Samarinda – Citra satelit yang digunakan Jaringan Advokasi Pertambangan (Jatam) Kaltim, berhasil merekam sekitar 44 ribu lubang tambang di Kaltim yang menganga. Sejak 2011, ribuan lubang tambang di Kaltim ini telah mengambil nyawa sedikitnya 51 orang warga Kaltim yang sebagian besar anak-anak. Semangat membuka tangan untuk investasi tambang, tak sejalan dengan upaya reklamasi kolam tambang.
Urusan reklamasi pun jadi pekerjaan rumah yang tak pernah selesai. Alih-alih melakukan pemulihan lahan lubang tambang di Kaltim, ide lubang tambang untuk sumber air minum, pariwisata, hingga aquaculture justru yang terus muncul.
Untuk sumber air minum misalnya, pemerintah telah bekerja sama dengan Indominco di Kutai Timur, untuk memanfaatkan air kolam tambang mereka, jadi sumber air bagi Bontang dan sebagian Kutai Timur. Ide pemanfaatan air lubang tambang ini pun, rupanya akan disebarkan. Hal ini terungkap dalam kunjungan Gubernur Rudy Mas’ud ke lubang tambang PT KPC yang disebut Telaga Batu Arang.
“Kalau memang void ini bisa dimanfaatkan, tolong berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup bahwa air ini layak dikonsumsi,” kata Rudy seperti dikutip dari unggahan Pemprov Kaltim pada Sabtu, 6 September 2025.
Lubang tambang ini menurutnya, bisa dipakai untuk pemanfaatan budidaya ikan, wisata, dan olahraga dayung.
“Dibuka untuk umum, tidak lain agar atlet-atlet dayung daerah bisa memanfaatkannya. Dan ini berlaku bagi semua void-void tambang yang tersebar di seluruh daerah di Kaltim ini,” pesan Harum.
Community Empowerment PT KPC Nanang Supriyadi pun menyambut gagasan Rudy Mas’ud itu. Dia menjelaskan pihaknya secara rutin melakukan uji layak air Telaga Batu Arang, baik tingkat kekeruhan, keasaman dan kandungan logam.
“Per bulan pengecekan kualitas air dilakukan menggunakan jasa laboratorium tersertifikasi,” ujarnya, didampingi GM ESD PT KPC Wawan Setiawan.
Potensi akuakultur air tawar Telaga Batu Arang selain lokasi wisata juga dilakukan budidaya ikan, seperti ikan nila, patin, lele dan bawal air tawar.
“Kami sudah lakukan survey melibatkan Universitas Mulawarman dan IPB. Dengan kualitas PH sangat baik, maka dapat didistribusikan untuk air baku PDAM,” jelasnya.
Baca selengkapnya: Warga Bontang dan Kutai Timur, Akhir 2025 Bersiaplah Konsumsi Olahan Air Kolam Tambang
Ide lain lubang tambang untuk pengendalian banjir di Samarinda juga pernah dikemukakan Persatuan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Kalimantan Timur pada 2020. Kata mereka, lubang tambang bisa jadi penampungan air yang melimpah saat banjir. Konsepnya seperti kolam retensi ataupun polder.
Selain itu, mengubah lubang tambang jadi wisata, sudah dilakukan di beberapa lokasi. Namun, menjadikan lubang itu jadi tempat wisata bukan garansi kolam tambang tak jadi maut. Misal pada Juni 2023, bocah laki-laki berusia 11 tahun berinisial AH ditemukan tewas tenggelam saat bermain di Wisata Danardana, Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Danau yang jadi lokasi wisata itu, sebelumnya adalah lubang tambang.
Jatam Kaltim pun sempat mengeluhkan danau tambang yang disulap jadi tempat wisata. Sebab, tidak ada kepastian keamanan. Juga, bagaimana danau bekas tambang itu benar-benar bebas zat beracun. (Sirana.id)















