SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Survei Nasional: Setengah Anak Indonesia Pernah Mengalami Kekerasan, Termasuk di Sekolah

AdminSirana2 by AdminSirana2
14 January 2026
in Ceritarana, Nasional, Ranaterkini
0
Ilustrasi kekerasan kepada anak/Freepik

Ilustrasi kekerasan kepada anak/Freepik

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Data Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 menunjukkan bahwa satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, termasuk di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan perlunya langkah pencegahan yang lebih terstruktur melalui kebijakan yang mendorong terciptanya budaya sekolah yang aman dan berpihak pada anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengatakan bahwa sekolah, guru, dan keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menghadiri peluncuran program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di SMP Negeri 2 Banjarbaru.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, Kementerian PPPA menyatakan dukungannya terhadap diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Menurut Arifah, aturan ini menjadi salah satu instrumen untuk mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih melindungi, inklusif, dan berkelanjutan.

Peraturan tersebut mengatur pemenuhan hak anak melalui empat pilar utama keamanan sekolah, yakni aspek spiritual, fisik, psikologis dan sosiokultural, serta digital. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan Satuan Pendidikan Ramah Anak yang dikembangkan Kementerian PPPA, yang bertujuan mencegah berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, sosial, maupun yang terjadi di ruang digital.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa BSAN disusun dengan pendekatan yang menekankan sisi kemanusiaan. Ia menilai peraturan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bagian dari strategi untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa regulasi tersebut dirancang secara komprehensif dan melibatkan partisipasi berbagai pihak. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang yang memberi rasa aman, menghargai, dan melayani, bukan menimbulkan rasa takut. Oleh karena itu, peran peserta didik didorong sebagai agen perubahan, sementara pendekatan sanksi diminimalkan agar budaya aman dapat tumbuh sebagai nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. (Sirana.id)

Tags: kasus kekerasankekerasan anak
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

persiapan penanganan karhutla di IKN (foto: Humas Otorita IKN)
Kalimantan Timur

Tangani Karhutla di IKN, Water Bombing Sasar Lima Titik Prioritas

5 September 2026
Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)
Nasional

RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026

25 August 2026
Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh (foto; istimewa)
Advertorial

Selesaikan Uji Kinerja 168 Jam, Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh dan Pangkas Emisi 110 Ribu Ton CO2

25 August 2026
Next Post
Laras Faizati, perempuan yang dijadikan tersangka setelah menyuarakan kritik di sosial media/Amnesty Indonesia

Amnesty: Vonis untuk Laras Harus Berpihak pada Keadilan

(Ilustrasi jurnalistik/Freepik)

Kebebasan Pers Kian Tertekan di Tengah Menguatnya Otoritarianisme

Bandara Maratua/RA

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

persiapan penanganan karhutla di IKN (foto: Humas Otorita IKN)

Tangani Karhutla di IKN, Water Bombing Sasar Lima Titik Prioritas

9 hours ago
Pupuk Kaltim turut berpartisipasi dalam Program Kolaborasi Relawan Bakti BUMN di Sumatera Barat. (Foto: Pupuk Kaltim)

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

1 day ago
Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)

RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026

2 weeks ago
Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh (foto; istimewa)

Selesaikan Uji Kinerja 168 Jam, Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh dan Pangkas Emisi 110 Ribu Ton CO2

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Bekantan di kawasan mangrove Delta Mahakam, sedang melompat (foto: Nofiyatul Chalimah)

Bekantan, Si Monyet Belanda yang Hanya Ada di Borneo

30 January 2025

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jatam kaltim jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Tangani Karhutla di IKN, Water Bombing Sasar Lima Titik Prioritas
  • Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango
  • RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved