SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Jargon Belaka, Implementasi Jauh dari Janji

AdminSirana2 by AdminSirana2
20 November 2025
in Nasional
0
Center of Economic and Law Studies

Center of Economic and Law Studies

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Para pakar dari sejumlah lembaga penelitian menyoroti adanya paradoks atau pertentangan dalam dokumen komitmen iklim terbaru pemerintah Indonesia, yang disebut SNDC. Di satu sisi, dokumen itu berisi target restorasi gambut dan laut, tetapi di sisi lain, kebijakan nyata justru masih membuka ruang bagi proyek-proyek ekstraktif yang merusak lingkungan.

Ekonomi vs Ekologi: Keraguan atas Target Ambisius

Pemerintah Indonesia telah menyerahkan dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) kepada PBB. Dokumen ini menargetkan pertumbuhan ekonomi tinggi, hingga di atas 8% pada 2029. Namun, Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, meragukan implementasinya. Menurutnya, forum iklim dunia seperti COP kerap hanya menjadi ajang negosiasi bisnis sumber daya alam.

“Berbagai solusi yang ditawarkan, seperti pasar karbon, bukanlah cara sungguhan untuk mengurangi emisi. Itu justru kebijakan yang memberi ruang bagi sektor penghasil emisi tinggi untuk terus beroperasi,” ujar Bhima.

Sorotan utama adalah tidak adanya komitmen tegas untuk pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dalam dokumen SNDC. Bhima memaparkan, 20 PLTU paling berisiko tidak hanya menyumbang emisi karbon, tetapi juga polusi udara PM2.5 yang berbahaya.

“Dampak ekonominya sangat besar. Kerugian di sektor kesehatan diperkirakan mencapai Rp 1.813 triliun. Sementara, pendapatan petani dan nelayan bisa mengalami kerugian hingga Rp 48,4 triliun per tahun akibat polusi ini,” pungkasnya.

Paradoks Gambut: Janji Restorasi vs Proyek Perusakan

Yang ironis, sumber emisi terbesar Indonesia justru berasal dari perubahan penggunaan lahan, kebakaran hutan, dan gambut (63%), bukan dari sektor energi. Meski SNDC menjanjikan restorasi 2 juta hektar lahan gambut, realitanya proyek-proyek yang mengubah kawasan gambut masih berjalan.

Syafiq Gumilang dari Pantau Gambut menyebut situasi ini sebagai paradoks. “Sementara pemerintah berjanji memulihkan gambut, di lapangan justru banyak proyek pembangunan skala luas yang mengubah area esensial ekosistem gambut,” ujarnya.

Syafiq mendesak pemerintah untuk serius melakukan moratorium permanen untuk industri ekstraktif dan perkebunan di kawasan gambut. Analisis Pantau Gambut menunjukkan, terdapat 3,3 juta hektar perkebunan sawit ilegal di dalam kawasan hutan, dengan ratusan ribu hektar di antaranya berada di lahan gambut yang rentan terbakar.

Ancaman Serupa di Sektor Laut

Nasib serupa juga menimpa sektor kelautan. Erwin Suryana dari KIARA menyatakan bahwa meski SNDC menyebut strategi blue carbon dan ekonomi biru, pembahasan tentang perlindungan laut masih minim.

“SNDC bisa jadi hanya menjadi alat untuk melempar tanggung jawab. Negara menjadi fasilitator pasar karbon, korporasi jadi pendana, sementara nelayan, yang paling rentan merasakan dampaknya, hanya dijadikan objek,” kata Erwin.

Ia memberi contoh nyata ancaman tersebut, seperti sedimentasi dari tambang nikel di pulau-pulau kecil yang merusak lamun dan terumbu karang. Kerusakan ini berdampak langsung pada penurunan hasil tangkapan nelayan dan bahkan bisa bersifat permanen.

Tags: iklimkarbon
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Ilustrasi Devil/Magdalene
Ceritarana

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

8 April 2026
Next Post
Bendungan Intake Sepaku yang menutup akses sungai untuk Suku Balik

Penelitian BRIN Ungkap Risiko Krisis Air di IKN, Warga Sudah Rasakan Dampaknya

Ilustrasi ChatGPT. (CBS News)

Komdigi Ancam Blokir ChatGPT hingga Wikipedia, Koalisi Damai Anggap Kebijakan Sewenang-wenan

Ilustrasi anak/Freepik

Tingkatkan Edukasi Digital, Kunci Cegah Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

17 hours ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

3 days ago
Ilustrasi Devil/Magdalene

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

1 week ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Mahasiswa FH Unmul Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak orangutan pendidikan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT
  • BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
  • Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved