Jakarta, 28 November 2025 – Setiap jam, satu perempuan di Indonesia meninggal dunia akibat komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu 189 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup menurut Sensus Penduduk 2020. Situasi ini memprihatinkan mengingat 91% persalinan sudah ditolong oleh tenaga kesehatan terampil, seperti tercatat dalam Survei Kesehatan Indonesia 2023. Isu kematian ibu tetap menjadi tantangan pembangunan yang signifikan, meskipun jumlah bidan terdaftar telah menunjukkan peningkatan yang cukup besar, mencapai lebih dari 344.000 pada tahun 2023.
Untuk mengatasi masalah ini, diluncurkanlah proyek IMPACT hari ini di Jakarta. Sebuah kemitraan antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Kanada, dan UNFPA (Badan PBB untuk Urusan Kependudukan) ini berupaya menangani kematian ibu melalui intervensi komprehensif berbasis hasil guna memperkuat layanan kebidanan di seluruh Indonesia. Hassan Mohtashami, Kepala Perwakilan UNFPA untuk Indonesia, menekankan betapa krusialnya situasi ini. “Tidak seharusnya ada seorang perempuan pun yang meninggal saat melahirkan. Satu kematian ibu saja sudah terlalu banyak. Kita membutuhkan layanan persalinan berkualitas tinggi, perawatan obstetri darurat, dan layanan keluarga berencana untuk menurunkan angka kematian ibu,” ujarnya. “Dengan memperkuat keterampilan dan profesionalisme bidan, kita berinvestasi langsung pada kesehatan dan masa depan keluarga Indonesia.”
Inisiatif tiga tahun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak akan layanan kebidanan yang lebih baik. Proyek ini mengakui peran bidan sebagai pilar dasar layanan kesehatan ibu di Indonesia, khususnya di komunitas pedesaan dan terpencil yang akses layanannya masih terbatas. Proyek IMPACT bertujuan untuk memberdayakan para penyedia layanan kesehatan garis depan ini melalui investasi strategis dalam kapasitas dan profesionalisme mereka, yang pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu yang signifikan.
Dengan mengadopsi metodologi pengajaran yang inovatif dan mengintegrasikan teknologi ke dalam program pendidikan kebidanan, proyek IMPACT akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara para ahli kebidanan dari Kanada dan Indonesia. Dengan memanfaatkan pengalaman Kanada dalam membangun profesi bidan yang otonom dan berdaya, proyek ini akan menjadi tolok ukur untuk model perawatan yang berpusat pada perempuan, yang berpotensi untuk diadaptasi dan diterapkan di Indonesia. Pendekatan kolaboratif ini dirancang untuk mendorong pembelajaran yang berharga dan berkontribusi pada pengembangan tenaga kebidanan yang lebih tangguh dan responsif di Indonesia.
“Kanada bangga dapat bermitra dengan UNFPA dan Pemerintah Indonesia dalam proyek yang sangat penting ini. Dengan memanfaatkan keahlian dari Kanada, termasuk dari Universitas McMaster, kami berkomitmen pada pertukaran pengetahuan yang akan membantu membangun profesi kebidanan yang tangguh, mandiri, dan berpusat pada perempuan, serta memastikan perawatan berkualitas tinggi bagi semua,” komentar Juan-Pablo Valdes, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, mengenai kemitraan ini.
Dr. Yuli Farianti, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan nasional. “Proyek IMPACT sangat selaras dengan agenda Transformasi Kesehatan nasional kita, yang memprioritaskan penguatan layanan kesehatan primer dan sumber daya manusia. Bidan merupakan fondasi dari layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, terutama di daerah-daerah terpencil. Kemitraan dengan UNFPA dan Kanada ini akan membekali para bidan kita dengan pendidikan berstandar internasional dan dukungan regulasi yang sangat mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan penyelamatan nyawa ini. Visi utama kami adalah terwujudnya masa depan di mana setiap ibu di Indonesia menerima perawatan kebidanan yang terampil dan penuh kasih sayang, yang akan menghasilkan masyarakat yang lebih sehat dan bangsa yang lebih kuat,” jelas Dr. Yuli.
Visi utama dari proyek ini adalah mewujudkan masa depan di mana setiap ibu di Indonesia mendapatkan perawatan kebidanan yang terampil dan penuh kasih, yang pada akhirnya akan membawa pada ibu dan bayi yang lebih sehat, serta masa depan yang lebih cerah bagi semua. (Sirana.id)
Baca juga: WHO dan UNFPA Serukan Layanan Kesehatan Bayi dan Anak yang Lebih Aman















