SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

DARURAT PEMBATASAN INFORMASI BENCANA: NEGARA WAJIB MINTA MAAF

AdminSirana2 by AdminSirana2
20 December 2025
in Nasional, Potretrana, Ranaterkini
0
Poster anti-kriminalisasi jurnalis (©Toto Santiko Budi via Shutterstock)

Poster anti-kriminalisasi jurnalis (©Toto Santiko Budi via Shutterstock)

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) menyoroti kondisi darurat pembatasan informasi terkait bencana di Sumatra yang dinilai terjadi secara masif dan sistematis dalam beberapa hari terakhir. Situasi ini dianggap berbahaya karena tidak hanya mengancam kemerdekaan pers, tetapi juga melanggar hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat, terutama di tengah kondisi bencana.

KKJ mencatat adanya pola pembungkaman yang jelas terhadap pemberitaan bencana. Sejumlah insiden yang disorot antara lain intimidasi aparat TNI terhadap jurnalis Kompas yang meliput bantuan internasional, penghapusan pemberitaan bencana secara menyeluruh di salah satu media daring nasional, serta penghentian siaran dan praktik sensor diri oleh stasiun televisi nasional terhadap laporan langsung dari lokasi bencana. Laporan-laporan tersebut menampilkan kondisi faktual di lapangan yang dinilai tidak sejalan dengan narasi resmi sejumlah pejabat negara.

Menurut KKJ, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya upaya serius untuk mengendalikan arus informasi publik dan menutup fakta yang seharusnya diketahui masyarakat luas. Pembatasan ini dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap kemerdekaan pers yang terus dilemahkan, terutama dalam situasi krisis kemanusiaan.

KKJ menegaskan bahwa intimidasi dan pembatasan terhadap jurnalis merupakan serangan langsung terhadap kemerdekaan pers, yang tidak dapat dipisahkan dari kebebasan berekspresi dan hak warga negara untuk mengetahui. Kemerdekaan pers, menurut KKJ, adalah indikator penting bagi kebebasan sipil dan kualitas demokrasi. Tindakan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 8 yang menjamin perlindungan hukum bagi jurnalis, serta berpotensi memenuhi unsur pidana menghalang-halangi kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1). KKJ juga menekankan bahwa penyelesaian secara informal tidak menghapus unsur pidana dari tindakan melawan hukum tersebut.

Selain menekan kemerdekaan pers, KKJ menilai negara diduga aktif membatasi hak atas informasi warga negara. Dalam konteks bencana, pembatasan informasi disebut bukan hanya melanggar hak konstitusional yang dijamin Pasal 28F UUD 1945, tetapi juga membahayakan keselamatan publik. Upaya penyeragaman narasi dan pengaburan fakta dianggap sebagai bentuk kontrol negara terhadap pengetahuan masyarakat.

KKJ juga memperingatkan potensi negara menjadi produsen disinformasi. Intervensi terhadap pemberitaan, termasuk dugaan penghentian liputan bencana, dinilai membuka ruang bagi pernyataan pejabat yang keliru atau menyesatkan tanpa koreksi publik. Praktik semacam ini bertentangan dengan prinsip negara hukum, demokrasi, serta kewajiban negara untuk menyediakan informasi yang benar dan akurat.

Atas kondisi tersebut, KKJ mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada jurnalis yang mengalami intimidasi, menjamin perlindungan penuh terhadap kerja pers di wilayah bencana, serta memastikan publik memperoleh informasi yang faktual. KKJ juga meminta Dewan Pers dan perusahaan media menjalankan peran aktif dalam melindungi jurnalis dan menolak segala bentuk sensor maupun pembungkaman informasi.

KKJ menegaskan bahwa di tengah bencana, keterbukaan informasi adalah bagian dari upaya penyelamatan nyawa, bukan ancaman bagi negara. (Sirana.id)

Baca juga: Bendera Putih di Aceh Jadi Tanda Negara Gagal Hadir untuk Korban Bencana

Tags: bencana sumaterakebebasan persKomite Keselamatan Jurnalis
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
Ilustrasi pers/Freepik

Pernyataan Pemerintah Dinilai Tekan Kebebasan Pers dalam Peliputan Bencana

Paket Authentic Hiking Gunung Parung/Humas Otorita IKN

Paket Wisata Gunung Parung, Menyatu dengan Alam dan Budaya Suku Balik

Ilustrasi Perempuan Melawan/Freepik

Hari Ibu 22 Desember: Bukan Hanya Ucapan, tapi Lanjutan Perjuangan Perempuan untuk Keadilan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved