SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Tanpa Hutan Sehat, Ketahanan Pangan Terancam

AdminSirana2 by AdminSirana2
5 November 2025
in Nasional
0
Sidang Komisi Kehutanan Asia Pasifik. (foto: istimewa).

Sidang Komisi Kehutanan Asia Pasifik. (foto: istimewa).

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lebih dari 120 pakar dan pemimpin sektor kehutanan dari 20 negara berkumpul di Chiang Mai, Thailand, untuk membahas masa depan hutan regional dalam Sidang Ke-31 Komisi Kehutanan Asia-Pasifik (APFC 31) dan Pekan Kehutanan Asia-Pasifik 2025. Pertemuan yang berlangsung dari 3 hingga 7 November 2025 ini digelar oleh Departemen Kehutanan Kerajaan Thailand bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Agenda utamanya adalah memajukan visi ‘Hutan Sehat Menopang Masa Depan’ di tengah berbagai tantangan yang mengancam.

Hutan di kawasan Asia-Pasifik diakui memiliki peran yang sangat vital. Data menunjukkan bahwa hutan menopang kehidupan lebih dari 22 juta orang dengan menyediakan mata pencaharian, ketahanan pangan, dan mendukung produktivitas pertanian melalui jasa ekosistem seperti penyerbukan, menjaga keseburan tanah, dan pengaturan air. Selain itu, hutan berfungsi sebagai penyerap karbon dan menyimpan keanekaragaman hayati yang kaya, sehingga menjadi pilar penting untuk mencapai berbagai komitmen global seperti Perjanjian Paris, Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Namun, keberadaan hutan menghadapi tekanan besar. Konversi lahan, urbanisasi, pemanfaatan yang tidak berkelanjutan, serta ancaman yang dipicu iklim seperti deforestasi, kebakaran hutan, serangan hama, dan banjir semakin menggerus fungsi hutan. Menurut laporan FAO ‘The State of the World’s Forests 2024’, penurunan keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem ini membahayakan mata pencaharian jutaan orang. Melihat kondisi inilah, pertemuan di Chiang Mai berfokus pada pencarian solusi melalui pengelolaan hutan yang inovatif, kemitraan yang inklusif, dan kebijakan yang mendukung.

Tema “Hutan Sehat Menopang Masa Depan” menekankan peran fundamental hutan dalam menopang sistem pangan dan lanskap yang tangguh. Nikorn Siratochananon, Direktur Jenderal Departemen Kehutanan Kerajaan Thailand, menyatakan bahwa forum ini menjadi platform untuk berbagi pengalaman Thailand dalam pengelolaan hutan lestari dan belajar dari pihak lain. Ia menegaskan, “Platform ini memperkuat komitmen bersama kami untuk melestarikan hutan sebagai sumber kehidupan, mata pencaharian, dan ketahanan pangan.”

Pendapat senada disampaikan oleh Alue Dohong, Asisten Direktur Jenderal FAO dan Perwakilan Regional untuk Asia dan Pasifik. Ia menekankan hubungan langsung antara hutan dan pangan. “Hutan yang sehat adalah tulang punggung sistem pangan yang sehat. Hutan meningkatkan ketersediaan pangan dengan menyediakan beragam pangan liar dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui jasa ekosistem seperti penyerbukan, pengaturan air, dan perlindungan tanah,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, para peserta mendalami berbagai kontribusi hutan terhadap sistem agripangan yang berkelanjutan, termasuk berdasarkan penilaian Global Forest Resources Assessment 2025. Mereka juga mengeksplorasi pendekatan bioekonomi berbasis hutan yang diyakini dapat membuka jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja hijau.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah peluncuran laporan teknis bersama FAO, Center for International Forestry Research (CIFOR), dan World Agroforestry (ICRAF) berjudul “Agroforestry for Wood Production – Insights from Multifunctional Smallholder Tree Farming Systems in Asia and the Pacific”. Laporan ini memberikan panduan praktis bagi petani kecil untuk memproduksi kayu sekaligus mempertahankan fungsi ekosistem dan mendiversifikasi pendapatan, yang merupakan contoh nyata bagaimana hutan yang sehat dapat mendorong masa depan yang berkelanjutan.

Komitmen untuk kolaborasi regional ditegaskan oleh Preecha Ongprasert, Ketua APFC. “Asia-Pacific Forestry Commission (APFC) tetap menjadi jembatan penting bagi kolaborasi regional. Melalui pengetahuan bersama dan aksi kolektif, kita dapat memastikan hutan benar-benar menyokong masa depan,” katanya. Sheila Wertz-Kanounnikoff, Sekretaris APFC dan Staf Senior Kehutanan FAO, menambahkan bahwa pertemuan ini, yang berlangsung menjelang COP30 di Brasil, bertujuan mendorong kolaborasi dalam bioekonomi berbasis hutan, restorasi, serta aksi iklim dan keanekaragaman hayati. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa 380 juta petani kecil di Asia-Pasifik tidak tertinggal. Inisiatif seperti Result Asia-Pacific disebutkan akan terus mendukung restorasi lahan terdegradasi dan memperkuat ketahanan masyarakat. Sidang APFC berikutnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada tahun 2027. (sirana.id)

Baca juga: Deforestasi Global Melambat, Namun Hutan Tetap Dalam Tekanan Serius
Tags: hutanhutan asia-fasifikhutan sehat
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Ilustrasi Devil/Magdalene
Ceritarana

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

8 April 2026
Next Post
Ilustrasi koperasi merah putih

Desa Karang Tunggal Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Koperasi Merah Putih

Pesut Upin ditemukan mati/Dok YK RASI

Pesut Mahakam Bernama Upin Ditemukan Mati di Sungai, Hasil Nekropsi Tunggu Laboratorium

Ilustrasi perempuan pekerja/Freepik

Riset Buktikan UU Cipta Kerja Ancam Kesejahteraan Pekerja, Perempuan Paling Terdampak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

3 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

5 days ago
Ilustrasi Devil/Magdalene

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

1 week ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Mahasiswa FH Unmul Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak orangutan pendidikan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT
  • BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
  • Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved