TENGGARONG — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di daerah dengan membentuk Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) di setiap kecamatan.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan wadah bagi pelaku kreatif di tingkat lokal sekaligus mempersiapkan mitra kerja dalam pelaksanaan berbagai kegiatan seni, budaya, dan pariwisata di wilayah kecamatan masing-masing.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan saat ini kepengurusan Kekraf di tingkat kabupaten tengah dalam kondisi vakum. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana menata ulang kepengurusan mulai dari tingkat kabupaten sebelum melangkah ke pembentukan Kekraf di setiap kecamatan.
“Kita sudah diskusi internal, karena pengurus Kekraf Kabupaten yang ada sekarang sedang vakum. Kemarin sempat kita bahas dan sudah dilaporkan ke pimpinan. Arahan pimpinan adalah agar segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk teman-teman komunitas ekonomi kreatif,” tuturnya.
Tahapan awal yang akan dilakukan adalah membentuk kembali kepengurusan Kekraf Kabupaten yang baru, yang sesuai dengan ketentuan dan struktur kelembagaan yang berlaku.
Selain itu juga, dirinya menyebutkan target Dispar Kukar memastikan seluruh 20 kecamatan memiliki wadah Kekraf yang aktif dan produktif. Hal ini penting agar potensi ekonomi kreatif di tiap wilayah dapat terorganisir dan terfasilitasi secara optimal.
Menurutnya, keberadaan Kekraf di tingkat kecamatan nantinya akan berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam pelaksanaan berbagai event daerah bertaraf lokal maupun nasional.
“Harapannya, teman-teman Kekraf bisa menjadi mitra terbaik pemerintah daerah. Seperti yang disampaikan Pak Bupati, akan ada agenda event-event bulanan di tiap kecamatan dengan skala nasional. Tentu pelaksanaannya akan jauh lebih lancar jika ada mitra lokal yang siap dan memahami konteks wilayahnya,” ungkapnya.
Program penguatan Kekraf ini juga menjadi bagian dari strategi besar pengembangan Ekraf Kukar, yang diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata, budaya, dan pemberdayaan pelaku UMKM kreatif.
Dengan adanya kelembagaan formal seperti Kekraf, komunitas dan pelaku ekonomi kreatif di setiap kecamatan diharapkan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan.
“Kita ingin agar pelaku ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh sendiri-sendiri, tapi bisa bergerak bersama dalam satu ekosistem yang didukung oleh struktur organisasi yang jelas dan program yang terarah,” pungkasnya. (adv/Dinas pariwisata Kukar)















