TENGGARONG — Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus memperkuat ekosistem pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui berbagai program strategis.
Antoni, Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf Dispar Kukar menyampaikan salah satu program unggulan yang tengah disiapkan pada tahun 2025 adalah Training of Trainers (TOT), yang ditujukan untuk mencetak pelatih lokal andal di berbagai kecamatan.
Program TOT ini secara khusus menyasar individu-individu potensial yang telah memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing, untuk kemudian diberikan pelatihan dan sertifikasi sebagai trainer. Para trainer tersebut nantinya akan menjadi ujung tombak dalam mendampingi pelatihan dan pembinaan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah mereka masing-masing.
“TOT ini kami rancang sebagai bagian dari sistem pelatihan berjenjang. Tujuannya adalah menciptakan pelatih lokal yang bisa secara langsung mengembangkan kapasitas masyarakat di kecamatan-kecamatan, tanpa selalu menunggu pelatihan terpusat dari kabupaten,” ujarnya.
Sejumlah nama telah masuk dalam daftar calon peserta TOT, antara lain Pak Imam, pelaku kriya dari Pokantaka yang dikenal melalui karya-karya kerajinannya, serta Faisal, seorang konten kreator muda yang aktif di bidang videografi dan produksi konten digital. Kedua tokoh ini dinilai memiliki kapasitas teknis yang mumpuni, sekaligus pengalaman dalam berbagi pengetahuan di komunitas mereka.
“Kami melihat mereka bukan hanya sebagai praktisi, tetapi juga figur inspiratif yang bisa menjadi role model di wilayah masing-masing. Melalui TOT, mereka akan kami bekali teknik mengajar, metodologi pelatihan, serta pemahaman standar kompetensi nasional,” tambahnya.
Setelah melalui tahapan pelatihan dan dinyatakan lulus uji kompetensi, para peserta TOT akan mendapatkan sertifikasi resmi sebagai pelatih atau trainer. Selanjutnya, mereka akan diterjunkan ke kecamatan-kecamatan di Kukar untuk membantu pelaksanaan pelatihan berbasis komunitas.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program peningkatan SDM Dispar Kukar, sekaligus memperkuat keberlanjutan pelatihan di daerah. Selain itu, dengan hadirnya pelatih lokal, proses pendampingan dapat dilakukan lebih intensif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik sosial budaya setempat.
Tidak berhenti di tahap trainer, Dispar Kukar juga telah merancang kelanjutan program ini ke jenjang lebih tinggi, yakni pelatihan calon asesor. Asesor merupakan pihak yang memiliki kewenangan untuk menguji dan menilai kompetensi peserta dalam skema sertifikasi resmi.
“Target jangka panjang kami adalah memiliki asesor lokal. Dengan demikian, proses sertifikasi kompetensi bisa dilakukan di daerah tanpa perlu mendatangkan penguji dari luar. Ini akan mempercepat pengakuan profesional bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Kukar,” ujarnya.
Program TOT ini merupakan bagian integral dari komitmen Dispar Kukar dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan adanya pelatih dan asesor dari daerah sendiri, diharapkan proses peningkatan kapasitas tidak hanya bersifat temporer, tetapi dapat berlangsung secara terus-menerus sesuai dinamika kebutuhan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. (Adv/Dinas Pariwisata Kukar)















