SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Deforestasi Global Melambat, Namun Hutan Tetap Dalam Tekanan Serius

AdminSirana2 by AdminSirana2
21 October 2025
in Nasional
0
Salah satu contoh deforestasi yang ada di Kaltim/sirana.id

Salah satu contoh deforestasi yang ada di Kaltim/sirana.id

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) merilis laporan *Global Forest Resources Assessment 2025* (FRA 2025) yang mengungkapkan tren perlambatan laju deforestasi global dalam satu dekade terakhir. Kabar baik ini disampaikan dalam peluncuran laporan lima tahunan tersebut pada pertemuan *Global Forest Observations Initiative* (GFOI) Plenary yang diadakan di Bali, Indonesia.

Meski laju kehilangan hutan menunjukkan perbaikan, laporan ini sekaligus menegaskan bahwa ekosistem hutan masih menghadapi ancaman yang sangat besar. Hutan dunia saat ini masih menutupi area seluas 4,14 miliar hektar, setara dengan sepertiga dari total daratan bumi, yang setara dengan 0,5 hektar untuk setiap individu. Di samping tren perlambatan deforestasi global, laporan ini juga menyoroti kemajuan dalam aspek tata kelola kehutanan. Lebih dari separuh kawasan hutan global kini telah dikelola di bawah rencana pengelolaan jangka panjang, dan sekitar seperlima dari total luas hutan, atau setara dengan 813 juta hektar, telah berstatus sebagai kawasan lindung yang diakui secara hukum.

Namun, optimisme tersebut harus dibarengi dengan kewaspadaan, karena angka deforestasi absolut yang terjadi saat ini masih mencapai 10,9 juta hektar per tahun, sebuah angka yang masih tergolong sangat tinggi. Laporan ini mengingatkan kembali akan fungsi vital hutan yang tidak tergantikan, mulai dari perannya dalam mendukung ketahanan pangan, menyediakan mata pencaharian, menjadi sumber bahan baku dan energi terbarukan, hingga menjadi habitat utama bagi sebagian besar keanekaragaman hayati dunia. Hutan juga memainkan peran krusial dalam mengatur siklus karbon dan air global, serta dalam mengurangi risiko dan dampak dari bencana alam seperti kekeringan, degradasi lahan, erosi tanah, tanah longsor, dan banjir.

Direktur Jenderal FAO, QU Dongyu, dalam kata pengantar laporan tersebut, menekankan bahwa FRA merupakan evaluasi global paling komprehensif dan transparan mengenai kondisi, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya hutan. Data yang dihasilkan dimaksudkan untuk menginformasikan status hutan global kepada komunitas internasional sekaligus mendukung pengambilan keputusan, perumusan kebijakan, dan investasi yang terkait dengan hutan dan jasa ekosistem yang dihasilkannya.

Secara lebih rinci, laporan ini memaparkan bahwa laju kehilangan hutan bersih tahunan telah menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 10,7 juta hektar pada era 1990-an menjadi 4,12 juta hektar pada periode 2015 hingga 2025. Deforestasi bruto juga mengalami penurunan dari 17,6 juta hektar per tahun pada periode 1990-2000 menjadi 10,9 juta hektar per tahun pada 2015-2025. Namun, di sisi lain, laju perluasan hutan baru melalui penanaman justru ikut melambat, dari 9,88 juta hektar per tahun menjadi 6,78 juta hektar per tahun pada periode yang sama.

Sebagian besar hutan dunia, yaitu 92 persen atau setara dengan 3,83 miliar hektar, merupakan hutan yang beregenerasi secara alami. Meski luasnya telah menyusut sebanyak 324 juta hektar sejak tahun 1990, laju kehilangan bersihnya telah melambat secara signifikan. Penurunan luas yang paling nyata dalam dekade terakhir terjadi di kawasan Afrika dan Amerika Selatan, sementara benua Eropa justru mencatatkan peningkatan. Sementara itu, hutan primer, yang mencakup setidaknya 1,18 miliar hektar, terus mengalami kehilangan, meskipun lajunya telah berkurang setengahnya jika dibandingkan dengan awal tahun 2000-an.

Hutan tanaman, yang mencakup sekitar 8 persen dari total luas hutan dunia atau sekitar 312 juta hektar, telah mengalami peningkatan luas di semua wilayah sejak tahun 1990, walaupun pertumbuhannya melambat secara global dalam dekade terakhir. Di tengah dinamika tersebut, stok biomassa hutan dunia justru terus tumbuh, diperkirakan mencapai 630 miliar meter kubik, dengan stok karbon yang juga meningkat menjadi 714 gigaton.

Laporan ini juga menggarisbawahi meningkatnya upaya konservasi dan pengelolaan. Sebanyak 20 persen dari hutan dunia kini berada dalam kawasan lindung yang ditetapkan secara hukum, mengalami peningkatan sebesar 251 juta hektar sejak tahun 1990. Selain itu, lebih dari separuh hutan global, yaitu 2,13 miliar hektar, telah berada dalam rencana pengelolaan yang jelas, yang mencerminkan peningkatan sebesar 365 juta hektar sejak tahun 1990.

Namun, gangguan terhadap hutan tetap menjadi tantangan besar. Kebakaran dilaporkan mempengaruhi rata-rata 261 juta hektar lahan setiap tahunnya, dengan hampir setengahnya adalah kawasan hutan. Pada tahun 2020 saja, serangan serangga, penyakit, dan cuaca buruk telah merusak sekitar 41 juta hektar hutan, dengan dampak terparah terjadi di wilayah beriklim sedang dan dingin.

Dari aspek kepemilikan, 71 persen hutan dunia dimiliki oleh publik, sementara 24 persen lainnya berada di bawah kepemilikan swasta. Dari segi tujuan pengelolaan, sekitar 1,2 miliar hektar hutan dikelola terutama untuk produksi, 616 juta hektar untuk beragam penggunaan, dengan area tambahan yang dialokasikan khusus untuk konservasi keanekaragaman hayati (482 juta hektar), perlindungan tanah dan air (386 juta hektar), dan penyediaan layanan sosial (221 juta hektar).

Laporan FRA 2025 merupakan hasil dari upaya kolaboratif global yang melibatkan 236 negara dan wilayah. Proses penilaian ini didasarkan pada kontribusi data dari koresponden nasional yang ditunjuk secara resmi dari 197 negara dan wilayah, serta didukung oleh lebih dari 700 pakar di seluruh dunia. Informasi yang terkumpul sangat penting untuk memantau komitmen internasional, termasuk Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, Persetujuan Paris tentang Perubahan Iklim, Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming–Montreal, dan Rencana Strategis PBB untuk Kehutanan. (Sirana.id)

Baca juga: Laut Kalimantan Timur Dilirik, Sebab Hutan Kaltim Habis

Tags: deforestasiekosistem hutanhutan
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa
Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

29 May 2026
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik
Nasional

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

29 May 2026
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru
Ceritarana

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

13 May 2026
Next Post
foto bersama usai kegiatan (foto: Panitia)

Gali Potensi Perempuan Desa di Kecamatan Anggana

Poster Marsinah dan Soeharto pada Aksi Kamisan di Jakarta 8 Mei 2025/Toto Santiko Budi via Shutterstock

Apakah Gelar Pahlawan Bisa Menghapus Dosa Sejarah sebuah Rezim?

Suyadi saat pemaparan (foto: Pemerintah Anggana)

RT 02 Desa Sidomulyo Anggana, Wakili Kukar Dalam Lomba RT Teladan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

3 weeks ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

3 weeks ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

1 month ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

1 month ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved