SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Jaringan GUSDURian Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Pengkhianatan terhadap Reformasi dan Nilai Moral

AdminSirana2 by AdminSirana2
10 November 2025
in Nasional
0
Gusdur/gusdur.net

Gusdur/gusdur.net

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, Jaringan GUSDURian menyatakan penolakan tegas terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Dalam pernyataan sikapnya, organisasi yang dipimpin Alissa Wahid ini menilai penganugerahan gelar tersebut sebagai sebuah pengkhianatan terhadap semangat reformasi dan nilai-nilai kepahlawanan yang sejati.

Pernyataan tersebut menyoroti dilema yang muncul dalam peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Di satu sisi, momentum ini seharusnya menjadi ajang penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa membangun bangsa, namun di sisi lain justru digunakan penguasa untuk “membuka luka lama dalam salah satu sejarah paling kelam negara Indonesia.”

Jaringan GUSDURian mengakui bahwa Soeharto memang dianggap memiliki jejak dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan, termasuk dalam swasembada pangan serta stabilitas politik dan ekonomi. Namun, mereka menegaskan bahwa memori kolektif bangsa Indonesia justru menunjukkan catatan kelam selama 32 tahun kekuasaan rezim Orde Baru.

“Selama berkuasa, Soeharto terlibat dalam berbagai tindakan yang mencederai nilai-nilai kepahlawanan,” bunyi pernyataan resmi tersebut. Rezim Orde Baru dinyatakan telah melakukan berbagai dosa besar demokrasi, mencakup pelanggaran hak asasi manusia, praktik korupsi, represi politik, hingga pembatasan kebebasan sipil dan politik.

Berdasarkan catatan historis tersebut, Jaringan GUSDURian menilai Soeharto tidak memenuhi syarat integritas moral dan keteladanan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 25 UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Dalam sikap resminya, Jaringan GUSDURian menyatakan tiga poin penting.

Pertama, penolakan tegas terhadap pemberian gelar pahlawan untuk Soeharto yang dianggap sebagai pengkhianatan terhadap demokrasi dan reformasi.

Kedua, menyayangkan keputusan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah yang dinilai lebih didasarkan pada relasi keluarga dan politik daripada pertimbangan yang arif.

Ketiga, mendesak pemerintah untuk lebih selektif dalam memberikan gelar pahlawan di masa mendatang. Gelar tersebut harus diberikan hanya kepada tokoh yang benar-benar layak, yaitu mereka yang teguh memegang nilai moral, mengorbankan diri untuk kemaslahatan rakyat, dan bukan sebaliknya, mengorbankan rakyat atas nama kekuasaan.

Pernyataan itu menegaskan, “bukan jabatan dan kekuasaan yang menentukan seseorang dapat disebut pahlawan, melainkan karakter moral etis, terutama berkait dengan tindakan yang mengangkat kemaslahatan masyarakat dan menjaga harkat martabat manusia.” Sikap ini semakin menguatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. (Sirana.id)

Baca juga: YLBHI Kecam Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto: Sebuah Pengkhianatan terhadap Reformasi dan Korban

Tags: gelar pahlawanhari pahlawanpahlawan nasional
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Ilustrasi Devil/Magdalene
Ceritarana

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

8 April 2026
Next Post
Aksi Kamisan/Santiko Budi via Shutterstock

Amnesty International dan AKSI Kecam Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Pengkhianatan Terhadap Korban dan Reformasi

Dok: Istimewa

Desa Ponoragan Perbarui Data Penerima BLT Dana Desa melalui Musdesus

Dok: XR Kaltim Bunga Terung

Transisi Energi Gagal, Kaltim Makin Kecanduan Energi Fosil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

3 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

6 days ago
Ilustrasi Devil/Magdalene

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

2 weeks ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Mahasiswa FH Unmul Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak orangutan pendidikan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT
  • BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
  • Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved