SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Bendera Putih di Aceh Jadi Tanda Negara Gagal Hadir untuk Korban Bencana

AdminSirana2 by AdminSirana2
20 December 2025
in Nasional, Potretrana, Ranaterkini
0
Sejumlah warga di Banda Aceh turun ke jalan bertajuk Aksi Bendera Putih (18/12/2025). (© x.com/@remotivi)

Sejumlah warga di Banda Aceh turun ke jalan bertajuk Aksi Bendera Putih (18/12/2025). (© x.com/@remotivi)

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Amnesty International Indonesia menilai maraknya pengibaran bendera putih di sejumlah wilayah Aceh sebagai ekspresi keputusasaan warga di tengah buruknya penanganan bantuan bagi korban bencana ekologis yang melanda Sumatra. Fenomena ini muncul di berbagai daerah terdampak, mulai dari Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Banda Aceh, dan mencerminkan jeritan masyarakat yang merasa ditinggalkan negara saat berada dalam kondisi paling genting.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan bahwa bendera putih bukan sekadar simbol, melainkan suara rakyat yang terdesak oleh lumpur, kelaparan, dan keterbatasan bantuan. Menurutnya, bagi ribuan korban bencana yang terisolasi, pengibaran bendera putih merupakan wujud kekecewaan atas lambannya respons negara dalam menghadapi bencana yang telah berlangsung lebih dari tiga pekan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Amnesty International menilai situasi ini bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah pusat yang menyebut kondisi masih terkendali. Dengan jumlah korban jiwa yang telah menembus lebih dari seribu orang, ratusan ribu pengungsi, serta lumpuhnya infrastruktur di berbagai daerah, klaim tersebut dinilai tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Sikap pemerintah yang menolak bantuan internasional dan tidak menetapkan status Bencana Nasional juga dikritik keras dari perspektif hak asasi manusia.

Usman Hamid menegaskan bahwa dalih kemandirian negara tidak dapat digunakan untuk membenarkan pembiaran terhadap penderitaan warga. Negara, menurutnya, terikat kewajiban internasional melalui Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR) untuk melindungi hak hidup, serta Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR) untuk menjamin hak atas standar hidup layak, termasuk pangan dan layanan kesehatan.

Ketika kapasitas nasional terbukti tidak mampu menjangkau wilayah terdampak yang terlihat dari kegagalan distribusi logistik ke daerah terisolasi selama berminggu-minggu penolakan terhadap bantuan asing dinilai bukan lagi persoalan kedaulatan, melainkan berpotensi menjadi pelanggaran HAM. Menghambat akses bantuan bagi korban yang sangat membutuhkan disebut sebagai bentuk kelalaian negara dalam memenuhi kewajibannya melindungi warganya.

Amnesty juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi kesalahan tragedi Badai Nargis di Myanmar pada 2008, ketika rezim militer menutup pintu bagi bantuan internasional dengan alasan kedaulatan, yang berujung pada jatuhnya puluhan ribu korban jiwa. Indonesia, menurut Amnesty, tidak boleh membiarkan sejarah kelam serupa terulang. Menutup akses bantuan saat rakyat menderita dianggap sebagai tindakan yang tidak manusiawi.

Selain membuka bantuan nasional dan global, pemerintah juga didesak memastikan distribusi bantuan dilakukan secara adil dan efektif. Warga yang mengungsi harus segera mendapatkan kebutuhan dasar, mulai dari tempat tinggal sementara, pangan, air bersih, hingga layanan kesehatan yang memadai.

Amnesty International Indonesia menegaskan bahwa penetapan status Bencana Nasional dan pembukaan akses bantuan internasional merupakan tuntutan kemanusiaan yang mendesak. Bendera putih yang berkibar di Aceh dipandang sebagai ultimatum dari rakyat agar negara segera memobilisasi seluruh sumber daya, baik domestik maupun global, demi menyelamatkan korban bencana di Sumatra. (Sirana.id)

Baca juga: Serikat Petani Indonesia Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir Sumatra sebagai Bencana Nasional

Tags: aceh tamiangamnesty internationalbanjirbencana sumatera
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
Poster anti-kriminalisasi jurnalis (©Toto Santiko Budi via Shutterstock)

DARURAT PEMBATASAN INFORMASI BENCANA: NEGARA WAJIB MINTA MAAF

Ilustrasi pers/Freepik

Pernyataan Pemerintah Dinilai Tekan Kebebasan Pers dalam Peliputan Bencana

Paket Authentic Hiking Gunung Parung/Humas Otorita IKN

Paket Wisata Gunung Parung, Menyatu dengan Alam dan Budaya Suku Balik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 hours ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

22 hours ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

7 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved