SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Dugaan Semburan Gas Pertamina di Sangasanga, Jatam Kaltim Tuntut Pemulihan Lingkungan

Sirana.id by Sirana.id
4 July 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini, Uncategorized
0
Dugaan Semburan Gas Pertamina di Sangasanga (tangkapan layar video di sosial media)

Dugaan Semburan Gas Pertamina di Sangasanga (tangkapan layar video di sosial media)

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Sudah 14 hari setelah peristiwa dugaan semburan gas pertamina di Sangasanga. Semburan yang mengandung api itu diduga dari sumur Pertamina di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara. Dalam rilisnya, Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur Menemukan PT Pertamina Unit Hulu Sanga Sanga-sanga (PHSS) Bersama Kontraktornya PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) belum melakukan transparansi dan keterbukaan informasi secara resmi tentang kejadian dan penyebab peristiwa mengerikan ini kepada publik terutama kepada warga terdampak.

JATAM  Kaltim  pun mendesak  PT.  Pertamina  Unit  Hulu  Sanga  Sanga-sanga  (PHSS)  dan kontraktornya PT PDSI membuka kepada publik, buku rekaman log kegiatan harian beserta rekaman CCTV dari pengeboran di Pertamina sampai dengan saat terjadinya blow out. JATAM Kaltim juga mendesak Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dan Inspektur Tambang Minyak dan Gas Bumi untuk membentuk tim independen  yang  melibatkan  masyarakat  sipil  melakukan  penyelidikan  dan  investigasi menyeluruh penyebab kejadian dan memeriksa tanggung jawab hukum setiap dugaan kelalaian dan kesalahan para pihak terkait.

“Pertamina wajib menyampaikan permintaan maaf kepada publik terutama warga terdampak, memulihkan kerusakan lingkungan dan memberikan kompensasi yang layak kepada masyarakat yang  terdampak.  Pemerintah  harus  meningkatkan  pengawasan  yang  lebih  ketat  terhadap operasional pertambangan dan perminyakan untuk mencegah insiden serupa,” tegas Dinamisator Jatam Kaltim Mareta Sari dalam keterangan tertulisnya.

Sebelumnya, Pada Kamis, 19 Juni, 2025 Pukul 05.00:00 Wita, masyarakat Kelurahan Jawa yang berada di sekitar sumur minyak Pertamina dikejutkan adanya peristiwa semburan gas dan api yang menurut tuturan  warga  setinggi  12  meter. Semburan gas pertamina di Sangasanga itu juga  diduga  mengandung  zat  beracun  seperti Hidrogen Sulfida (H2S) dan Polycyclic Hidrokarbon juga diantaranya mengandung metana, etana dan propana.

Masih dalam rilis Jatam Kaltim, menurut kesaksian warga, Suhardi (52 Tahun) dan Istrinya Noordayanti (42 Tahun) semburan gas pertamina di sangasanga tersebut tidak hanya menyebabkan bau menyengat, tetapi juga menimbulkan gejala gangguan kesehatan seperti sakit kepala, mual, dan sesak napas pada warga yang terpapar.

Jarak lokasi sumur dengan pemukiman yang berjarak hanya 700 Meter juga memaksa sebagian warga untuk keluar dari rumah dan mengungsi. Ketakutan itu bukan tanpa dasar, karena kejadian ini  mengingatkan  mereka  dengan  peristiwa  serupa,  yang  terjadi  pada  tahun  1988  hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun kala itu.

Berikut sejumlah daftar temuan JATAM Kaltim yang dihimpun dari lapangan:

  1. NIR-TRANSPARANSI,   TANPA   KETERBUKAAN   INFORMASI.

Berdasarkan kesaksian warga hingga saat ini, 14 hari kejadian berlalu, pihak PT. Ppertamina dan kontraktornya yakni PT. PDSI belum memberikan keterangan resmi penyebab semburan (Blow Out) serta seberapa besar kerusakan dan apa dampaknya bagi, warga. Sebaliknya yang justru menormalisasi dan mengecilkan kejadian berbahaya ini, warga menjelaskan dis-informasi atau informasi keliru yang mengecilkan bahaya kejadian ini, dan menyebut kejadian merupakan kejadian yang lumrah terjadi atau disebut sebagai flare pembakaran gas buang yang lazim dan sudah seharusnya sengaja dibakar.

Temuan yang juga terkumpul dari kesaksian Zainur Ridwan dan Hendro (Ketua RT dan Wakil RT 04) adalah tidak pernah ada sosialisasi kegiatan pengeboran oleh PT Pertamina Unit Hulu Sanga Sanga-sanga (PHSS) dan Kontraktor Nya PT. PDSI kepada masyarakat sekitar lokasi. Kejahatan informasi ini juga diikuti tak pernah adanya sosialisasi dokumen dampak lingkungan dan resikonya, tidak ada sosialisasi SOP untuk tanggap darurat, sehingga warga tidak dibekali pengetahuan jika terjadi kondisi darurat seperti saat ini.

 

  1. PERACUNAN   BENTANG   AIR   DAN   TANAH.

Hingga   saat   ini   pemeriksaan laboratorium  atas  kualitas  dan  kandungan  air  yang  tercemar  oleh  Puskesmas  dan PERUMDA Tirta Mahakam Ranting Sanga-sanga Belum keluar hasilnya, JATAM Kaltim mempertanyakan  Standar  Operasional  Prosedur  (SOP)  Pemerintah  Kabupaten  Kutai Kartanegara dan PERUMDA Tirta Mahakam atau PDAM Cabang Kutai Kartanegara yang memutuskan tetap mengalirkan air yang menurut kesaksian warga masih berbau, keruh berwarna  gelap  dan  bercampur  lumpur  yang  tetap  dialirkan  atas  alasan  sedang diselenggarakannya MTQ di Kecamatan Sanga-sanga, pertanyaannya sejauh mana dan seberapa memadai informasi atas resiko penggunaan air ini pada warga maupun peserta MTQ?, begitu pula jika hasilnya ditemukan terbukti tercemar.

 

  1. MELUASNYA KORBAN.

Peracunan pada bentang air juga diikuti oleh peracunan pada kandungan air tanah bahkan tanah disekitar dan dimana penyebaran komponen dan unsur kimia beracun juga menjalar di sekitar pemukiman, termasuk kepada korban terdampak non-manusia, kepada hewan dan ikan di jalur-jalur air dan sungai terdampak di anak-sanak sungai Sanga-sanga. Jika produksi PDAM per-hari mencapai 5 Ribu Kubik air yang setara dengan 800 Tangki air ukuran 5 Ribu liter, maka dapat diperkirakan taksiran volume air tercemar  hingga  saat  ini  adalah 20  Ribu  Kubik  yang  dikonsumsi  oleh  sekitar 3600 pelanggan sambungan PDAM. Celakanya hingga kini tidak ada tanggungjawab oleh pemerintah  pusat,  provinsi  dan  kabupaten  kutai  kartanegara  pada  skandal  ini,  tidak ditemukan upaya Badan-badan lingkungan hidup setempat untuk melakukan pengambilan sampel dan pengecekan kondisi udara, air dan lingkungan di lokasi kejadian.

 

  1. PERACUNAN  PADA   UDARA.

Gejala  peracunan  udara  melalui  keluhan  yang dikumpulkan  JATAM  Kaltim  dari  pengaduan  warga  juga  menunjukkan  perlunya pemeriksaan udara ambien selama 24 jam (ambien atmosphere monitoring) di wilayah padat huni yang terdekat/terdampak, dari kesaksian warga terdapat tidak kurang lima rukun tetangga (RT) mulai dari RT 04, 05, 08, 06 dan 02 yang terdampak langsung yang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan menyeluruh pada kesehatan paru-paru warga.

 

  1. KOMPENSASI YANG TIDAK ADIL DAN MENGHINA AKAL.

Akibat dari ledakan sumur minyak tersebut PT Pertamina memilih memberikan bantuan kepada warga di beberapa RT yang jarak nya paling dekat dengan lokasi Semburan, seperti  di RT 04, Rt 06, Rt 02, bantuan yang diberikan kepada para warga hanya berupa minuman air mineral kemasan satu dus ukuran 300 ml, susu kaleng cap beruang dan vitamin B Kompleks selama 3 hari untuk tiap satu rumah.

 

“Menurut kesaksian warga bantuan tersebut dalam pembagiannya tidak merata, seperti bantuan susu dan vitamin, dari jumlah warga di RT 04 sebanyak 166 KK, perusahaan hanya menyediakan 48 kaleng saja, sehingga menimbulkan polemik diantara sesama warga yang menerima dan yang tidak. Warga yang memiliki bayi bahkan bertaruh resiko, karena kecilnya kompensasi ini. Ketidakmerataan bantuan ini merupakan bentuk pengabaian hak- hak  korban  dan  memperlihatkan  minimnya  transparansi  serta  akuntabilitas  dalam penanganan bencana industri ini. JATAM Kaltim mempertanyakan SOP bantuan dan kompensasi pada saat terjadi insiden dan kejadian dengan skala seperti ini, mulai dari jenis bantuan dan cara pembagiannya yang menghina akal sehat,” tegas Jatam Kaltim. (sirana.id)

baca juga: Tertatih Reklamasi Lubang Tambang Maut

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa
Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

29 May 2026
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik
Nasional

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

29 May 2026
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir
Kalimantan Timur

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

14 May 2026
Next Post
Ilustrasi ekraf di Kukar

Dua Belas Kecamatan Didorong Bentuk Komite Ekonomi Kreatif

Kekraf Kukar

Ini Pentingnya Tiap Kecamatan di Kukar Punya Komite Ekonomi Kreatif

Pulau Kumala Jadi Fokus Revitalisasi, Dispar Kukar Siapkan Konsep Baru Pengembangan Destinasi Ikonik

Dispar Kukar Siapkan Konsep Baru Pengembangan Destinasi Ikonik untuk Revitalisasi Pulau Kumala

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

1 week ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

1 week ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

3 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

3 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved