SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Hari Buruh Migran Internasional, Komnas HAM Ungkap Maraknya TPPO Modus Online Scam yang Menjerat PMI

AdminSirana2 by AdminSirana2
19 December 2025
in Nasional, Ranaterkini
0
Ilustrasi Perdagangan/Freepik

Ilustrasi Perdagangan/Freepik

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Dalam peringatan Hari Buruh Migran Internasional yang jatuh pada 18 Desember, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti semakin meluasnya praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus online scam yang menjerat Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di kawasan Asia Tenggara. Praktik ini dinilai tidak hanya sebagai kejahatan siber dan ketenagakerjaan, tetapi juga sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri tahun 2025, sejak 2021 hingga Maret 2025 tercatat sebanyak 7.628 Warga Negara Indonesia (WNI) terlibat atau menjadi korban praktik online scam di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Kamboja, Myanmar, Laos, Thailand, dan Filipina. Sebagian besar korban direkrut melalui tawaran kerja palsu yang tersebar di media sosial, diberangkatkan secara non-prosedural, lalu mengalami kerja paksa, penyekapan, serta berbagai bentuk kekerasan fisik dan psikologis.

Hasil kajian Komnas HAM menunjukkan bahwa praktik online scam memenuhi seluruh unsur TPPO, mulai dari proses perekrutan, cara penipuan, hingga tujuan eksploitasi. Para korban dipaksa bekerja selama 14 hingga 18 jam per hari, paspor dan dokumen perjalanan disita, serta dibebani denda hingga ribuan dolar Amerika Serikat. Selain itu, korban juga menghadapi intimidasi, ancaman, penyiksaan, kekerasan seksual, bahkan diperjualbelikan ke perusahaan lain apabila tidak memenuhi target yang ditentukan.

Temuan lapangan di Sumatera Utara dan Jawa Barat memperlihatkan bahwa tingginya kerentanan PMI terhadap modus ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, rendahnya literasi digital, terbatasnya lapangan kerja di dalam negeri, serta lemahnya perlindungan sebelum keberangkatan. Kajian Komnas HAM juga mencatat bahwa proses perekrutan kerap melibatkan orang-orang terdekat atau sesama PMI, sehingga membentuk rantai perdagangan orang berbasis relasi sosial yang sulit terdeteksi.

Komnas HAM secara khusus menyoroti kondisi yang sangat memprihatinkan di Kamboja, yang tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus tertinggi. Data dari KBRI Phnom Penh menunjukkan lonjakan signifikan jumlah WNI bermasalah, bahkan disertai peningkatan angka kematian WNI hingga 75 persen pada awal 2025. Sebagian besar kasus kematian tersebut berkaitan langsung dengan praktik online scam.

Momentum Hari Buruh Migran Internasional menjadi pengingat bahwa di balik kontribusi besar pekerja migran terhadap perekonomian nasional, masih banyak PMI yang justru terjebak dalam eksploitasi dan perdagangan orang. Modus online scam disebut telah memperluas bentuk kerentanan pekerja migran, terutama mereka yang berangkat tanpa prosedur resmi dan minim perlindungan negara.

Komnas HAM menegaskan bahwa TPPO dengan modus online scam harus diperlakukan sebagai bentuk baru perdagangan orang yang terorganisir dan lintas negara. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan respons yang menyeluruh, berbasis hak asasi manusia, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pencegahan sejak hulu, perlindungan dan pemulihan korban, serta penguatan kerja sama bilateral dan regional di tingkat ASEAN.

Pada peringatan ini, Komnas HAM kembali menegaskan kewajiban konstitusional negara untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi pekerja migran. Penanganan TPPO dengan modus online scam harus menjadi prioritas nasional dengan menempatkan korban sebagai subjek utama yang hak-haknya wajib dipulihkan melalui pendekatan yang berpusat pada korban. (Sirana.id)

Baca juga: Perempuan Pembela HAM dan Lingkungan: Berjuang di Tengah Krisis Iklim dan Ancaman

Tags: HAMscamTPPO
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
Sejumlah warga di Banda Aceh turun ke jalan bertajuk Aksi Bendera Putih (18/12/2025). (© x.com/@remotivi)

Bendera Putih di Aceh Jadi Tanda Negara Gagal Hadir untuk Korban Bencana

Poster anti-kriminalisasi jurnalis (©Toto Santiko Budi via Shutterstock)

DARURAT PEMBATASAN INFORMASI BENCANA: NEGARA WAJIB MINTA MAAF

Ilustrasi pers/Freepik

Pernyataan Pemerintah Dinilai Tekan Kebebasan Pers dalam Peliputan Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

20 hours ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

20 hours ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

7 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved