Jakarta, Indonesia – Sekitar 50 organisasi masyarakat sipil (OMS) yang bergerak di isu lingkungan bersama para pembuat kebijakan berkumpul di Jakarta pada 24 Februari 2026 guna mendorong transisi Indonesia menuju ekonomi hijau yang berkeadilan, khususnya di sektor energi. Walaupun sektor ini menyumbang 11,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023, aktivitasnya juga menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran serta pelepasan bahan kimia beracun yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Data tahun 2019 menunjukkan bahwa polusi udara menjadi faktor risiko kematian tertinggi ketiga pada anak di bawah usia lima tahun di Indonesia, mempertegas urgensi langkah konkret dari pemerintah.
Sebagai respons atas situasi tersebut, Proyek Transparent Green Transition Indonesia (TARGET): Empowering CSOs in Indonesia dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat sipil. Program ini bertujuan membekali mereka dengan kemampuan menghasilkan bukti ilmiah yang kredibel sehingga dapat memperkuat advokasi publik serta mendorong implementasi kebijakan lingkungan yang lebih tegas dan efektif. (Sirana.id)















