SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Mahakam Ulu dan Samarinda Jadi Sorotan, Kasus Stunting Melonjak

AdminSirana2 by AdminSirana2
8 November 2025
in Kalimantan Timur
0
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita dalam Rapat Persiapan Rakor Percepatan Penurunan Stunting Kalimantan Timur (foto: Pemprov Kaltim)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita dalam Rapat Persiapan Rakor Percepatan Penurunan Stunting Kalimantan Timur (foto: Pemprov Kaltim)

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Upaya penurunan prevalensi stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan hasil yang belum memuaskan. Meski mengalami penurunan, laju penurunannya dinilai masih sangat lamban dan belum signifikan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini.

Berdasarkan data yang dihimpun, angka stunting Kaltim pada tahun 2023 berada di 22,9 persen. Pada tahun 2024, angka tersebut hanya turun tipis menjadi 22,2 persen. “Jadi hanya turun 0,7 persen, ini belum menunjukkan hasil yang cukup signifikan,” ujar Noryani di Samarinda, seperti dikutip dari rilis resmi.

Kenyataan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Menyikapi hal tersebut, DP3A Kaltim mengambil inisiatif untuk kembali membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Keputusan ini diambil meskipun masa kerja tim sebelumnya telah berakhir seiring dengan berlakunya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang masa berlakunya sampai dengan tahun 2024. Pembentukan kembali tim ini menunjukkan komitmen dan urgensi untuk lebih serius menangani masalah gizi kronis ini.

Peta Stunting Kaltim: Ada yang Turun Drastis, Ada yang Melonjak

Data yang dirinci oleh Noryani memperlihatkan peta yang tidak merata dari penanganan stunting di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim. Dari sepuluh daerah tersebut, hanya empat daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting, sementara beberapa daerah lainnya justru mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan.

Kota Bontang mencatat penurunan paling drastis. Prevalensi stunting di Bontang berhasil ditekan dari 27,4 persen menjadi 20,7 persen, atau mengalami penurunan sebesar 7,3 persen. Sementara itu, Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan angka stunting terendah di Kaltim, yaitu 14,2 persen.

Di sisi lain, sejumlah daerah justru mencatat kemunduran. Kutai Barat menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi, yakni 27,6 persen. Yang paling mengkhawatirkan adalah Kabupaten Mahakam Ulu yang mengalami peningkatan cukup tajam, dengan kenaikan hingga 9,5 persen. Ibu kota provinsi, Samarinda, juga tidak luput dari tren negatif ini dengan mengalami kenaikan 4,1 persen, diikuti oleh beberapa daerah lain.

Evaluasi dan Langkah Ke Depan

Untuk mempercepat penurunan stunting, Noryani menyatakan bahwa DP3A Kaltim telah melakukan langkah proaktif dengan mengirim surat kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Surat tersebut meminta laporan capaian, kendala di lapangan, serta rencana aksi nyata yang telah dan akan dilakukan selama periode 2022–2024.

Laporan dari daerah-daerah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang akar permasalahan di masing-masing wilayah. Dengan memahami kendala spesifik yang dihadapi, seperti masalah akses air bersih, pola asuh, ketahanan pangan keluarga, atau efektivitas program intervensi, pemerintah provinsi dapat menyusun strategi yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Perlu adanya kolaborasi yang lebih intensif antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat secara langsung. Komitmen politik dan alokasi anggaran yang memadai juga menjadi kunci untuk memastikan bahwa program penurunan stunting tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh akar rumput dan memberikan dampak yang signifikan bagi kualitas generasi muda Kaltim di masa depan. (Sirana.id)

Baca juga: WHO dan UNFPA Serukan Layanan Kesehatan Bayi dan Anak yang Lebih Aman

Tags: anak kalimantan timurDP3A Kaltimstunting kaltim
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa
Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

29 May 2026
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir
Kalimantan Timur

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

14 May 2026
Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Next Post
Poster Marsinah dan Soeharto pada Aksi Kamisan di Jakarta 8 Mei 2025/Toto Santiko Budi via Shutterstock

YLBHI Kecam Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto: Sebuah Pengkhianatan terhadap Reformasi dan Korban

Gusdur/gusdur.net

Jaringan GUSDURian Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Pengkhianatan terhadap Reformasi dan Nilai Moral

Aksi Kamisan/Santiko Budi via Shutterstock

Amnesty International dan AKSI Kecam Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Pengkhianatan Terhadap Korban dan Reformasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

1 week ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

1 week ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

3 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

3 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved