SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Hari Ibu 22 Desember: Bukan Hanya Ucapan, tapi Lanjutan Perjuangan Perempuan untuk Keadilan

AdminSirana2 by AdminSirana2
26 December 2025
in Ceritarana, Nasional, Ranaterkini
0
Ilustrasi Perempuan Melawan/Freepik

Ilustrasi Perempuan Melawan/Freepik

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 22 Desember 2025 – Setiap 22 Desember, kita memperingati Hari Ibu. Namun, tahukah kita bahwa hari ini memiliki akar sejarah yang jauh lebih dalam dan bermakna dari sekadar ucapan dan penghormatan simbolis? Tanggal ini ditetapkan untuk mengenang Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928, di mana ribuan perempuan dari berbagai daerah berkumpul untuk bersatu dan merumuskan agenda perjuangan melawan penjajahan, ketidakadilan, dan untuk hak-hak mereka. Ini adalah momen di mana para perempuan, termasuk para ibu, mendeklarasikan diri sebagai bagian aktif dari pergerakan bangsa. Itu adalah ruang konsolidasi perjuangan melawan kolonialisme, melawan ketidakadilan struktural, dan melawan kekerasan berbasis gender yang secara sistematis merampas martabat dan kedaulatan perempuan.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, menegaskan bahwa sejarah panjang pergerakan Indonesia telah membuktikan kepemimpinan dan daya juang perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan kemerdekaan dan keadilan sosial. “Perempuan bergerak, mengorganisir, dan melawan untuk kemerdekaan, pengakuan atas tubuh, suara, martabat, serta hak-haknya,” tegasnya. Semangat inilah yang menjadi roh dari peringatan 22 Desember. Namun, memasuki usia hampir satu abad, denyut perjuangan tersebut justru terus diuji oleh realitas zaman yang kian kompleks. Komisioner Komnas Perempuan, Chaterina Pancer Istiyani, menyoroti bahwa gerakan perempuan saat ini menghadapi berbagai krisis yang saling berkelindan. Mulai dari krisis tata kelola kebangsaan dan kemunduran demokrasi, hingga krisis iklim dan ekologi yang dampaknya paling keras dirasakan oleh perempuan. Situasi multidimensi ini mempersempit ruang gerak perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan.

Di tengah tantangan yang membelit, Komnas Perempuan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang, para perempuan pembela hak asasi manusia yang tetap teguh bersuara melawan kekerasan, eksploitasi, dan ketidakadilan. Mereka berjuang dengan beban menghadapi intimidasi, kriminalisasi, dan pelabelan negatif yang sistematis. Pada peringatan tahun 2025 ini, Komnas Perempuan menegaskan pentingnya merawat memori kolektif bangsa bahwa 22 Desember adalah hari milik gerakan perempuan dalam segala ragamnya. “Peringatan 22 Desember adalah hari bagi gerakan buruh perempuan, gerakan perempuan adat, gerakan perempuan akar rumput untuk memperjuangkan ruang keadilan dan penghidupan perempuan yang setara dan bermartabat,” tukas Chaterina.

Dalam konteks kekinian, upaya perempuan merebut ruang aman justru terjadi di tengah struktur pemiskinan yang menguat dan penggunaan instrumen hukum yang cenderung represif. Suara perempuan yang menuntut keadilan kerap dihadapkan pada stigma, pelaporan balik (SLAPP), ancaman struktural, hingga konflik horizontal yang sengaja diadu-domba. Data yang dihimpun Komnas Perempuan sepanjang 2025 memberikan gambaran suram: terdapat 25 pengaduan kasus kriminalisasi terhadap Perempuan Pembela HAM (PPHAM). Selain itu, tercatat empat perempuan menghadapi proses hukum karena menyuarakan kritik dan pendapat pada Agustus 2025. Ratusan perempuan, khususnya ibu dan istri yang terdampak peristiwa unjuk rasa, masih bergulat dengan trauma mendalam. Ribuan pengungsi hidup dalam ketidakpastian, sementara lima jurnalis perempuan mengalami tindakan kekerasan sepanjang tahun.

Dalam banyak kasus yang dilaporkan, korban tidak hanya mengalami kekerasan awal, tetapi juga vitkimisasi berlapis. Mereka berhadapan dengan proses hukum yang bias gender, kuatnya budaya menyalahkan korban, serta minimnya akses terhadap pemulihan yang komprehensif dan berperspektif korban. Kondisi ini bukan hanya memperpanjang siklus kekerasan, tetapi juga menjadi cermin nyata terjadinya pengikisan capaian pemajuan hak perempuan yang telah diperjuangkan puluhan tahun. Melemahnya dukungan dan perlindungan negara memperparah keadaan tersebut.

Menutup pernyataannya, Chaterina menegaskan bahwa peringatan 22 Desember harus menjadi ruang refleksi kolektif yang jujur, baik bagi negara maupun masyarakat luas. Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menghadirkan narasi faktual dan sejarah yang utuh mengenai Hari Pergerakan Perempuan, mengakui kontribusi nyata perempuan dalam membangun bangsa. Lebih dari itu, negara wajib memberikan dukungan kuat pada capaian-capaian gerakan perempuan, termasuk dengan menjamin perlindungan atas kebebasan ruang gerak sipil. Hanya dengan komitmen nyata untuk merawat keadilan dan kesetaraan, semangat 22 Desember 1928 dapat hidup kembali sebagai kekuatan kolektif untuk melawan segala bentuk ketidakadilan dan merawat martabat kemanusiaan yang menjadi cita-cita para perintis gerakan perempuan Indonesia. (Sirana.id)

Baca juga: Perempuan Mahardhika Serukan Aksi Nasional: Kerja Layak dan Bebas Kekerasan Mustahil Terwujud di Bawah Rezim Anti Demokrasi

Tags: hari ibukomnas perempuankongres perempuan
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Next Post
Ilustrasi Upah/Freepik

Gaji Minimum di Kaltim Naik, Mulai Rp 3,7 Juta Hingga Rp 4,3 Juta per Bulan

pakww via Shutterstock

Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Relawan Bencana di Aceh

Ilustrasi Narkoba/ Freepik

Samarinda, Balikpapan, dan Bontang Masuk Peta Wilayah Rawan Narkoba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

6 days ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

2 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

2 weeks ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved