SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Amnesty International dan AKSI Kecam Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Pengkhianatan Terhadap Korban dan Reformasi

AdminSirana2 by AdminSirana2
11 November 2025
in Nasional
0
Aksi Kamisan/Santiko Budi via Shutterstock

Aksi Kamisan/Santiko Budi via Shutterstock

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 10 November 2025 – Amnesty International Indonesia bersama Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) secara tegas mengecam pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto dan Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam pernyataan publik yang dikeluarkan pada Hari Pahlawan, kedua organisasi menyebut keputusan ini sebagai “pemutarbalikan sejarah, pengkhianatan cita-cita reformasi 1998, serta penghinaan terhadap jutaan korban pelanggaran HAM” selama 32 tahun pemerintahan Orde Baru.

Pernyataan yang ditandatangani oleh Marzuki Darusman (Ketua AKSI), Ita Fatia Nadia (Sekretaris AKSI), dan Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia) ini menegaskan bahwa pemberian gelar tersebut bertentangan dengan mandat konstitusi dan keadilan yang diamanatkan Reformasi 1998. “Ini bukan sekadar ‘kesalahan’ yang dapat dimaafkan, melainkan kejahatan yang tergolong paling serius (most serious crimes) yang secara hukum tak bisa diputihkan,” bunyi pernyataan tersebut.

Kritik tajam juga dilayangkan terhadap konflik kepentingan dalam keputusan ini. Pernyataan itu menyoroti hubungan kekerabatan langsung Presiden Prabowo dengan Soeharto, serta dukungan Menteri AHY yang merupakan cucu dari Sarwo Edhie Wibowo. “Penetapan ini sarat dengan kesewenang-wenangan dan praktik nepotisme,” tulis mereka. Hal ini dinilai memperkuat kesan bahwa negara kini kembali tunduk pada kekuasaan yang menindas dan feodal.

Catatan kelam pelanggaran HAM selama rezim Soeharto secara rinci disebutkan dalam pernyataan tersebut, mencakup Pembantaian massal 1965–1966; Penembakan misterius (Petrus) 1982–1985; Tragedi Tanjung Priok 1984 dan Talangsari 1989; kekerasan sistematis di Aceh, Timor Timur, dan Papua; serta penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi 1997–1998. “Jutaan korban dan keluarganya hingga kini belum mendapatkan kebenaran, keadilan, maupun pemulihan,” tegas pernyataan itu.

Lebih lanjut, pemberian gelar ini dikaitkan dengan upaya sistematis menulis ulang sejarah Indonesia. Kekhawatiran ini terutama mengemuka melihat Menteri Kebudayaan yang mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan juga memimpin proyek penulisan ulang sejarah nasional. “Ini dikhawatirkan akan menyingkirkan kisah penderitaan korban dan perlawanan rakyat terhadap otoritarianisme Orde Baru,” tulis mereka.

Kedua organisasi mendesak pemerintah untuk segera membatalkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo, mengusut tuntas kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, menolak segala bentuk manipulasi sejarah, dan menegakkan kembali cita-cita reformasi 1998. “Negara seharusnya berpihak kepada korban, bukan pada pelaku pelanggaran HAM,” pungkas pernyataan itu, menegaskan bahwa pembatalan gelar merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap sejarah bangsa dan masa depan Indonesia. (Sirana.id)

Baca juga: Jaringan GUSDURian Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Pengkhianatan terhadap Reformasi dan Nilai Moral

Tags: HAMpahlawan nasionalsoeharto
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Ilustrasi Devil/Magdalene
Ceritarana

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

8 April 2026
Next Post
Dok: Istimewa

Desa Ponoragan Perbarui Data Penerima BLT Dana Desa melalui Musdesus

Dok: XR Kaltim Bunga Terung

Transisi Energi Gagal, Kaltim Makin Kecanduan Energi Fosil

Terdakwa Marliyati saat duduk di uang sidang PN Batam, Kamis (6/11/2025). (Alamudin/detikSumut)

Kekejian di Balik Tembok Rumah Mewah: PRT Dipaksa Makan Kotoran Anjing dan Perjuangan 21 Tahun Menanti UU Perlindungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

3 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

6 days ago
Ilustrasi Devil/Magdalene

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

2 weeks ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Mahasiswa FH Unmul Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak orangutan pendidikan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT
  • BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
  • Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved