan sekadar kemampuan bertahan hidup. Tetapi tentang bagaimana perempuan berdaya, menegosiasikan peran di tengah struktur sosial patriarkal, serta terlibat dalam pengambilan keputusan dan proses perubahan.

Terpisah, Yayuk Anggraini, akademisi Universitas Mulawarman saat menjadi pemateri pada sebuah workshop kepemimpinan perempuan pada Juni 2025 di Samarinda mengatakan tidak mudah bagi perempuan untuk jadi pemimpin dan bersuara. Salah satu sebabnya adalah stereotipe gender. Perempuan kerap mendapat stereotip bahwa mereka kurang tegas, kurang percaya diri, dan tidak kompeten. Padahal, kepemimpinan perempuan memiliki keunggulan. Seperti berorientasi pada etika dan keberlanjutan. Unggul dalam kolaborasi, komunikasi, dan kecerdasan emosional. Juga ketahanan dalam krisis.

“Perempuan pandai mengelola perubahan dan tantangan,” tegasnya.

Maka dari itu, perlu adanya upaya pengarusutamaan gender dan mendorong perempuan untuk berperan dan vokal pada isu-isu publik. Sebab, pengalaman perempuan akan lebih sahih disampaikan perempuan.(ff/sirana.id)

Baca juga: Membuka Ruang, Mengupayakan Perempuan Kalimantan Timur Bersuara

 

Tags: beban ganda perempuanperempuanperempuan kalimantan timur
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Induk pesut mahakam dan anaknya (YK-RASI)
Kalimantan Timur

Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam

19 January 2026
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa
Nasional

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

17 January 2026
Bandara Maratua/RA
Ceritarana

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

16 January 2026
Next Post
Plt Kepala Dinas pariwisata Kukar Arianto

Bunker Jepang di Jembayan: Potensi Wisata Sejarah yang Terlupakan di Bukit Desa

(Acara Ramah Tamah dan Dialog Pendidikan/istimewa)

Pemkab Kukar Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan di Tenggarong

(Pendampingan Pengisian Kertas Kerja Penilaian Mandiri/Istimewa)

Pemkab Kukar Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan Negara Melalui Pendampingan SPIP Terintegrasi 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk pesut mahakam dan anaknya (YK-RASI)

Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam

9 hours ago
ilustrasi pesisir di Pulau Jawa

Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain

2 days ago
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

2 days ago
Bandara Maratua/RA

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

3 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak ancaman jurnalis balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar gempa ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim KUHAP kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak perempuan perempuan pekerja perubahan iklim pesut pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang wisata yayasan mitra hijau
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam
  • Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain
  • Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved