SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Melindungi Benteng Kehidupan di Hulu Mahakam yang Tersisa

Sirana.id by Sirana.id
5 October 2025
in Kalimantan Timur, Ranamendalam
0
Wilayah hilir Sungai Mahakam yang sarat aktivitas industri

Wilayah hilir Sungai Mahakam yang sarat aktivitas industri

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lanskap Mahakam membentang seluas 77.000 km² dan dibagi menjadi wilayah hulu dan hilir. Bagian hilir Sungai Mahakam sudah terdampak oleh industri ekstraktif. Sementara bagian hulu mahakam merupakan salah satu benteng terakhir yang harus dijaga.

Di bagian hulu, masih ada hutan hujan yang masih utuh dan menjadi ruas tulang punggung keanekaragaman hayati terakhir di Kalimantan menghubungkan dua Provinsi Kalimantan Barat dengan Kalimantan Utara.

Lanskap ini menjadi satu kawasan ekosistem terpenting di Kalimantan Timur, yang meliputi hutan tropis, sungai, rawa, dan danau, serta merupakan rumah bagi spesies yang terancam punah seperti pesut dan bekantan. Namun, kawasan ini menghadapi tekanan besar dari deforestasi, pertambangan, dan perubahan tata guna lahan yang berdampak langsung pada krisis ekologi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kerentanan masyarakat lokal.

Hal ini disampaikah Ahmad Saini, atau yang akrab disapa Bolang.

“Lanskap Mahakam layak untuk menjadi perhatian kita semua seperti kawasan ekosistem penting lainnya di Indonesia seperti Leuser, Raja Ampat, ataupun Pulau Komodo karena lanskap ini adalah ruas tulang punggung keanekaragaman hayati terakhir di Kalimantan. Dengan mendekatkan isu tersebut ke benak kaum muda di Indonesia kami berharap menumbuhkan semangat untuk melakukan aksi bersama untuk melindungi Lanskap Mahakam dari kerusakan,” kata dia.

Namun, lanskap ini terancam dari hilir dan hulunya karena industri ekstraktif. Koalisi Lanskap Mahakam pun muncul. Bolang jadi salah satu anggotanya. Dari koalisi ini, muncul gerakan kolektif Aura Mahakam. Gerakan ini diluncurkan mengajak publik di seluruh Indonesia dan dunia untuk melindungi lanskap Mahakam yang kian terancam oleh industri tambang, kayu, hingga sawit.

Kampanye Aura Mahakam ini juga mengajak pelaku dan komunitas seni berpartisipasi dan berkolaborasi dalam kompetisi desain nasional untuk menggambarkan karakter energi kehidupan “7 Aura Mahakam” yang menjadi simbol kehidupan, kekuatan, dan harapan dari Mahakam. Pemenang desain “7 Aura Mahakam” ini nantinya akan dipamerkan pada festival seni di Samarinda yang akan dilaksanakan pada bulan November 2025.

Perahu warga melintasi riam di hulu Sungai Mahakam
Perahu warga melintasi riam di hulu Sungai Mahakam
Hulu Mahakam yang Tersisa

Dalam kesempatan sama, Adjie Valeria, pegiat isu perempuan & lingkungan yang melakukan pengamatan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam menekankan pentingnya melihat sungai Mahakam dalam satu bentang alam yang terhubung mulai dari hulu ke hilir, memahami tiap fenomena perubahan tutupan lahan yang terjadi di seluruh Kabupaten pendukung yang terhubung dengan DAS Mahakam terhadap bencana banjir yang sering terjadi.

”Sehingga bila terjadi banjir di Kabupaten Mahakam Ulu, maka warga yang tinggal di Kutai Barat, Kutai Kartanegara hingga Samarinda mesti berjaga-jaga. Mengingat kompleksitas pemicu banjir hingga penanganannya, maka sinergitas riset mendalam dari pemerintah pusat dan daerah mesti dilaksanakan secara terhubung,” kata dia.

Namun, masalahnya bukan cuma banjir. Kehidupan budaya dan sosial masyarakat di hulu Mahakam juga terdampak akibat perubahan tutupan lahan. Dalam presentasinya, Adjie Valeria memaparkan setidaknya ada tiga hal yang terdampak. Pertama adalah semakin meningkatnya ongkos bertahan hidup di Mahakam Ulu karena jaraknya jauh dari produk pabrikan.

Seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, beras menyentuh angka Rp 1 juta per karungnya. Hal ini akibat kemarau dan transportasi sungai terhambat. Dahulu, sumber pangan biasanya dihasilkan warga dari ladang-ladang mereka. Namun, karena alih fungsi lahan belum lagi konfliknya, membuat pertanian juga menantang.

Selain itu, berkurangnya syarat sajian ritual adat sebagai semangat spiritual masyarakat adat. Padahal, masyarakat kental dengan aneka tradisi. Untuk menanam padi pun, mereka punya serangkaian tradisi. Mulai dari menyemai benih secara kolektif, ritual hudoq sebagai ucapan syukur dan harapan agar padi bisa tumbuh dengan baik, hingga pada proses pemanenan. (sirana.id)

Tags: aura mahakamhulu mahakamkalimantan timurmahakam
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Pelatihan pengasuhan anak oleh Pupuk Kaltim (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh Tempat Penitipan Anak di Kota Bontang

20 September 2026
persiapan penanganan karhutla di IKN (foto: Humas Otorita IKN)
Kalimantan Timur

Tangani Karhutla di IKN, Water Bombing Sasar Lima Titik Prioritas

5 September 2026
Next Post
ilustrasi sungai mahakam di wilayah Samarinda

Sampah, Mikroplastik, dan Sungai Mahakam

ilustrasi lansia perempuan (freepik)

Menuntut Perlindungan Negara untuk Lansia

Pesut Mahakam (foto: Yayasan Konservasi RASI)

Menuntut Hak Rumah yang Ramah untuk Pesut Mahakam

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved