SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Dari Zaman Kayu, Masyarakat Adat Kalimantan Timur yang Terhimpit

Sirana.id by Sirana.id
13 October 2024
in Ceritarana
0
Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)

Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SATU Dasawarsa Masyarakat Adat telah menunggu. Dua periode DPR berlalu, namun Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat, tak juga disahkan. Sementara, berbagai pemberitaan telah memuat nestapa masyarakat adat dari berbagai sudut Indonesia. Tak terkecuali di Kalimantan Timur.

Demo pun lagi-lagi mereka lakukan. Di depan Kantor Gubernur Kaltim, pada Jumat (11/10), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim bersama sejumlah komunitas AMAN menyampaikan suaranya. Mereka berasal dari berbagai penjuru wilayah seperti Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara.

Aksi damai itu, didominasi masyarakat Adat Balik yang tanahnya diambil untuk kepentingan ibu kota nusantara (IKN). Juga, korban proyek strategis nasional (PSN) dan perizinan perusahaan sawit di Kedang Ipil, Komunitas Sumping Layang, Komunitas Paser Adang, Telake.

Kondisi Masyarakat Adat di Kalimantan Timur

Atas nama pembangunan dan industri, masyarakat adat di Benua Etam, dihadapkan pilihan sulit. Konflik terjadi dan protes pun bolak-balik dilakukan. Tetapi, tak juga buat kehidupan jadi lebih mudah.
Padahal, kehidupan masyarakat adat menjadi hal penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Hal ini tak ditampik Sri Murlianti, dosen pembangunan sosial, FISIP, Universitas Mulawarman, dan Ketua Nomaden Institute Roedy Haryo Widjono.

Sri Murlianti dan Roedy dalam diskusi pembukaan acara Panah Mulawarman. (Dok: Panitia Panah Mulawarman)
Sri Murlianti dan Roedy dalam diskusi pembukaan acara Panah Mulawarman. (Dok: Panitia Panah Mulawarman)

Soal pentingnya dan kondisi masyarakat adat saat ini mereka sampaikan dalam sebuah Diskusi yang menjadi pembuka Pekan Sejarah Universitas Mulawarman (Panah Mulawarman). Sebuah event sejarah, yang dihelat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman.

Sri Murlianti mengambil contoh soal masyarakat adat di wilayah IKN. Pada 1960an-1980an, perusahaan kayu mulai masuk ke wilayah tersebut. Lahan seputar kecamatan Sepaku berubah menjadi HTI dan HGB. Saat itu, operasi perusahaan kayu dikawal satuan militer. Gangguan operasional perusahaan, dianggap sebagai gangguan ketertiban masyarakat. Transmigran juga datang dengan ribuan KK. Kemudian, pada awal 90an, industri perkebunan mulai datang.

“Pada saat inilah, masyarakat suku-suku asli merasa dihabisi ruang geraknya,” kata dia dalam pemaparannya.

Lalu, kondisi bertambah parah saat IKN diumumkan di kawasan itu. Konflik agraria pun terus muncul dalam pemberitaan.

Ruang Hidup yang Dirambah

Dalam momen yang sama, Roedy memaparkan Kalimantan Timur pada umumnya telah mengalami beberapa gelombang transformasi dan telah memengaruhi kehidupan masyarakat adat. Pada 1964-1966, hutan-hutan didera pembalakan manual. Lalu, eksploitasi hutan pada 1967-1987 dengan pembalakan hutan dan industri olahan kayu. Pada 1982, industri sawit masuk dan eksis hingga kini. Pun begitu dengan industri batu bara raksasa seperti Kaltim Prima Coal dan Berau Coal. Pertambangan emas juga tak absen pada 1992 hingga 2005. Lalu, pembangunan infrastruktur yang juga mulai ramai 2004 hingga 2024 ini.

Masyarakat adat di sekitar IKN saat upacara 17 Agustus 2024. (Sirana.id)
Masyarakat adat di sekitar IKN saat upacara 17 Agustus 2024. (Sirana.id)

“Kerusakan ekologi karena industri ekstraktif, perkebunan skala besar, dan infrastruktur, menggerus nilai-nilai budaya, menghancurkan wilayah kelola, dan sumber-sumber penghidupan masyarakat adat,” lanjutnya.

Sehingga, tergusur di tanah leluhur terjadi. Maka harus ada upaya perlindungan masyarakat adat. Mulai dari sektor regulasi atau kebijakan hukum negara maupun hukum adat yang menjamin pengakuan hak masyarakat adat. Menjaga nilai, norma, dan pengetahuan berbasis kearifan lokal. Juga memastikan sumber daya dan peran masyarakat adat. (Sirana.id)

Baca Juga: Kegagalan DPR 2019-2024: Ketiadaan Undang-Undang Masyarakat Adat

Tags: AMAN Kaltimiknkalimantan timurmasyarakat adatmasyarakat adat kalimantan timurPanah MulawarmanPendidikan Sejarah UnmulSri Murlianti
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Bandara Maratua/RA
Ceritarana

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

16 January 2026
Laras Faizati, perempuan yang dijadikan tersangka setelah menyuarakan kritik di sosial media/Amnesty Indonesia
Ceritarana

Amnesty: Vonis untuk Laras Harus Berpihak pada Keadilan

15 January 2026
Ilustrasi kekerasan kepada anak/Freepik
Ceritarana

Survei Nasional: Setengah Anak Indonesia Pernah Mengalami Kekerasan, Termasuk di Sekolah

14 January 2026
Next Post
Ilustrasi (freepik)

Beban Berlapis Perempuan dan Alasan Angka Pernikahan Menurun

ilustrasi (sumber: freepik)

Mencari Ruang Aman Bagi Perempuan Pekerja

Ilustrasi bermain dengan hewan (Sumber: Freepik)

Vaksin Hewan Kesayanganmu, Sebab Masih Ada Rabies di Kaltim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

ilustrasi pesisir di Pulau Jawa

Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain

1 day ago
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

2 days ago
Bandara Maratua/RA

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

3 days ago
(Ilustrasi jurnalistik/Freepik)

Kebebasan Pers Kian Tertekan di Tengah Menguatnya Otoritarianisme

3 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak ancaman jurnalis balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar gempa ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim KUHAP kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak perempuan perempuan pekerja perubahan iklim pesut pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang wisata yayasan mitra hijau
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain
  • Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat
  • Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved