SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Membuka Ruang, Mengupayakan Perempuan Kalimantan Timur Bersuara

Sirana.id by Sirana.id
3 June 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini, Uncategorized
0
Sekolah yang ditinggalkan di Kutai Kartanegara akibat debu batu bara (foto: Nofiyatul Chalimah)

Sekolah yang ditinggalkan di Kutai Kartanegara akibat debu batu bara (foto: Nofiyatul Chalimah)

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Ada sekitar 1,95 juta perempuan di Kalimantan Timur. Sebagian dari mereka hidup terdampak tambang batu bara. Mulai dari saat pengeboran untuk melihat potensi batu bara, pengerukan, transportasi di daratnya, hingga saat batu bara itu mengalir dengan tongkang-tongkang raksasa di atas sungai menuju muara.

Bencana ekologis dari sektor pertambangan juga berdampak pada perempuan. Tidak hanya kesusahan air karena sumur yang mengering atau air yang tercemar, tetapi sumber penyakit dan sebagainya. Bahkan, longsor di Samarinda yang terjadi pada Mei juga banyak menelan korban perempuan. Seperti longsor pada 12 Mei yang menewaskan tiga perempuan. Lalu dua minggu kemudian, longsor pada 28 Mei 2025 dengan korban lima perempuan dengan seorang di antaranya meninggal dunia. Juga, puluhan ibu yang menangis karena anak-anaknya tewas di lubang tambang.

Hal ini menunjukkan bagaimana Perempuan menjadi yang terdampak dari praktik-praktik pertambangan di Kalimantan Timur. Sementara, perempuan tak banyak diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasinya. Beragam hal jadi sebab ruang sempit untuk perempuan bersuara ini. Sedangkan dunia saat ini, tengah mengarahkan rodanya pada sektor energi hijau.

Sebagai penghasil batu bara utama di negeri ini, Kalimantan Timur mestinya lagi bersiap-siap mengurangi ketergantungan pada sektor energi fosil. Pemerintah provinsi Kaltim saat ini telah membuat forum konsultasi daerah (FKD) untuk percepatan transformasi ekonomi hijau. Forum ini, diisi dari berbagai elemen. Termasuk nantinya perwakilan perempuan dan mereka yang hidup di sekitar pertambangan.

Workshop kepemimpinan perempuan oleh Yayasan Mitra Hijau (Foto: YMH)
Workshop kepemimpinan perempuan oleh Yayasan Mitra Hijau (Foto: YMH)

Puluhan perempuan dari berbagai desa di sekitar tambang batu bara dan organisasi perempuan dari Samarinda juga Kutai Kartanegara, pada April 2025 sudah sepakat membentuk Forum Dialog Perempuan Untuk Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur. Tetapi disadari, mereka perlu wadah untuk mengasah kemampuan mereka.

Yayasan Mitra Hijau memfasilitasi upaya belajar para perempuan ini. Kali ini, mereka belajar soal kepemimpinan, sosial media, dan berbicara di publik. Mereka belajar soal bagaimana menyuarakan keresahannya, pada Senin 2 Juni 2025 di Samarinda.

Communication Strategist Yayasan Mitra Hijau Fardilla Astari, memaparkan perempuan paling merasakan dampak kerusakan lingkungan, air tercemar, lahan rusak, udara kotor. Juga, perempuan kebanyakan saat ini menanggung beban di rumah tangga seperti urus air, pangan, dan anak, yang semuanya akan langsung terdampak krisis ekologis.

“Tetapi perempuan jarang diajak bicara saat ada proyek atau keputusan penting. Padahal, perempuan tahu persis apa yang dibutuhkan keluarga atau komunitas,” jelas Fardilla.

Sayangnya, peran perempuan kerap direduksi hanya di dapur. Padahal, Perempuan bisa menjadi penjaga alam di lingkungan sekitar. Mereka juga bisa bersuara ketika diberi kesempatan dalam musyawarah desa, forum transformasi ekonomi, hingga konsultasi publik. Perempuan bisa jadi penggerak ekonomi alternatif. Membangun solidaritas dan perempuan bisa meriuhkan media sosial dengan cerita dan aksi nyata.

“Media sosial bisa jadi alat dakwah, edukasi, dan inspirasi. Suara ibu-ibu penting didengar: soal lingkungan, keluarga, dan kehidupan sekitar. Lewat media sosial, kita bisa saling menguatkan tanpa harus keluar rumah. Kuota boleh hemat, tapi semangat kita harus tetap kuat!” sambungnya.

Fardilla pun memberikan kiat teknis bersosial media. Para peserta pun juga langsung praktik membuat konten soal energi untuk media sosialnya.

Sementara itu, akademisi Universitas Mulawarman Nurliah yang juga menjadi pemateri memaparkan, kepemimpinan perempuan yang terdampak pertambangan batu bara sangat penting untuk mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan.

“Perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pertambangan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.

Meski begitu, diakui Yayuk Anggraini, akademisi Universitas Mulawarman yang juga jadi pemateri, tidak mudah bagi perempuan untuk jadi pemimpin dan bersuara. Salah satu sebabnya adalah stereotipe gender. Perempuan kerap mendapat stereotip bahwa mereka kurang tegas, kurang percaya diri, dan tidak kompeten. Padahal, kepemimpinan perempuan memiliki keunggulan. Seperti berorientasi pada etika dan keberlanjutan. Unggul dalam kolaborasi, komunikasi, dan kecerdasan emosional. Juga ketahanan dalam krisis.

“Perempuan pandai mengelola perubahan dan tantangan,” tegasnya.

Maka dari itu, perlu adanya upaya pengarusutamaan gender dan mendorong perempuan untuk berperan dan vokal pada isu-isu publik. Sebab, pengalaman perempuan akan lebih sahih disampaikan perempuan.

Untuk diketahui, sejak 2024, para perempuan dari berbagai organisasi dan komunitas sudah mengikuti berbagai diskusi terpumpun hingga workshop. Kegiatan tersebut diorganisir oleh Yayasan Mitra Hijau sebagai bagian dari program Transisi Energi yang Berkeadilan (IKI-JET), yang mendapat dukungan finansial dari Inisiatif Iklim Internasional dari Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) serta Uni Eropa melalui Perjanjian Hibah dengan GIZ. (Sirana.id)

 

Baca Juga: Transisi Energi Berkeadilan: Berpacu dengan Pemanasan Global, Beban Ganda, dan Ruang Terbatas Perempuan

Tags: kalimantan timurKutai Kartanegaraperempuansamarindayayasan mitra hijau
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
Protes para aktivis di forum

Aktivis Greenpeace Protes Pertambangan dalam Forum Internasional di Jakarta

(Musyawarah daerah di Pendopo Odah Etam/istimewa)

DWP Kukar Gelar Musda V, Perkuat Peran Perempuan Wujudkan Indonesia Emas 2045

(Rakor penegasan batas delineasi IKN/istimewa)

Pemkab Kukar Dukung Penegasan Batas Delineasi IKN, 15 Desa/Kelurahan Masuk Wilayah Ibu Kota Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

1 day ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

1 day ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

1 week ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved