Maratua — Upaya penguatan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus perlindungan ekosistem laut terus dilakukan di Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Salah satunya melalui program budidaya perikanan berkelanjutan yang didukung oleh Global Conservation (GC) bersama Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YBLKD). Program ini menyasar Kelompok Nelayan Kerapu Kampung Payung-Payung sebagai bagian dari strategi mendorong kesejahteraan nelayan tanpa mengorbankan kelestarian laut.

Dalam program tersebut, GC melalui YBLKD menyalurkan bantuan berupa 1.000 ekor bibit ikan kerapu cantang dengan ukuran awal sekitar 10 sentimeter. Bibit-bibit ini dikelola secara bersama oleh 10 orang nelayan yang tergabung dalam kelompok, dengan sistem kerja kolektif dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Kegiatan budidaya ini mulai dijalankan sejak Mei 2025 dan disertai dengan pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan pakan, perawatan harian, hingga penerapan praktik budidaya yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.
Sejak awal pelaksanaan, program ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Desember 2025, ikan kerapu cantang yang dibudidayakan telah tumbuh mencapai ukuran sekitar 20 hingga 25 sentimeter. Pertumbuhan yang stabil ini menjadi indikator bahwa metode budidaya yang diterapkan berjalan dengan baik, sekaligus mencerminkan komitmen, kedisiplinan, dan keseriusan para nelayan dalam merawat ikan setiap hari.
Tidak hanya berdampak secara ekonomi, kegiatan budidaya ini juga membawa manfaat besar bagi lingkungan laut. Kehadiran usaha akuakultur berkelanjutan memberikan alternatif mata pencaharian bagi nelayan, sehingga ketergantungan terhadap penangkapan ikan di alam dapat dikurangi. Dengan adanya sumber pendapatan yang lebih stabil, program ini diharapkan mampu menekan praktik penangkapan ikan yang merusak dan ilegal, seperti penggunaan bom ikan, racun, maupun alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Saat ini, kelompok nelayan belum merencanakan panen dalam waktu dekat. Mereka memilih menerapkan strategi panen bertahap atau parsial pada waktu yang dianggap paling tepat. Hasil panen awal nantinya akan dimanfaatkan kembali untuk membeli pakan, sehingga siklus budidaya dapat terus berjalan dan mendukung pertumbuhan ikan yang tersisa hingga mencapai ukuran ideal dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Melalui pendekatan ini, Kelompok Nelayan Kerapu Kampung Payung-Payung tidak hanya membangun usaha perikanan yang berkelanjutan, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga ekosistem laut Maratua. Program ini sekaligus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan, memperkuat kemandirian ekonomi nelayan, serta membuktikan bahwa perlindungan alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan. (Sirana.id)
Baca juga: Kenalan dengan Kampung Payung Payung di Pulau Maratua















