Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengarahkan pembangunan daerah pada upaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam. Melalui Program Gratispol, Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) menginisiasi transformasi pembangunan yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
“Gratispol adalah jalan menuju kemandirian. Pendidikan dari SMA hingga S3 kami gratiskan bagi anak-anak Kaltim,” ujar Gubernur Harum.
Gubernur Harum menegaskan bahwa Program Gratispol dirancang sebagai langkah strategis menuju kemandirian daerah melalui peningkatan kualitas manusia Kalimantan Timur. Salah satu kebijakan utama dalam program ini adalah pembebasan biaya pendidikan bagi putra-putri daerah, mulai dari jenjang SMA hingga pendidikan doktoral (S3).
Tidak hanya di bidang pendidikan, Program Gratispol juga mencakup berbagai layanan dasar lainnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, penguatan akses internet di desa-desa, bantuan administrasi perumahan, serta penyediaan seragam dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru.
“Ini memang langkah awal, tetapi dampaknya sudah langsung dirasakan masyarakat. Kaltim tidak boleh terus bergantung pada kekayaan alam semata. Tantangan harus kita ubah menjadi peluang,” tegas Rudy.
Enam Program Gratispol dan Capaian Nyata
Sejak resmi diluncurkan pada 21 April 2025, enam program utama Gratispol Kaltim mulai direalisasikan secara bertahap dan menunjukkan hasil konkret.
1. Pendidikan Gratis SMA hingga S3
Pemprov Kaltim telah menjalin kerja sama dengan 53 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk menyelenggarakan pendidikan gratis jenjang D3 hingga S3. Pada 17 November 2025, secara simbolis Gubernur Rudy Mas’ud menyerahkan bantuan Gratispol Pendidikan kepada 32.853 mahasiswa.
2. Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis
Sebanyak 65.004 siswa baru dari 447 SMA/SMK/SLB di Kaltim menerima seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan sekolah gratis pada tahun ajaran 2025/2026.
3. Pelayanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas
Melalui skema Gratispol Kesehatan, 5.000 warga Kaltim yang sebelumnya belum memiliki jaminan kesehatan kini telah terdaftar dan memperoleh akses layanan kesehatan gratis.
4. Bebas Biaya Administrasi Kepemilikan Rumah
Di sektor perumahan, Gratispol menggratiskan biaya administrasi pembelian rumah, termasuk notaris, provisi, dan administrasi perbankan, dengan nilai maksimal Rp10 juta per unit. Pada tahap awal, 1.000 unit rumah disiapkan dengan alokasi anggaran Rp10 miliar dari APBD Perubahan 2025.
5. Internet Gratis untuk Desa
Untuk mendukung digitalisasi, sebanyak 441 dari 841 desa di Kalimantan Timur telah terhubung dengan layanan internet gratis, memperluas akses informasi dan pelayanan digital hingga ke pelosok.
6. Perjalanan Religi Gratis bagi Penjaga Rumah Ibadah
Pada tahun 2025, Pemprov Kaltim menetapkan 880 penerima program perjalanan religi. Marbot masjid diberangkatkan umrah, sementara penjaga rumah ibadah non-Muslim difasilitasi perjalanan religi sesuai keyakinan masing-masing.
Melalui Program Gratispol, Pemprov Kaltim berupaya memastikan kekayaan sumber daya alam tidak berhenti sebagai berkah sesaat, melainkan menjadi modal membangun manusia unggul dan berdaya saing. Transformasi ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi masa depan Kalimantan Timur yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (Sirana.id)















