SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Jangan Terjebak Euforia Jabatan Presiden Dewan HAM PBB

AdminSirana2 by AdminSirana2
11 January 2026
in Nasional, Ranaterkini, Uncategorized
0
Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, 24/02/2025 (© Joan Sutter via Shutterstock)

Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, 24/02/2025 (© Joan Sutter via Shutterstock)

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) tidak seharusnya disambut dengan kebanggaan berlebihan yang menyesatkan. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa klaim sejumlah pejabat pemerintah yang menyebut posisi itu sebagai hasil keberhasilan diplomasi atau kerja Kementerian HAM tidak sesuai dengan kenyataan.

Menurut Usman, jabatan Presiden Dewan HAM PBB ditentukan melalui sistem rotasi kawasan. Tahun ini, giliran kawasan Asia Pasifik yang memegang posisi tersebut, dan Indonesia menjadi satu-satunya kandidat. Karena itu, penyebutan bahwa Indonesia “merebut” jabatan itu atau memperolehnya berkat peran Kementerian HAM merupakan narasi yang keliru. Posisi itu juga tidak bisa diklaim sebagai hasil dari kemajuan situasi hak asasi manusia di dalam maupun luar negeri.

Ia menilai, kondisi HAM di Indonesia justru mengalami kemunduran. Sepanjang 2025, lebih dari 5.000 orang dilaporkan ditangkap dalam konteks demonstrasi, sementara 283 pembela HAM mengalami berbagai bentuk serangan. Di tengah situasi tersebut, Kementerian HAM dinilai tidak berpihak pada korban, bahkan cenderung membenarkan pelanggaran, termasuk dengan memuji penyusunan KUHAP baru yang dinilai berpotensi menggerus perlindungan HAM.

Dari sisi kebijakan luar negeri, reputasi HAM Indonesia juga dinilai lemah. Indonesia kerap menolak rekomendasi Dewan HAM PBB terkait perbaikan situasi HAM. Dalam mekanisme Universal Periodic Review (UPR) tahun 2022, misalnya, Indonesia menolak 59 dari total 269 rekomendasi yang diajukan.

Situasi ini menjadi ironis karena sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia justru akan memimpin proses peninjauan HAM negara-negara anggota, termasuk peninjauan terhadap rekam jejaknya sendiri. Amnesty juga mengingatkan bahwa laporan resmi Indonesia ke UPR sering kali tidak mencerminkan kondisi di lapangan. Pada 2022, laporan pemerintah mengenai Papua lebih menekankan pembangunan dan kesejahteraan tanpa menyinggung kekerasan terhadap warga sipil yang terus berlangsung.

Indonesia juga dinilai kurang tegas dalam menyikapi pelanggaran HAM di tingkat global. Pendekatan yang diambil cenderung permisif, mengedepankan dialog dan konsensus, bahkan terhadap negara yang diduga kuat melakukan pelanggaran serius. Contohnya pada 2022, Indonesia menolak mosi untuk membahas laporan PBB tentang dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang, Tiongkok. Penolakan itu ikut menggagalkan pembahasan laporan tersebut di Dewan HAM PBB.

Selain itu, Indonesia juga memiliki catatan buruk dalam memberikan akses kepada para Pelapor Khusus PBB. Pada 2023, pemerintah menolak permohonan kunjungan Pelapor Khusus untuk Independensi Peradilan dan Pelapor Khusus untuk Perbudakan. Penolakan serupa juga terjadi pada 2024 terhadap Pelapor Khusus untuk Kebenaran, Keadilan, dan Reparasi.

Amnesty menegaskan bahwa jabatan Presiden Dewan HAM PBB seharusnya menjadi ujian nyata bagi keseriusan Indonesia dalam menjunjung hak asasi manusia. Komitmen itu dapat dilihat dari keberanian Indonesia mendorong tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran HAM, menerima rekomendasi internasional, serta membuka akses bagi para pelapor khusus dan ahli independen PBB.

Di dalam negeri, langkah awal bisa dilakukan dengan menerima permohonan kunjungan Pelapor Khusus PBB, termasuk untuk isu pembela HAM, kebebasan berekspresi, bisnis dan HAM, serta kelompok kerja terkait penghilangan paksa.

Tanpa keselarasan antara posisi internasional dan kebijakan nyata di dalam negeri, Amnesty menilai jabatan Presiden Dewan HAM PBB hanya akan menjadi simbol kosong dan kebanggaan semu, tanpa makna bagi perlindungan hak asasi manusia di Indonesia maupun dunia. (sirana.id)

Tags: amnesty internationalPBB
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Next Post
Yuliana Wetuq yang akrab disapa Ming, tanpa lelah menjaga Hutan Lindung Wehea. Foto: Akun Facebook Yuli Wetuq

Yuliana Wetuq, Perempuan yang Menjaga Hutan Wehea

Mentri ESDM targetkan Indonesia stop impor solar/Kementrian ESDM

Bahlil: Kalau Kilang Balikpapan Jalan, Impor Solar Tak Diperlukan

Ilustrasi Mahasiswa/Freepik

Bantuan UKT Gratispol Tidak Lagi Hanya untuk Mahasiswa Baru di Kaltim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

1 week ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

1 week ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

1 week ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak ancaman jurnalis banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jatam kaltim jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana
  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved