SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Hari Anti Korupsi: JATAM Kaltim Tegaskan Korupsi Tambang Sudah Merampas Ruang Hidup Rakyat

AdminSirana2 by AdminSirana2
9 December 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini
0
dok: JATAM Kaltim

dok: JATAM Kaltim

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda, 9 Desember 2025 — Memperingati Hari Anti Korupsi, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim kembali mengingatkan bahwa korupsi di sektor pertambangan bukan sekadar soal aliran uang negara yang hilang, tetapi juga soal hancurnya ruang hidup masyarakat. Korupsi di sektor ini berdampak langsung pada hilangnya hak warga atas lingkungan yang sehat serta memicu krisis ekologis di wilayah-wilayah tambang. JATAM menilai praktik state capture oleh korporasi tambang makin menguat dan tampak jelas dari berbagai pola: izin yang cacat prosedur, dana reklamasi yang raib, perpanjangan konsesi tanpa evaluasi, pembiaran tambang ilegal yang melibatkan aparat hingga pejabat daerah, serta pengawasan yang sengaja dilemahkan.

Menurut JATAM, situasi ini menunjukkan bahwa korupsi di sektor pertambangan berlangsung secara sistematis dan terstruktur. Di berbagai daerah, termasuk kawasan konsesi batubara dan mineral, warga kerap menghadapi intimidasi, kriminalisasi, hingga tragedi tewas di lubang tambang. Relasi kuasa antara perusahaan dan pejabat negara menjadikan negara gagal hadir, bahkan seringkali justru melindungi para pelanggar hukum. Semua ini memperlihatkan bahwa korupsi telah mengakar dalam industri ekstraktif.

JATAM Kaltim mencatat sedikitnya ada 1.735 lubang tambang batubara yang belum ditutup dan direklamasi. Lubang-lubang menganga ini menjadi bukti bahwa kebijakan sering direkayasa untuk memuluskan kepentingan korporasi dan pejabat yang tunduk pada pemilik modal. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian finansial negara, namun rakyat yang justru menjadi korban kehilangan ruang hidup, sumber pangan, lahan produktif, serta mewarisi masalah ekologis berkepanjangan. Sementara itu, keuntungan tambang justru terus mengalir ke para pelaku korupsi dan perusahaan, bukan masyarakat lokal.

Sektor tambang sendiri sangat rentan terhadap korupsi karena kebutuhan modal besar, ketergantungan pada regulasi pemerintah, kewajiban pajak dan royalti, serta penggunaan infrastruktur negara. Kerentanan ini membuka ruang political dan regulatory capture. Perusahaan tambang dan pejabat publik kerap menjalin hubungan erat, menciptakan jejaring antara korporasi, birokrat, dan elit politik. Banyak aktor politik menggabungkan kepentingan bisnis dengan kekuasaan untuk mengendalikan kebijakan pertambangan. Penegakan hukum pun masih menunjukkan tebang pilih, karena laporan publik soal dugaan korupsi sering tidak benar-benar diusut dan hanya berakhir pada sanksi administratif yang tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi.

JATAM Kaltim juga menyoroti dua aktor yang terseret kasus korupsi pertambangan. Pertama, Ismail Thomas, mantan Bupati Kutai Barat 2006–2016, yang dalam putusan Nomor 93/Pid.Sus-TPK/2023/PN JKT PST terbukti melakukan korupsi melalui pemalsuan dokumen perizinan perusahaan tambang PT Sendawar Jaya, menyebabkan kerugian negara Rp21,2 miliar. Kedua, Nurhadi Jamaluddin, kuasa direksi CV Algozan, yang terbukti melakukan wanprestasi dalam kerja sama dengan Bara Kaltim Sejahtera (BKS) setelah menerima uang muka pembelian batubara tetapi barang tak pernah dikirim. Putusan 37/Pid.Sus-TPK/2025/PN Smr menyebut kerugian negara mencapai Rp6,77 miliar.

Bagi JATAM Kaltim, Hari Anti Korupsi bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengingat bahwa korupsi tambang telah merampas tanah, air, udara, dan masa depan warga. Selama negara tunduk pada kepentingan oligarki tambang, pemberantasan korupsi tidak akan pernah utuh. Dengan membuka data, membongkar struktur kuasa, dan menuntut penegakan hukum yang adil, JATAM Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus melawan korupsi, memperjuangkan keadilan ekologis, dan memastikan masa depan Kalimantan Timur tidak terus dikorbankan demi keuntungan penguasa dan korporasi. (sirana.id)

Baca juga: Desak Moratorium Izin Tambang, Krisis Lingkungan Makin Parah!

Tags: Hari anti korupsijatam kaltimlubang tambang
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Kampanye Literasi Kebencanaan: UNESCO dan BRIN Gabungkan Sains Modern dengan Kearifan Lokal

Dok: Humas BRIN

BRIN Dorong IKN Dibangun dengan Fondasi Sosial-Budaya dan Lingkungan yang Kuat

Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Pameran Seni Nasional Menyorot Dampak Tambang di Kalimantan Timur

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved