Namanya Yayasan Kalasahan. Dalam bahasa Bajau, Kalasahan artinya kesayangan. Namun, Kalasahan yang ini adalah sebuah sekolah gratis untuk anak-anak Maratua belajar Bahasa Inggris.

Di tepi pantai, anak-anak akan menggeret bangku-bangku kecil menuju pepohonan di tepi pantai. Senin hingga Jumat, mereka akan membuat pantai meriah dengan nyanyian dan sahutan-sahutan dalam Bahasa Inggris yang diselingi tawa kecil. Yayasan Kalasahan ini berdiri sejak 2021 lalu. Sekolah berjalan dan tak sedikit jadi tujuan para turis berbagi ilmu dengan anak-anak. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pun sudah mengunjungi sekolah ini.

Cita-cita, Marwa Serlyanti Al Idrus yang membuat Yayasan Kalasahan, Maratua adalah membuat anak-anak Maratua tak jadi penonton di pulaunya sendiri. Kelak, atau bahkan kini pun, Maratua telah jadi pilihan para turis untuk healing. Bahasa Inggris pun dirasa jadi kunci dan mengajar soal alam juga penting, untuk memastikan Pulau Maratua masih bisa dinikmati anak-anak di masa depan. Sekolah lalu dibuka, di tepi pantai Teluk Harapan. Tak jauh dari dermaga umum Pulau Maratua.

Namun, menjalankan Maratua, tidak mudah. Begitu diakui Revalusia yang juga bagian dari Yayasan Kalasahan. Berbagai cara pun dicoba. Seperti menjual merchandise dan kini, mereka juga punya program perpustakaan keliling yang akan memberikan lebih banyak benefit bagi anak-anak maratua dan donaturnya.

“Apa benefit yang didapat dari program ini? Untuk Kalasahan sendiri benefit yang didapatkan adalah bisa meraih banyak anak dan memberikan akses ke buku berkualitas. Untuk para donatur sendiri akan mendapatkan merchandise sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu, jika mengumpulkan 12 point,” kata dia

Lanjutnya, mereka saat ini masih berusaha mendapatkan cara untuk bisa mendapatkan gaji tenaga pengajar, sewa kontrakan dan izin tempat belajar.
Dia pun berharap, Kalasahan bisa berjalan dengan lancar, guru bisa dapat sesuai dengan jasanya dan tetap bisa melanjutkan hidup. (sirana.id)















