SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Pembahasan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Mandeg, Tak Juga Disahkan Presiden

AdminSirana2 by AdminSirana2
14 February 2026
in Nasional, Ranaterkini
0
Memperingati Hari PRT Nasional 15 Februari/Istimewa

Memperingati Hari PRT Nasional 15 Februari/Istimewa

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, pada Hari Buruh, 1 Mei 2025 lalu Presiden Prabowo berpidato dan meminta DPR RI agar segera meminta pengesahan RUU PPRT di tahun 2025. Namun apa yang terjadi, bahkan menjanjikan prosesnya akan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Artinya, pada Agustus 2025 lalu, RUU itu seharusnya sudah disahkan. Namun hingga kini, RUU Perlindungan Pekerjaan Rumah Tangga (RUU PPRT) tak kunjung disahkan.

Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini, menyebut DPR berlarut-larut dalam pembahasan. Menurutnya, meski telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), prosesnya hanya berputar di forum tersebut tanpa kemajuan konkret.

“Tak ada kemajuan yang berarti. Padahal RUU PPRT ini sudah diperjuangkan selama 22 tahun. Sampai kapan para PRT harus menunggu perlindungan hukum bagi mereka agar terlindungi ketika bekerja?,” ujar Lita.

Hal senada disampaikan Koalisi Sipil untuk RUU PPRT. Mereka mengaku telah berulang kali bertemu dengan DPR, namun belum membuahkan hasil. Janji Presiden, menurut mereka, seharusnya bisa menjadi pegangan untuk mempercepat pengesahan.

Eva Kusuma Sundari dari Institut Sarinah yang mewakili koalisi menilai DPR seperti mandek membahas RUU tersebut. Ia juga menyoroti peran Ketua DPR RI, Puan Maharani, agar mengambil langkah nyata.

“DPR seperti mandeg membahas RUU ini, hingga saat ini berlarut-larut padahal janji Prabowo 3 bulan, namun yang terjadi, sampai hampir 1 tahun, tak ada kemajuan signifikan, seharusnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI berbuat sesuatu,” kata Eva.

Pada Hari PRT Nasional 15 Februari 2026, koalisi mendesak Presiden Prabowo untuk menepati janjinya. Jika tidak ada pengesahan, mereka menyatakan siap kembali menggelar aksi di DPR dan Istana.

Sebelumnya, setelah janji tersebut disampaikan pada 1 Mei 2025, para PRT memilih menahan aksi dan bersikap kooperatif dengan menemui DPR. Namun hampir setahun berlalu tanpa perubahan signifikan.

“Jika tidak juga disahkan, maka kami akan melakukan serangkaian aksi, kami akan kawal RUU ini sampai legal,” tegas Vivi Widyawati dari Perempuan Mahardhika.

Pernyataan ini disampaikan puluhan organisasi yang tergabung dalam Koalisi Sipil untuk Pengesahan UU PPRT dalam konferensi pers di Jakarta, 13 Februari 2026. Dalam rangkaian peringatan Hari PRT Nasional, koalisi juga menghimpun surat dari para aktivis perempuan senior kepada Presiden dan Ketua DPR RI.

Seorang PRT bernama Ajeng mempertanyakan keberpihakan Ketua DPR sebagai sesama perempuan. “Sudah berapakali Puan Maharani memimpin DPR, namun RUU ini tak juga disahkan, dimana keberpihakannya sebagai perempuan?,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Nyai Badriyah dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang menegaskan bahwa agama tidak membenarkan kekerasan dan eksploitasi terhadap PRT, serta negara harus hadir memberikan perlindungan.

Di momen Hari PRT Nasional 2026, koalisi juga meluncurkan tagar #Kawalsampailegal sebagai bentuk komitmen untuk terus mengawal pengesahan RUU tersebut pada 2026.

Mereka menuntut:

  1. DPR dan Presiden Prabowo segera mengesahkan RUU Perlindungan PRT.

  2. Ketua DPR RI, Puan Maharani, membawa RUU ini ke rapat paripurna untuk segera disahkan.

Hari PRT Nasional diperingati setiap 15 Februari sejak 2007. Peringatan ini berangkat dari kasus tragis Sunarsih, Pekerja Rumah Tangga Anak berusia 14 tahun yang meninggal dunia pada 2001 di Surabaya akibat penyiksaan dan eksploitasi berat oleh majikannya. Sejak peristiwa itu, tanggal 15 Februari diperingati sebagai momentum perjuangan perlindungan bagi PRT.

Sri Rachmawati dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mempertanyakan lambannya pengesahan RUU tersebut. “Apakah pemerintah dan DPR menunggu para PRT menjadi korban-korban lagi dan mereka baru akan mensahkan? Jangan sampai ada Sunarsih-Sunarsih lain lagi,” tegasnya.

Ainun dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga menyatakan, jika RUU tak kunjung disahkan, mereka siap turun ke jalan menuju Istana dan Gedung DPR. (Sirana.id)

Baca juga: Komnas Perempuan Tegaskan Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Tags: PPRTruu pprt
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir
Kalimantan Timur

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

14 May 2026
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru
Ceritarana

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

13 May 2026
Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Next Post
Ilustrasi makanan/Freepik

Teror terhadap Mahasiswa Pengkritik MBG Dinilai Serangan atas Kebebasan Akademik dan HAM

(Ilustrasi Demokrasi/Freepik)

Demokrasi Menurun, Regulasi Media Dinilai Semakin Renta

Personel Brimob mengenakan helm dan rompi khusus. (© Herwin Bahar via Shutterstock)

Pelajar 14 Tahun Tewas Dipukul Menggunakan Helm oleh Oknum Brimob

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

2 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

2 weeks ago
Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

3 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

1 month ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan
  • Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi
  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved