SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranamendalam

Nyawa-Nyawa yang Hilang dan Banjir Longsor di Samarinda

Sirana.id by Sirana.id
14 May 2025
in Ranamendalam, Ranaterkini
0
Pencarian balita korban banjir di Samarinda. (foto: Humas Basarnas)

Pencarian balita korban banjir di Samarinda. (foto: Humas Basarnas)

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – 12-13 Mei 2025, jadi momok ribuan warga Samarinda. Berbagai kecamatan di kota ini, dikepung banjir. Sejumlah titik permukiman dan jalan jadi longsor. Juga, beberapa nyawa hilang akibat bencana ini.

Kisah menyedihkan datang pada 12 Mei 2025, satu keluarga di Jalan Belimau, Kecamatan Sungai Pinang ditimpa tanah. Dari enam korban, empat orang diantaranya tewas. Tidak hanya dari tanah yang bergeser, aliran banjir juga menghanyutkan nyawa anak-anak. Media sosial dipenuhi upaya pencarian. Mulai dari anak EZ di Palaran, dan NS, balita dua tahun yang terseret arus banjir di Jalan Suryanata, Bukit Pinang, Samarinda.

Hingga, 13 Mei 2025, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan NS. Dia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dua hari dilakukan pencarian oleh unsur SAR Gabungan. Operasi SAR dimulai sejak laporan diterima pada hari Minggu (11/5), dengan pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai sejauh dua kilometer dari titik terakhir korban terlihat.

Korban berhasil ditemukan pada Selasa pagi (13/5) pukul 10.45 WITA oleh Tim SAR Gabungan dalam radius sekitar 20 meter dari LKP, Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga korban. banjir di tepian kota Samarinda (sirana.id)Danru Operasi SAR, Riqi Efendi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Proses pencarian cukup menantang karena arus sungai sangat deras dan air sangat keruh, namun berkat kerja sama dan sinergi dari semua pihak, korban akhirnya berhasil ditemukan,” ujar Riqi di lokasi operasi.

Banjir dan longsor bukan hal baru di Samarinda. Beberapa kasus banjir besar pernah terjadi di kota ini. Pada 1998, Samarinda pernah didera banjir akibat Waduk Benanga di utara jebol. Hampir seminggu Kota Tepian lumpuh. Lalu, pada 2018 ribuan warga terdampak banjir besar terutama di Loa Bakung dan Samarinda Seberang. Pada 2020, saat pandemi Covid-19 dan seharusnya bisa merayakan Lebaran, sebagian warga Samarinda juga dirundung nestapa. Banjir mengepung rumah mereka berhari-hari. Apalagi warga di sekitar kawasan Perumahan Griya Mukti dan Perumahan Bengkuring yang kerap terkepung banjir bahkan hingga seminggu lebih. Saban tahun, banjir selalu mengunjungi warga Samarinda. Terakhir, data bencana BPBD Samarinda pada 2024 memaparkan pada 2024 terdapat 15 kejadian banjir dan 61 kejadian tanah longsor.

Upaya dilakukan. Bahkan, banjir Samarinda sempat masuk ke proyek strategis nasional (PSN) melalui program normalisasi Sungai Karang Mumus sejak 2019. Namun, ternyata tidak mudah dan program ini tak ada lagi di daftar PSN.

Sementara itu, pada keterangan tertulis 30 Januari 2025, yang dimuat di laman Pemerintah Kota Samarinda, menyebut mereka telah berhasil mengurangi luas genangan banjir dari 482 hektare pada 2022 menjadi 314 hektare di awal 2025.

Saat itu, Wali Kota Andi Harun mengungkapkan kendala dalam upaya penanganan banjir, salah satunya terkait aspek kepemilikan lahan.

“Terdapat beberapa area bersertifikat yang berada di atas aliran sungai. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut bersama BPN agar tidak menghambat proses normalisasi,” tambahnya.

Selain alasan sungai-sungai yang perlu dinormalisasi, sedimentasi di Waduk Benanga, dan habit masyarakat soal buang sampah. Sebab banjir Samarinda karena area serapan air yang berkurang jadi alasan utama. Anda bisa melihat bagaimana Samarinda bisa berubah dalam citra Google Earth berikut ini.

a.citra Google Earth Samarinda pada 1996

Citra Samarinda di Google Earth pada 1996 (dok: Google Earth)
Citra Samarinda di Google Earth pada 1996 (dok: Google Earth)

 

b. Citra Google Earth pada 2020

Citra Samarinda di Google Earth pada 2020 (dok: Google Earth)
Citra Samarinda di Google Earth pada 2020 (dok: Google Earth)

 

Dari dua citra itu, bisa terlihat bagaimana ruang hijau Samarinda dan sekitarnya telah menjelma dari pepohononan menjadi citra kecokelatan dan berbagai lubang tambang tanpa reklamasi.

Akibat berubahnya ruang serapan air ini, tidak hanya pada kemampuan menyerap air. Tetapi juga, sedimentasi-sedimentasi yang makin banyak membawa lumpur ke waduk dan sungai. Jika tak ada langkah pasti untuk penanganan banjir. Walhasil, warga Samarinda harus menelan nelangsa dan berdebar tiap hujan deras datang. (Sirana.id)

 

 

Tags: banjirbanjir besar samarindaprediksi banjirsamarindasejarah banjir samarinda
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Induk pesut mahakam dan anaknya (YK-RASI)
Kalimantan Timur

Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam

19 January 2026
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa
Nasional

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

17 January 2026
Bandara Maratua/RA
Ceritarana

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

16 January 2026
Next Post
(Pelatihan Kewirausahaan Pemuda/Istimewa)

Dispora Kukar Gelar Pelatihan Kewirausahaan Inklusif untuk Pemuda

tugu ekuator di Santan Ulu (Credit foto: Anik Setyawati)

Tugu Equator di Santan Ulu, Bakal Jadi Perhatian Dispar Kukar

salah satu bunga pohon mangrove di kawasan Delta Mahakam (dok:Sirana)

Potensi Keindahan Mangrove di Desa Saliki, Muara Badak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk pesut mahakam dan anaknya (YK-RASI)

Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam

9 hours ago
ilustrasi pesisir di Pulau Jawa

Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain

2 days ago
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

2 days ago
Bandara Maratua/RA

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

3 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak ancaman jurnalis balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar gempa ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim KUHAP kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak perempuan perempuan pekerja perubahan iklim pesut pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang wisata yayasan mitra hijau
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam
  • Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain
  • Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved