SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Pameran Seni Nasional Menyorot Dampak Tambang di Kalimantan Timur

AdminSirana2 by AdminSirana2
16 December 2025
in Ceritarana
0
Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Bali kerap dipromosikan ke dunia sebagai pulau dengan lanskap alam yang indah dan budaya yang lestari. Namun di balik citra tersebut, masyarakat lokal menghadapi tekanan serius akibat alih fungsi lahan dan pembangunan yang terus meluas. Realitas ini sejatinya bukan hanya milik Bali. Apa yang terjadi di Pulau Dewata hari ini memiliki kemiripan kuat dengan kondisi Kalimantan Timur, provinsi yang selama puluhan tahun menjadi ruang eksploitasi industri tambang dan ekstraktif berskala besar.

Penggagas acara, Dwi Agung Wicaksono, mengungkapkan pameran foto bertajuk ‘Risau’ itu digelar oleh Komunitas Dadakan (Kodak), dengan berdiri di tengah persawahan, simbol ruang hidup agraris masyarakat Bali yang kini berada di bawah tekanan alih fungsi lahan. Karya ini disusun dari bambu dan alang-alang, material lokal yang merepresentasikan keseimbangan, perlindungan, dan hubungan manusia dengan alam.

Pesan yang disampaikan seniman Ubud, I Wayan “Nano” Sudarna Putra dengan karya ikoniknya, “Not For Sale” mengatakan, jelas tanah bukan sekadar komoditas yang bisa diperjualbelikan tanpa batas. Pesan tersebut beresonansi sangat kuat dengan kondisi Kalimantan Timur.

Pameran foto bertajuk 'Risau' di tengah sawah Abian Carik, Desa Kapal, Mengwi, Badung, Bali, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Agus Eka/detikBali)
Pameran foto bertajuk ‘Risau’ di tengah sawah Abian Carik, Desa Kapal, Mengwi, Badung, Bali, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Agus Eka/detikBali)

Di provinsi ini, pertambangan batubara hadir hampir di setiap wilayah, dari kawasan hutan, daerah aliran sungai, hingga permukiman warga. Lubang-lubang tambang yang dibiarkan terbuka, pencemaran air, konflik lahan, serta hilangnya ruang hidup masyarakat adat dan lokal menjadi konsekuensi nyata dari model pembangunan berbasis eksploitasi sumber daya alam. Tanah di Kalimantan Timur tidak hanya berubah fungsi, tetapi juga kehilangan daya dukungnya bagi kehidupan.

Salah satu lahan tambang di Kaltim/Sirana.id
Salah satu lahan tambang di Kaltim/Rahma A

Dalam konteks ini, Kalimantan Timur diwakili oleh Rahma Alieffiyandi, jurnalis yang menjadi salah satu peserta dari daerah tambang yang berhasil menembus pameran nasional tersebut. Foto lubang tambang di Kaltim membawa pengalaman langsung dari wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi penyangga kebutuhan energi nasional, namun harus menanggung beban kerusakan ekologis dan sosial yang berkepanjangan.

Melalui keterlibatan seluruh provinsi, pameran ini menunjukkan bahwa persoalan eksploitasi tanah bukan isu sektoral atau lokal semata. Dari Bali dengan tekanan pariwisata, hingga Kalimantan Timur dengan tambang yang mengurung ruang hidup, pola yang muncul serupa: tanah diperlakukan sebagai objek ekonomi, bukan sebagai dasar kehidupan masyarakat.

Karya Not For Sale menjadi pengingat bahwa tanah yang dikeruk dan dijual, baik atas nama pembangunan maupun pertumbuhan ekonomi, menyisakan luka jangka panjang. Bagi Kalimantan Timur, pesan ini terasa mendesak. Di tengah masifnya tambang dan proyek ekstraktif, seni hadir sebagai bahasa lain untuk menyuarakan kegelisahan yang selama ini kerap diabaikan.

Instalasi ini menegaskan satu hal penting: tanah bukan sekadar sumber daya, melainkan identitas, ruang hidup, dan masa depan. Pesan yang relevan bagi seluruh Indonesia, namun terasa paling nyata di Kalimantan Timur yang hari ini masih bergulat dengan warisan panjang eksploitasi tambang. (Sirana.id)

Baca juga: Kuburan Terbuka Kaltim Itu Bernama Lubang Tambang Batu Bara

Tags: kalimantan timurlubang tambang
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Next Post
Potret Nelayan dan Salah Satu Ikan Kerapu © YLBKD/GC

Dukungan Budidaya Kerapu Berkelanjutan Dorong Ekonomi Nelayan dan Jaga Laut Maratua

Dok: Istimewa

Serikat Petani Indonesia Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir Sumatra sebagai Bencana Nasional

Ilustrasi Perdagangan/Freepik

Hari Buruh Migran Internasional, Komnas HAM Ungkap Maraknya TPPO Modus Online Scam yang Menjerat PMI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 days ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

2 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

2 weeks ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved