SAMARINDA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Diskusi Putaran I Forum Konsultasi Daerah (FKD) yang membahas arah transformasi ekonomi baru Kaltim melalui pengembangan kendaraan listrik roda dua (EV2W) serta hilirisasi pasir silika sebagai bahan pendukung industri panel surya. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Selasa (20/1/2026).
Diskusi tersebut melibatkan beragam pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, perwakilan pekerja, hingga organisasi masyarakat sipil. Pelibatan berbagai pihak ini menjadi bagian dari strategi percepatan transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju arah yang lebih berkelanjutan.
Forum ini difokuskan pada perumusan aksi-aksi utama untuk mendorong peningkatan investasi, produktivitas, serta minat pelaku usaha pada dua sektor prioritas, yakni industri panel surya dan kendaraan listrik. Pembahasan dilakukan secara mendalam dan spesifik agar strategi yang dihasilkan mampu menjawab tantangan serta memaksimalkan potensi masing-masing sektor.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kaltim, Wahyu Gatut Purboyo, menekankan pentingnya peran pelaku usaha, tenaga kerja sektor terkait, serta instansi pemerintah dalam menyusun aksi utama dan kebutuhan pendukung yang realistis serta dapat diimplementasikan.
Ia menjelaskan, forum ini dilatarbelakangi oleh struktur ekonomi Kalimantan Timur yang hingga kini masih bertumpu pada sektor pertambangan batu bara. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kaltim perlu menyiapkan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi baru sebagai penopang utama pertumbuhan daerah di masa mendatang.
“Transformasi ekonomi Kalimantan Timur menjadi hal yang sangat penting. Jika melihat ke belakang, secara historis Kaltim sebenarnya telah beberapa kali mengalami perubahan struktur ekonomi,” ujar Gatut.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi transisi energi global sebagai bagian dari komitmen penurunan emisi gas rumah kaca. Sektor energi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar, sehingga pengembangan energi bersih dan industri hijau merupakan kebutuhan yang tidak terelakkan.
Hasil Diskusi Putaran I FKD ini selanjutnya akan menjadi bahan dasar pada Diskusi Putaran II, yang akan membahas secara lebih rinci berbagai elemen pendukung guna merealisasikan aksi-aksi utama yang telah dirumuskan.
Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kalimantan Timur serta perwakilan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia. (Sirana.id)















