SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Melindungi Mereka yang Rentan Bunuh Diri

Sirana.id by Sirana.id
17 October 2024
in Ceritarana
0
ilustrasi (sumber: freepik)

ilustrasi (sumber: freepik)

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Temuan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi depresi tertinggi terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun dibandingkan kelompok usia lain. SKI 2023 juga menemukan bahwa 61 persen anak muda yang depresi dalam satu bulan terakhir memiliki pikiran 36 kali lebih besar untuk mengakhiri hidupnya. Bunuh diri tak hanya berdampak pada individu dan keluarga, melainkan juga secara sosial, psikis dan ekonomi.

Komnas Perempuan mencatat, faktor penyebab bunuh diri tidak tunggal, pada perempuan di antaranya akibat trauma berkelanjutan sebagai dampak buruk kekerasan berbasis gender dan ketiadaan support system terdekat.

Temuan Komnas Perempuan mencatat, tindakan bunuh diri oleh perempuan korban kekerasan  tak selalu berkaitan dengan faktor kelas sosial ekonomi dan pendidikan. Komisioner Rainy Hutabarat menyampaikan bahwa penyebab bunuh diri pada perempuan di antaranya akibat trauma berkelanjutan sebagai dampak buruk kekerasan berbasis gender yang dialaminya dan ketiadaan support system yang mengenali depresi.

“Ada seorang perempuan pendeta lulusan pasca sarjana di wilayah kepulauan yang mengakhiri hidup akibat KDRT berkelanjutan. Juga korban siklus kekerasan dalam pacaran yang menjadi korban eksploitasi seksual dan pemaksaan aborsi dari pacarnya. Dari kasus-kasus bunuh diri ini terdapat indikasi bahwa korban tidak memiliki sistem pendukung terdekat, kasusnya diabaikan dan lingkungannya tak mampu memahami dampak psikis dari tindakan kekerasan dan mengenali indikasi depresi dan keinginan bunuh diri,” ujar Rainy sepereti melansir dari laman Komnas Perempuan.

Sementara, Catatan Komnas Perempuan, ungkapan “ingin mati”, “tak kuat menjalani hidup” atau lontaran “ingin bunuh diri”, dari perempuan korban kekerasan berbasis gender belum diidentifikasi sebagai adanya depresi dan keinginan mengakhiri hidup, yang menjadi sinyal seorang perempuan membutuhkan bantuan.

“Ungkapan-ungkapan yang disampaikan korban masih dianggap sebatas keluhan biasa. Kita dapat mencegah bunuh diri dengan mengenali keinginan bunuh diri, memulai percakapan dengan korban, merangkul dan mencari bantuan untuk mengatasi depresi yang dialami korban,” tambah Rainy.

Menurut UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) bunuh diri yang didorong sebagai akibat kekerasan berbasis gender (instigated suicide) baik dalam lingkup rumah tangga oleh pasangan intim atau anggota keluarga lainnya atau pelaku yang dikenal atau tidak dikenal di ruang publik atau negara harus diperhatikan oleh negara pihak. Termasuk bunuh diri yang dilakukan yang telah melaporkan kekerasan sebelumnya kepada otoritas peradilan pidana sebelum bunuh diri. Pemantauan terhadap bunuh diri ini penting untuk membangun mekanisme pencegahan bunuh diri maupun memastikan korban kekerasan berbasis gender untuk mendapatkan layanan pemulihan.

Komisioner Siti Aminah Tardi menyampaikan Pemerintah Indonesia telah menyusun kebijakan untuk pencegahan bunuh diri yaitu Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dimana bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa. PP menyatakan bahwa negara bertanggungjawab untuk melakukan pencegahan tindakan bunuh diri.

PP Kesehatan juga mengamanatkan ketersediaan registri bunuh diri. Retty Ratnawaty, komisioner Komnas Perempuan menyampaikan registri bunuh diri merupakan sistem pencatatan kasus percobaan bunuh diri dan kasus kematian akibat bunuh diri. Registri bunuh diri ini memuat data yang mencakup variabel jenis kelamin, usia, lokasi, metode, faktor risiko, latar belakang, alasan, dan atau penyebab bunuh diri. Institusi negara yang ditugaskan mendata registri bunuh diri adalah pihak Kepolisian RI, Kependudukan dan Catatan Sipil dan lembaga yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik, dan/atau fasilitasi pelayanan kesehatan, demikian amanat Pasal 155 ayat (4) PP Kesehatan.

“Pembuatan statistik kasus-kasus bunuh diri yang disebabkan kekerasan berbasis gender  akan memberikan gambaran yang lebih lengkap dan lebih akurat tentang kekerasan berbasis gender, sehingga kita bisa menyusun program-program pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender agar tidak berakhir dengan bunuh diri,” tutupnya. (Sirana.id)

Baca Juga: Susahnya Bekerja, Jika Kesehatan Mental Terganggu
Tags: bunuh dirikomnas perempuanperempuan
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kampung Payung Payung Maratua/RA
Ceritarana

Abrasi Ancam Wisata Maratua, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Penanganan

20 January 2026
Kamera jebak menangkap gambar satwa endemik Lutung Kutai di bentang alam Wehea-Kelay.
Ceritarana

Kabar Baik dari Wehea-Kelay: Surga Satwa Langka di Kalimantan Timur

20 January 2026
Bandara Maratua/RA
Ceritarana

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

16 January 2026
Next Post
Penutupan Panah Mulawarman 2024, dengan konser di Museum Kota Samarinda (dok: Panitia Panah Mulawarman 2024)

Pendidikan Sejarah dan Anak Muda di Kalimantan Timur

istana negara di IKN (sirana.id)

Nasib IKN di Pemerintahan Prabowo-Gibran

Tarian tradisional yang dibawakan penari dayak di Linggang Melapeh, Kutai Barat. (Sirana.id)

Tuntut Pengesahan RUU Masyarakat Adat di 100 Hari Pertama Prabowo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Ilustrasi pasir silika/Freepik

Sebut Ada 19 Perusahaan Dapat Izin, Jatam Kaltim Desak Evaluasi Tambang Silika

15 hours ago
Ilustrasi transformasi ekonomi/Freepik

Dari Tambang Batu Bara ke Pasir Silika

15 hours ago
Ilustrasi perdagangan karbon/Freepik

Ketemu Wagub Seno, Jepang Lirik Karbon di Kaltim

2 days ago
dok: kementrian ESDM

Kementerian ESDM Temukan 50 Ribu Ton Batubara Tak Bertuan di Sungai Mahakam

2 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN demokrasi diskominfo kukar DPR RI gempa hutan ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak perempuan perempuan pekerja pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata yayasan mitra hijau
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Sebut Ada 19 Perusahaan Dapat Izin, Jatam Kaltim Desak Evaluasi Tambang Silika
  • Dari Tambang Batu Bara ke Pasir Silika
  • Ketemu Wagub Seno, Jepang Lirik Karbon di Kaltim

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved