SAMARINDA – Salah satu momok petani sawit di Kalimantan Timur adalah benih sawit palsu yang beredar. Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ence Achmad Rafiddin Rizal mengatakan, tingginya penggunaan benih kelapa sawit palsu di tingkat petani dikarenakan belum tersedianya benih bersertifikat secara memadai di tingkat petani.
Selain itu, rendahnya pemahaman petani terhadap penggunaan benih bersertifikat, kurangnya akses petani terhadap benih bersertifikat, harga benih bersertifikat relatif mahal, benih palsu bisa beredar dengan cara mudah dan murah, dan sulit membedakan antara benih bersertifikat dan tidak bersertifikat atau palsu.
Padahal, Penggunaan benih unggul bermutu, merupakan salah satu langkah awal dan krusial, dalam implementasi sistem pertanian modern. Ini karena benih unggul bermutu, memiliki potensi hasil panen yang lebih tinggi, serta lebih adaptif terhadap kondisi dan lokalitas lahan.
Saat ini Fokus utama adalah membangun kelembagaan petani pekebun yang mampu mengelola manajemen perkebunan secara modern dari hulu ke hilir.
“Ada delapan komunitas perkebunan yang sedang dikembangkan di Kalimantan Timur, baik melalui perluasan lahan maupun peningkatan produktivitas,” terang Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal seperti melansir dalam laman Dinas Perkebunan Kaltim.
Maka diperlukan kelembagaan yang menaungi produsen benih, karena Kelembagaan ini bertujuan untuk memastikan distribusi pengetahuan, bantuan fisik, serta menjaga kualitas bibit yang diberikan kepada petani.
“Masing-masing produsen secara pribadi dapat meningkatkan kompetensi untuk memperoleh sertifikasi,” tambahnya.
Hal ini diupayakan untuk mencegah penyebaran benih yang tidak terverifikasi, yang dapat merugikan masyarakat.
Sementara itu, UPTD Produsen Benih Tanaman Perkebunan (PBTP) Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mendorong produsen benih di provinsi ini untuk menyediakan benih unggul bermutu yang memenuhi kebutuhan petani secara tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, dan lokasi dengan harga terjangkau. Produsen benih diharapkan menjadi mitra dalam pembangunan perkebunan di Kalimantan Timur.
Untuk memastikan penyediaan benih kelapa sawit unggul berjalan efektif, perlu dipetakan lokasi sumber benih, produsen, dan pekebun dalam ekosistem bisnis. Hal ini dapat dilakukan melalui lembaga Produsen Benih berbasis Korporasi dalam satu wadah, yaitu Korporasi Petani. (sirana.id)
Baca juga: Kabar Gembira dari Perjuangan Masyarakat Adat Long Isun















