SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Hari Anti Korupsi: JATAM Kaltim Tegaskan Korupsi Tambang Sudah Merampas Ruang Hidup Rakyat

AdminSirana2 by AdminSirana2
9 December 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini
0
dok: JATAM Kaltim

dok: JATAM Kaltim

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda, 9 Desember 2025 — Memperingati Hari Anti Korupsi, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim kembali mengingatkan bahwa korupsi di sektor pertambangan bukan sekadar soal aliran uang negara yang hilang, tetapi juga soal hancurnya ruang hidup masyarakat. Korupsi di sektor ini berdampak langsung pada hilangnya hak warga atas lingkungan yang sehat serta memicu krisis ekologis di wilayah-wilayah tambang. JATAM menilai praktik state capture oleh korporasi tambang makin menguat dan tampak jelas dari berbagai pola: izin yang cacat prosedur, dana reklamasi yang raib, perpanjangan konsesi tanpa evaluasi, pembiaran tambang ilegal yang melibatkan aparat hingga pejabat daerah, serta pengawasan yang sengaja dilemahkan.

Menurut JATAM, situasi ini menunjukkan bahwa korupsi di sektor pertambangan berlangsung secara sistematis dan terstruktur. Di berbagai daerah, termasuk kawasan konsesi batubara dan mineral, warga kerap menghadapi intimidasi, kriminalisasi, hingga tragedi tewas di lubang tambang. Relasi kuasa antara perusahaan dan pejabat negara menjadikan negara gagal hadir, bahkan seringkali justru melindungi para pelanggar hukum. Semua ini memperlihatkan bahwa korupsi telah mengakar dalam industri ekstraktif.

JATAM Kaltim mencatat sedikitnya ada 1.735 lubang tambang batubara yang belum ditutup dan direklamasi. Lubang-lubang menganga ini menjadi bukti bahwa kebijakan sering direkayasa untuk memuluskan kepentingan korporasi dan pejabat yang tunduk pada pemilik modal. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian finansial negara, namun rakyat yang justru menjadi korban kehilangan ruang hidup, sumber pangan, lahan produktif, serta mewarisi masalah ekologis berkepanjangan. Sementara itu, keuntungan tambang justru terus mengalir ke para pelaku korupsi dan perusahaan, bukan masyarakat lokal.

Sektor tambang sendiri sangat rentan terhadap korupsi karena kebutuhan modal besar, ketergantungan pada regulasi pemerintah, kewajiban pajak dan royalti, serta penggunaan infrastruktur negara. Kerentanan ini membuka ruang political dan regulatory capture. Perusahaan tambang dan pejabat publik kerap menjalin hubungan erat, menciptakan jejaring antara korporasi, birokrat, dan elit politik. Banyak aktor politik menggabungkan kepentingan bisnis dengan kekuasaan untuk mengendalikan kebijakan pertambangan. Penegakan hukum pun masih menunjukkan tebang pilih, karena laporan publik soal dugaan korupsi sering tidak benar-benar diusut dan hanya berakhir pada sanksi administratif yang tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi.

JATAM Kaltim juga menyoroti dua aktor yang terseret kasus korupsi pertambangan. Pertama, Ismail Thomas, mantan Bupati Kutai Barat 2006–2016, yang dalam putusan Nomor 93/Pid.Sus-TPK/2023/PN JKT PST terbukti melakukan korupsi melalui pemalsuan dokumen perizinan perusahaan tambang PT Sendawar Jaya, menyebabkan kerugian negara Rp21,2 miliar. Kedua, Nurhadi Jamaluddin, kuasa direksi CV Algozan, yang terbukti melakukan wanprestasi dalam kerja sama dengan Bara Kaltim Sejahtera (BKS) setelah menerima uang muka pembelian batubara tetapi barang tak pernah dikirim. Putusan 37/Pid.Sus-TPK/2025/PN Smr menyebut kerugian negara mencapai Rp6,77 miliar.

Bagi JATAM Kaltim, Hari Anti Korupsi bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengingat bahwa korupsi tambang telah merampas tanah, air, udara, dan masa depan warga. Selama negara tunduk pada kepentingan oligarki tambang, pemberantasan korupsi tidak akan pernah utuh. Dengan membuka data, membongkar struktur kuasa, dan menuntut penegakan hukum yang adil, JATAM Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus melawan korupsi, memperjuangkan keadilan ekologis, dan memastikan masa depan Kalimantan Timur tidak terus dikorbankan demi keuntungan penguasa dan korporasi. (sirana.id)

Baca juga: Desak Moratorium Izin Tambang, Krisis Lingkungan Makin Parah!

Tags: Hari anti korupsijatam kaltimlubang tambang
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Next Post
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Kampanye Literasi Kebencanaan: UNESCO dan BRIN Gabungkan Sains Modern dengan Kearifan Lokal

Dok: Humas BRIN

BRIN Dorong IKN Dibangun dengan Fondasi Sosial-Budaya dan Lingkungan yang Kuat

Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Pameran Seni Nasional Menyorot Dampak Tambang di Kalimantan Timur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

6 days ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

2 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

2 weeks ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

3 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved