SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Mempelajari Manfaat Pangan Orangutan di Wehea-Kelay Buat Manusia

Sirana.id by Sirana.id
10 December 2024
in Ceritarana, Uncategorized
0
KETERANGAN FOTO Anak orangutan sedang memakan buah pohon ara. Pohon ara (Ficus sp) saat berbuah, adalah surga bagi orangutan dan lumrah dijumpai berkelompok dalam satu pohon di habitat asalnya. (Credit: Bonfilio YB Hartono)

KETERANGAN FOTO Anak orangutan sedang memakan buah pohon ara. Pohon ara (Ficus sp) saat berbuah, adalah surga bagi orangutan dan lumrah dijumpai berkelompok dalam satu pohon di habitat asalnya. (Credit: Bonfilio YB Hartono)

0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pangan orangutan di Bentang Alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur menjadi bahan penelitian para peneliti dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Di dalam  Bentang Alam Wehea-Kelay, sebanyak 59 jenis pakan orang utan telah diteliti oleh periset dari Universitas Mulawarman dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

Dari penelitian tersebut, ditemukan ada sekitar 30 jenis tumbuhan yang memiliki informasi etnofarmakologi (bioaktivitas dan nutrisi). Kajian ini membuka jendela baru atas manfaat orang utan kalimantan dan habitatnya. Tidak hanya akan bermanfaat bagi kesehatan manusia, namun juga pengembangan ekonomi masyarakat berbasis bioprospeksi.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma memaparkan lebih lanjut. Jadi, Tim riset gabungan dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman bersama YKAN melakukan penelitian terhadap pakan orang utan. Sepanjang 2023, para peneliti ini telah mengidentifikasi  227 jenis pakan orang utan. Mereka kemudian mengerucutkan menjadi 11 jenis pakan dengan mencari bioaktivitas dan kandungan nutrisi.

“Ketemulah jenis Macaranga conifera ini yang memiliki potensi anti-kanker, anti-diabetes, dan anti-oksidan yang bisa diturunkan untuk produk perawatan kulit,” ujar dia dalam acara Ekspos Hasil Kolaborasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Skala Bentang-Alam di Wehea-Kelay, pada Selasa 10 Desember 2024 di Samarinda.

Kemudian, setelah menemukan macaranga conifera itu, tim membuat produk perawatan yang berkhasiat untuk antipenuaan dini, antijerawat, pencerah wajah.

“Tiga produk tersebut dipilih sesuai dengan kondisi pasar saat ini,” ujar  Irawan sembari menunjukkan sampel produk perawatan kulit dengan nama dagang WEMACA (Wehea-Kelay Macaranga). Dia mengatakan tidak menutup kemungkinan, akan lebih banyak produk turunan. Lantaran masih banyak jenis pakan lain yang belum dioptimalkan khasiatnya.

Keberadaan habitat orangutan berada di Bentang Alam Wehea-Kelay ini pun sangat penting. Keberadaan orangutan dijadikan dasar kolaborasi 23 pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat  dalam mengelola bentang alam seluas 532.143 hektare tersebut.

Sebab, kelestarian bentang alam ini bermakna penting. Ketua Forum Kolaborasi Bentang Alam Wehea-Kelay Anwar Sanusi mengatakan, kontribusi keanekaragaman hayati dari kawasan ini tidak diragukan lagi. Menurutnya, dari data Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (2023), bentang alam ini menyumbang sekitar 35 persen pencapaian Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL).

“Indeks ini menggambarkan kualitas tutupan lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi nonhutan,“ ujar Anwar.

Bentang Alam Wehea-Kelay mempertahankan keanekaragaman hayati di dalamnya. Berdasarkan survey yang dilakukan forum, ada sekitar 1.200 individu orang utan kalimantan dan lebih dari 1.400 jenis satwa liar yang mendiami kawasan berhutan ini.  Wilayah ini juga merupakan kawasan penyangga Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay dan DAS Wahau bagi masyarakat Kecamatan Kelay di Kabupaten Berau dan Kecamatan Kombeng, Kecamatan Wahau, serta Kecamatan Telen di Kutai Timur.

Selain itu, setidaknya ada sekitar 30 ribu jiwa yang menggantungkan sumber air dari ekosistem ini. Anwar mengatakan dengan menjadikan perlindungan habitat orang utan sebagai kunci kolaborasi ternyata banyak peluang yang terbuka.

“Memang banyak pelajaran dan kebijaksanaan dari orangutan untuk kemaslahatan,”  jelas lelaki yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur tersebut. (Sirana.id)

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Bandara Maratua/RA
Ceritarana

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

16 January 2026
Laras Faizati, perempuan yang dijadikan tersangka setelah menyuarakan kritik di sosial media/Amnesty Indonesia
Ceritarana

Amnesty: Vonis untuk Laras Harus Berpihak pada Keadilan

15 January 2026
Ilustrasi kekerasan kepada anak/Freepik
Ceritarana

Survei Nasional: Setengah Anak Indonesia Pernah Mengalami Kekerasan, Termasuk di Sekolah

14 January 2026
Next Post
Ilustrasi kota Samarinda, Kalimantan Timur (sirana.id)

UMP Kalimantan Timur Tahun 2025 Jadi Rp 3,57 Juta

Diskusi publik di Teluk Lerong Garden, Samarinda (foto: Panitia)

Saat Masyarakat Sipil Melawan Impunitas di Tepi Mahakam

Ilustrasi masyarakat yang menonton konser di Samarinda (Sirana.id)

Beban Ekonomi Semakin Berat, Jumlah Kelas Menengah Turun 18,8 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

ilustrasi pesisir di Pulau Jawa

Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain

24 hours ago
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

2 days ago
Bandara Maratua/RA

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

3 days ago
(Ilustrasi jurnalistik/Freepik)

Kebebasan Pers Kian Tertekan di Tengah Menguatnya Otoritarianisme

3 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak ancaman jurnalis balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar gempa ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim KUHAP kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak perempuan perempuan pekerja perubahan iklim pesut pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang wisata yayasan mitra hijau
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain
  • Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat
  • Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved