TENGGARONG – Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025 yang digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak lagi sekadar menjadi ajang hiburan atau perayaan seni budaya semata.
Tahun ini, festival tersebut diangkat menjadi ruang kurasi dan seleksi talenta seni terbaik Kukar yang diproyeksikan tampil di panggung nasional, bahkan internasional.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ahmad Ivan, menjelaskan bahwa pihaknya menjadikan KFBN sebagai sarana strategis untuk memetakan kualitas kelompok seni lokal yang potensial sebagai duta budaya Kukar.
“KFBN bukan sekadar perayaan budaya, tapi platform penjaringan talenta-talenta seni unggulan lokal. Kelompok yang tampil di panggung ini akan dipantau dan dipertimbangkan untuk dibawa tampil pada ajang di luar daerah,” ungkapnya.
Dari sekitar 200 kelompok seni yang tercatat aktif di Kukar, hanya 15 yang dipilih untuk tampil dalam malam pertunjukan melalui seleksi ketat. Pertunjukan akan digelar di tiga titik utama: di depan Kedaton Kesultanan, Taman Tanjong, dan Simpang Odah Etam (SOE). Pemilihan ini menjadi lebih selektif karena tahun ini festival hanya berlangsung selama tiga malam, berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar selama enam malam.
Meski lebih singkat, Ivan menekankan pemangkasan waktu justru meningkatkan fokus pada kualitas pertunjukan. Kelompok seni yang lolos seleksi tidak hanya tampil di KFBN, tetapi juga berkesempatan mewakili Kukar dalam festival budaya nasional. Tahun-tahun sebelumnya, beberapa kelompok bahkan telah difasilitasi tampil di kota-kota seperti Malang, Solo, dan Yogyakarta.
Festival tahun ini turut melibatkan partisipasi dari delapan provinsi di luar Kalimantan Timur serta seluruh kecamatan di Kukar. Setiap delegasi hanya mendapat satu kali kesempatan tampil, sehingga proses seleksi menjadi kunci dalam menampilkan representasi terbaik dari kekayaan budaya pesisir, pedalaman, hingga budaya keraton yang menjadi kekhasan Kukar.
Lebih dari sekadar pertunjukan, KFBN kini berperan sebagai alat evaluasi dan pembinaan kelompok seni lokal. Dispar Kukar tengah membangun basis data yang akurat terkait potensi serta kebutuhan pengembangan komunitas seni yang tersebar di wilayah kabupaten.
“Yang tampil baik akan kami bina, bahkan kami siapkan untuk representasi daerah di panggung yang lebih besar,” tegasnya.
Melalui pendekatan selektif dan terarah, KFBN 2025 diposisikan sebagai etalase budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat sektor budaya dan ekonomi kreatif daerah. Festival ini juga dipandang sebagai sarana diplomasi budaya dan promosi daerah yang strategis.
KFBN 2025 diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pengembangan seni budaya di Kukar. (adv/Dinas Pariwisata Kukar)















