SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Dikecam di COP30, Indonesia Terima Penghargaan Negatif ‘Fossil of the Day’

AdminSirana2 by AdminSirana2
17 November 2025
in Nasional
0
Dok: Climate Network International

Dok: Climate Network International

0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada konferensi iklim internasional COP30 yang digelar pada 15 November 2025, Indonesia mendapat sorotan dunia setelah menerima penghargaan “Fossil of the Day”. Penghargaan ini diberikan kepada negara yang dinilai memberikan kontribusi paling buruk dalam upaya penanganan krisis iklim. Kali ini, Indonesia mendapat predikat tersebut karena dianggap memberi ruang sangat besar kepada para pelobi industri energi fosil dalam proses negosiasi resmi.

Menurut laporan koalisi Kick Big Polluters Out (KBPO), Indonesia memasukkan 46 pelobi bahan bakar fosil ke dalam delegasi resminya, jumlah yang termasuk paling besar bagi negara berkembang. Lebih kontroversial lagi, dalam sesi negosiasi terkait Pasal 6.4—bagian penting dari Perjanjian Paris tentang mekanisme pasar karbon—pernyataan Indonesia dinilai hampir sama persis dengan isi surat yang disusun kelompok pelobi. Beberapa poin bahkan disebut disalin kata demi kata.

Surat yang menjadi rujukan itu berasal dari organisasi Conservation International, sebuah lembaga yang terlibat dalam pengembangan serta penjualan kredit karbon. Banyak pihak yang menandatangani surat tersebut juga memiliki kepentingan langsung dalam bisnis pasar karbon. Termasuk di antaranya adalah IETA, asosiasi industri yang beranggotakan perusahaan-perusahaan minyak dan gas besar. Organisasi ini sendiri membawa puluhan pelobi ke COP30 untuk mendorong aturan pasar karbon yang lebih longgar.

Kontroversi semakin meningkat ketika Indonesia mempromosikan penjualan kredit karbon di Paviliunnya, seolah menjadikan arena COP30 sebagai pasar terbuka bagi industri yang ingin mengimbangi emisi karbon mereka—padahal konferensi ini bertujuan untuk menghentikan ketergantungan pada energi fosil, bukan mempertahankannya.

Secara keseluruhan, COP30 tahun ini mencatat sejarah baru dengan kehadiran 1.600 pelobi bahan bakar fosil, atau sekitar satu dari setiap 25 peserta. Jumlah tersebut bahkan melebihi jumlah delegasi dari banyak negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, beberapa dengan rasio mencapai 40 hingga 50 banding satu.

Melalui pemberian penghargaan ini, para pengamat menilai bahwa Indonesia telah memberikan contoh paling jelas tentang bagaimana kepentingan industri dapat menyusup ke dalam proses kebijakan iklim internasional. Di saat dunia berupaya memperkuat komitmen untuk menjaga kenaikan suhu global tetap di bawah 1,5°C, Indonesia justru dinilai ikut melemahkan aturan yang menjadi dasar perjuangan tersebut.

Penghargaan “Fossil of the Day” ini menjadi pengingat bahwa integritas proses perundingan iklim harus dijaga, terutama ketika negara-negara seperti Indonesia sedang menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin sering dan parah. (Sirana.id)

Baca juga:

Transisi Energi Gagal, Kaltim Makin Kecanduan Energi Fosil

Tags: COPfosil indonesiaindonesiatambang indonesia
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Ilustrasi Devil/Magdalene
Ceritarana

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

8 April 2026
Next Post
Ilustrasi Disabilitas/Freepik

KUHAP Sah! Dinilai Tak Ramah Disabilitas, Koalisi Layangkan Protes

Aksi tolak pengesahan RKUHAP di Jakarta (18/11). (© Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembaruan KUHAP)

Amnesty International: Revisi KUHAP Ancam Hak Asasi Manusia dan Harus Dibatalikan

Para Akademisi Soroti RUU KUHAP Baru: Ancaman Bagi Kebebasan Kampus dan Kritik

Para Akademisi Soroti RUU KUHAP Baru: Ancaman Bagi Kebebasan Kampus dan Kritik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

3 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

5 days ago
Ilustrasi Devil/Magdalene

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

1 week ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Mahasiswa FH Unmul Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak orangutan pendidikan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT
  • BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
  • Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved