SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Upaya Perbaikan Narasi Femisida, Komnas Perempuan Hadirkan Buku Saku untuk Jurnalis

AdminSirana2 by AdminSirana2
26 November 2025
in Nasional
0
Pelatihan Komnas Perempuan “Menulis dengan Empati dan Tanggung Jawab”

Pelatihan Komnas Perempuan “Menulis dengan Empati dan Tanggung Jawab”

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 24 November 2025 — Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) resmi meluncurkan Buku Saku Pemberitaan Femisida bertajuk “Menulis dengan Empati dan Tanggung Jawab”, bersamaan dengan pelatihan khusus untuk jurnalis dan mahasiswa. Upaya ini menjadi langkah penting memperbaiki kualitas pemberitaan kekerasan berbasis gender yang selama ini dinilai masih penuh sensasionalisme dan kerap menempatkan korban dalam posisi terpojok.

Dalam kegiatan peluncuran tersebut, Komnas Perempuan menegaskan bahwa femisida bukan sekadar tindak kriminal, melainkan puncak dari rangkaian kekerasan berbasis gender yang berakar pada ketimpangan relasi kuasa, misogini, serta kontrol tubuh perempuan. Namun, karakteristik ini kerap luput dari pemberitaan, sehingga banyak kasus dilaporkan hanya sebagai kejahatan biasa tanpa analisis gender yang mendalam.

Pemberitaan Femisida Masih Sarat Sensasionalisme

Komisioner Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, mengkritik pola pemberitaan media yang dianggap masih terjebak pada sensasionalisme. Menurutnya, penggunaan label seperti janda, penagih utang, atau PSK dalam berita femisida justru memperkuat stigma dan memudarkan konteks kekerasan berbasis gender yang dialami korban.

“Kawan-kawan jurnalis masih cenderung menulis isu femisida dengan muatan sensasional,” ujar Chatarina. Ia juga mengingatkan agar media tidak mempublikasikan detail kronologi yang berlebihan, karena berpotensi memicu imitasi kekerasan. “Kronologi yang terlalu detail dan provokatif itu jangan lagi. Bisa menular ke orang yang membaca,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Nurul Nur Azizah dari Divisi Gender AJI Indonesia. Ia menilai bahwa pemahaman jurnalis terkait femisida masih lemah, sehingga pemberitaan sering kali justru menyudutkan korban atau menormalkan perilaku pelaku. “Sebagian berita masih melakukan victim blaming atau mengungkap identitas korban secara tidak sensitif,” ujarnya.

Komnas Perempuan mencatat sedikitnya 204 kasus femisida dalam beberapa tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 191 kasus (94%) telah teridentifikasi pelakunya, sementara sisanya belum jelas tindak lanjutnya. Namun, angka ini diyakini masih jauh dari kondisi sebenarnya karena banyak kasus yang tidak dikategorikan sebagai femisida akibat minimnya pemahaman aparat penegak hukum dan media.

Komnas Perempuan menekankan bahwa femisida umumnya berkaitan dengan kekerasan berulang, terutama KDRT, relasi kuasa, dan kekerasan dalam hubungan intim. Pembunuhan suami terhadap istri, misalnya, biasanya bukan tindakan impulsif, tetapi puncak dari siklus kekerasan panjang yang tidak pernah ditangani dengan serius.

Kerangka Hukum Masih Lemah, UU TPKS Jarang Dioptimalkan

Meski Indonesia telah memiliki UU TPKS, Komnas Perempuan menilai penerapannya masih jauh dari optimal. Anindya Rustuviani, Project Director Jakarta Feminist, menyebut bahwa mekanisme restitusi seharusnya dapat membantu pemulihan keluarga korban, namun di lapangan jarang sekali digunakan.

Monitoring Komnas Perempuan pada 2023–2024 menunjukkan bahwa aparat penegak hukum masih minim menggunakan UU TPKS dalam kasus yang mengandung unsur kekerasan seksual. Karena itu, Komnas Perempuan mendorong pemerintah untuk mengakui femisida sebagai kategori hukum, memisahkan data berdasarkan jenis kelamin, dan menyusun kerangka formal untuk penanganannya.

Chatarina menegaskan bahwa media memiliki peran besar dalam membangun pemahaman publik tentang femisida dan pencegahannya. “Pemberitaan yang tepat dapat membantu pemulihan keluarga korban sekaligus memberikan edukasi publik,” ujarnya.

Pelatihan ini menjadi yang pertama dilakukan Komnas Perempuan dengan fokus pada jurnalis dan mahasiswa. Komnas berharap buku saku tersebut dapat menjadi rujukan nasional dalam liputan femisida, sekaligus mendorong pemberitaan yang lebih manusiawi, kritis, dan berpihak pada korban.

Melalui upaya ini, Komnas Perempuan berharap ekosistem media di Indonesia dapat lebih berperan aktif dalam memutus rantai kekerasan berbasis gender dan menciptakan ruang informasi yang aman bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Tags: kekerasan perempuankomnas perempuan
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Next Post
Komnas Perempuan

Saat Kekerasan Berujung Kematian: Femisida Jadi Alarm bagi Negara

Foto: Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

Empat Kabupaten di Sumatera Utara Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan

Badan pusat statistik provinsi Kalimantan Timur

Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Timur Tunjukkan Peningkatan pada Tahun 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

6 days ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

2 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

2 weeks ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved