SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Kampanye Literasi Kebencanaan: UNESCO dan BRIN Gabungkan Sains Modern dengan Kearifan Lokal

AdminSirana2 by AdminSirana2
14 December 2025
in Nasional, Ranaterkini
0
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 11 Desember 2025 – Menjelang akhir tahun 2025, program MOST UNESCO–BRIN (Management Of Social Transformation) mengkampanyekan hasil inisiatifnya yang berjudul “Literasi Kebencanaan Inklusif Berbasis Lokal Pengetahuan”. Strategi program ini dirancang untuk memperkuat ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi risiko bencana, dengan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal serta melibatkan kelompok rentan.

Direktur Eksekutif MOST UNESCO Indonesia, Dr. Irine Hiraswari Gayatri, menegaskan pentingnya pendekatan gabungan ini. “Kearifan lokal telah lama menjadi panduan masyarakat dalam membaca tanda alam dan bertahan dari bencana. Dengan menggabungkannya dengan ilmu pengetahuan kontemporer, kita dapat membangun model kesiapsiagaan yang jauh lebih relevan dan inklusif,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/12).

Program yang dilaksanakan pada April-Mei 2025 ini memiliki tiga tujuan utama: (1) menyatukan pengetahuan lokal dengan sains modern, (2) memastikan akses informasi kebencanaan bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, lansia, dan anak-anak, serta (3) mendokumentasikan pengetahuan lokal agar tidak punah. “Pengetahuan lokal adalah warisan berharga. Jika tidak dicatat dan diajarkan kembali, ia akan hilang,” tambah Irine.

Pelaksanaan program dilakukan melalui serangkaian lokakarya partisipatif di Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Yogyakarta. Masyarakat dan kelompok rentan diajak untuk menggali pengetahuan lokal, meninjau data ilmiah, dan panduan menyusun literasi bencana yang mudah dipahami. “Kami memastikan proses belajar bersifat dua arah. Komunitas bukan hanya penerima, tetapi produsen pengetahuan,” jelas Irine.

Urgensi program ini sangat tinggi mengingat Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Menurut Irine, mengandalkan pendekatan teknokratis saja tidak cukup. “Mitigasi harus berbasis komunitas. Kearifan lokal adalah alat adaptasi yang terbukti bertahan selama ratusan tahun,” tegasnya. Inklusivitas menjadi prinsip kunci agar setiap warga negara dapat mengakses pengetahuan dan berpartisipasi dalam kesiapansiagaan.

Program ini telah menghasilkan berbagai keluaran, seperti panduan literasi kebencanaan, modul pelatihan, dan media pembelajaran yang ramah bagi anak dan kelompok rentan. Manfaatnya sudah terlihat dari meningkatnya kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko hingga terbentuknya jejaring kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, akademisi, dan BRIN. “Kami ingin literasi kebencanaan menjadi budaya, bukan sekadar proyek,” pungkas Irine.

MOST UNESCO–BRIN juga memberikan rekomendasi praktis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, seperti mendokumentasikan pengetahuan lokal melalui wawancara keluarga, membuat peta risiko berbasis warga, mengadakan diskusi rutin, membangun sistem peringatan dini komunitas, dan menyediakan tugas siaga bencana di setiap rumah. Pendekatan edukatif melalui permainan dan cerita rakyat juga dianjurkan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak.

Program ini merupakan langkah jangka panjang menuju budaya sadar bencana yang inklusif dan berkelanjutan. “Dengan menyatukan ilmu modern dan kearifan lokal, kita tidak hanya membangun masyarakat yang tangguh, tetapi juga menjaga identitas budaya kita tetap hidup,” tutup Irine. PALING UNESCO–BRIN berharap program ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat siaga bencana. ( Sirana.id)

Baca juga: https://sirana.id/banjir-besar-sumatra-dianggap-akibat-krisis-agraria-dan-ekologis-yang-dibiarkan/

Tags: bencana sumateraBRIN
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Next Post
Dok: Humas BRIN

BRIN Dorong IKN Dibangun dengan Fondasi Sosial-Budaya dan Lingkungan yang Kuat

Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Pameran Seni Nasional Menyorot Dampak Tambang di Kalimantan Timur

Potret Nelayan dan Salah Satu Ikan Kerapu © YLBKD/GC

Dukungan Budidaya Kerapu Berkelanjutan Dorong Ekonomi Nelayan dan Jaga Laut Maratua

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 days ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

2 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

2 weeks ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved