SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

WHO dan UNFPA Serukan Layanan Kesehatan Bayi dan Anak yang Lebih Aman

Sirana.id by Sirana.id
23 September 2025
in Nasional
0
Keterangan foto: Pemantauan pasien secara ketat oleh perawat di Unit Perawatan Intensif Neonatal Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Indonesia Foto: WHO/IndoXplore

Keterangan foto: Pemantauan pasien secara ketat oleh perawat di Unit Perawatan Intensif Neonatal Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Indonesia Foto: WHO/IndoXplore

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada Hari Keselamatan Pasien Sedunia, World Health Organization (WHO) dan United Nations Population Fund (UNFPA) menyoroti urgensi peningkatan keamanan layanan kesehatan di Indonesia bagi anak-anak sejak lahir hingga usia sembilan tahun, melalui seruan aksi: “Keselamatan pasien dari awal!”

Di seluruh dunia, 1 dari 10 pasien mengalami dampak buruk ketika menjalani perawatan medis, dan lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat layanan kesehatan yang tidak aman. Di negara berpendapatan rendah dan menengah, dampaknya lebih parah, di mana sebanyak 4 dari setiap 100 orang meninggal akibat layanan yang tidak aman. Yang mengkhawatirkan, lebih dari 50% dampak tersebut sebenarnya dapat dicegah.

Anak-anak menghadapi risiko lebih besar karena tubuh mereka masih berkembang dan mereka sering kali belum mampu menjelaskan apa yang dirasakan ketika terjadi keluhan. Tantangan umum meliputi protokol keselamatan spesifik pediatri yang tidak memadai, lemahnya pengawasan mutu obat, terbatasnya ketersediaan layanan spesialis anak, serta tidak dilibatkannya anak dan keluarga sebagai pihak yang aktif dalam perawatan. Kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan memperburuk situasi ini dan membuat anak-anak paling rentan semakin terpapar risiko layanan yang tidak aman.

“Anak-anak tidak bisa menyampaikan ketika ada keluhan,” kata Dr N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia. “Akses obat-obatan dan layanan yang aman, efektif, dan bermutu bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar. WHO akan terus mendukung Kementerian Kesehatan dan bekerja sama dengan mitra untuk membangun sistem kesehatan yang kuat, aman, dan adil bagi semua orang, berapa pun usianya.”
Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mencatat kemajuan penting. Antara 2010 dan 2023, peningkatan mutu dan keselamatan layanan kesehatan – termasuk untuk bayi baru lahir dan anak – berkontribusi pada penurunan 39% angka kematian bayi baru lahir dan balita. Dari 2010 hingga 2022, angka kematian anak usia 5 hingga 9 tahun turun sebesar lebih dari 32%.

Sejak 2006, Indonesia telah menerapkan sistem nasional pelaporan insiden keselamatan pasien, dan pada 2024, Kementerian Kesehatan memperluas kajian kematian ibu dan bayi baru lahir guna memperkuat akuntabilitas dan perlindungan anak. Sejak 2022, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberlakukan pengawasan pasar yang lebih ketat serta memperkenalkan persyaratan baru terkait cara pembuatan obat yang baik dan cara distribusi obat yang baik untuk bahan aktif dan bahan tambahan (eksipien).

Dalam melanjutkan capaian ini dan memastikan setiap anak di Indonesia mendapat perawatan yang aman dan bermutu, terdapat empat prioritas utama:

Pertama, mengoptimalkan layanan pediatri dengan menerapkan panduan WHO di seluruh tahapan perawatan. Perluasan cek kesehatan di sekolah – terutama untuk anak-anak usia 5–9 tahun – serta menghubungkannya dengan SATUSEHAT untuk rujukan dan pemantauan akan memperkuat deteksi dini dan tindak lanjut masalah-masalah seperti stunting, gangguan penglihatan dan pendengaran, keterlambatan perkembangan, dan kondisi kronis.

Kedua, mengumpulkan dan memanfaatkan data yang lebih baik untuk menghasilkan capaian yang lebih kuat. Sistem pelaporan yang lebih kuat (enhanced) – yang mencakup kajian sistematis penyebab kematian – akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang di mana anak-anak menghadapi risiko serta faktor penyebabnya, membantu menunjukkan kesenjangan layanan, menyoroti ketimpangan, mengarahkan alokasi sumber daya, serta membangun budaya pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas.

Ketiga, mewujudkan kekuatan regulasi menjadi layanan yang lebih aman. Kemajuan terbaru dalam cara pembuatan obat yang baik dan cara distribusi obat yang baik, dan pengawasan pasca-edar dan farmakovigilans, harus diimbangi dengan tenaga kesehatan terampil yang memastikan pemberian resep, dosis, dan layanan ramah anak yang tepat. Dengan menyelaraskan pengawasan ketat dengan praktik klinis, Indonesia dapat memastikan setiap anak memperoleh obat dan perawatan yang bukan hanya efektif, tetapi juga aman dan sesuai usia dan kebutuhannya.

Keempat, memberdayakan keluarga sebagai mitra aktif. Dengan membuat fasilitas pelayanan kesehatan lebih ramah anak dan keluarga serta mendorong orang tua untuk mengikuti perkembangan anaknya, memantau pengobatan, dan ikut serta dalam pengambilan keputusan, perawatan dapat menjadi lebih aman, responsif, dan dipercaya.

“Keselamatan bayi baru lahir sangat terkait dengan kesehatan ibu serta kehamilan dan persalinan yang aman. Dan bidan berperan penting di sini,” ujar Hassan Mohtashami, Perwakilan UNFPA Indonesia. “Meningkatkan kompetensi bidan akan menyelamatkan nyawa ibu dan bayi baru lahir di seluruh dunia, dan kita dapat mencapai hal ini melalui pendidikan kebidanan bermutu yang sesuai standar internasional serta pengembangan profesional berkelanjutan bagi bidan.”

WHO dan UNFPA akan terus mendukung Kementerian Kesehatan dalam memperkuat keselamatan pasien di seluruh Indonesia. Dengan kerja sama dan komitmen, Indonesia dapat memastikan keselamatan pasien sejak awal kehidupan. (sirana.id)

Tags: anakbayilayanan kesehatanUNFPAwho
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Next Post
salah satu riam di Mahakam Ulu. (foto: Sosial Media)

Bupati Baru Janji Prioritaskan Akses Mahakam Ulu

Lubang tambang batu bara yang merenggut nyawa (dokumentasi: Jatam Kaltim)

JATAM Kaltim: 190 Perusahaan Dihentikan Sementara, Rakyat Tetap Jadi Korban

Pengelola Bank Sampah Mandiri Desa Sukamaju, Yayuk Sehati saat presentasi dalam workshop (foto: yayasan Mitra Hijau)

Di Desa Sukamaju Tenggarong Seberang, Sampah Diolah Jadi Cuan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

8 hours ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

1 week ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

1 week ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved