SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Banyak Orangutan di Luar Kawasan Konservasi, Dorong Kembalikan Habitat di Lahan Eks Tambang

Sirana.id by Sirana.id
19 August 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini, Uncategorized
0
Ilustrasi Orangutan yang terekam kamera (foto: Ecositrop)

Ilustrasi Orangutan yang terekam kamera (foto: Ecositrop)

0
SHARES
63
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan kajian PHVA 2016, populasi Orangutan morio diperkirakan hanya sekitar 14.600 individu. Sayangnya, habitat mereka sebagian besar berada di luar kawasan konservasi.

Hal tersebut, disampaikan Tri Atmoko, peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN. Dia menegaskan bahwa orangutan adalah satu-satunya kera besar di Asia dengan tiga spesies di Indonesia: orangutan sumatera, orangutan tapanuli, dan orangutan Kalimantan. Di Kalimantan Timur, salah satu wilayah yang banyak ditemukan kemunculan orangutan adalah Kutai Timur.

“Orangutan yang ada di wilayah PT PIK  merupakan orangutan kalimantan subspesies Pongo pygmaeus morio yang kini berstatus Critically Endangered menurut IUCN Red List,” jelas Tri.

Maka dari itu, menurutnya kolaborasi multipihak sangat penting. Untuk memastikan kehidupan orangutan ini masih bisa terus berjalan. Mengingat banyak lahan di Kalimantan Timur yang beralih jadi pertambangan, maka pembangunan demplot di lahan bekas tambang diharapkan dapat mengembalikan struktur habitat orangutan dengan keberadaan pohon pakan dan pohon sarang.

“Areal reklamasi akan berfungsi sebagai refugia (habitat pengungsian) sekaligus koridor ekologis yang menghubungkan hutan sekitar dengan wilayah bekas tambang,” jelas Tri dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Salah satu demplot yang lagi dikerjakan ada di Bengalon, Kutai Timur. Di konsesi PT PIK (Bayan Resources). Rudiro Trisnardono, Senior Advisor Bayan Resources, menjelaskan bahwa pembangunan demplot di Bengalon, Kutai Timur dilakukan di atas lahan reklamasi seluas 4 hektar di bawah supervisi peneliti BRIN.

“Sebanyak 2.500 bibit tanaman pakan orangutan disiapkan sebagai sisipan di lahan reklamasi, dengan prioritas jenis buah hutan untuk mengembalikan fungsi habitat,” terangnya.

Beberapa jenis yang ditanam antara lain tarap (Artocarpus sp.), nyatoh (Palaquium calophyllum), kecapi (Sandoricum koetjape), rambai (Baccaurea motleyana), cempedak (Artocarpus integer), dan kapul (Baccaurea macrocarpa).

Terpisah, soal Orangutan yang banyak di luar kawasan konservasi ini, terekam dalam studi 12 tahun Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (Ecositrop) di Kalimantan timur yang dipublikasi pada 2019 lalu. Hasil studi mereka saat itu menunjukkan rumah untuk orangutan tersisa sedikit. Dari studi itu, menunjukkan 70 hingga 80 persen orangutan tinggal di kawasan nonkonservasi yang rawan konflik.

“Jadi mereka tinggal di kebun sawit, tambang, permukiman, hingga HTI (hutan tanaman industri),” terang Yaya Rayadin dalam publikasinya pada 2019 lalu.

Rumah makin sempit atau menghilang dan orangutan di luar kawasan konservasi memang tak mengherankan. Pasalnya, hutan di Kalimantan Timur juga telah banyak berkurang. Hilman Afif, Juru Kampanye Auriga Nusantara dalam keterangan tertulisnya Kalimantan Timur pun selama 2024 telah kehilangan 44.483 hektare hutannya dan jadi nomor satu deforestasi. Terpaut hampir lima ribu hektare dari Kalimantan Barat di peringkat dua yang menyentuh angka 39.598 hektare. Lalu, Kalimantan Tengah dengan 33.389 hektare. Selain itu, sebanyak 83 persen kabupaten/kota di Indonesia mengalami deforestasi, dengan 68 kabupaten mencatat lebih dari 1.000 hektare hutan yang hilang.

“Namun, Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur mencatat deforestasi tertinggi, mencapai 16.578 hektare,” jelasnya. (sirana.id)

Baca Juga: Berat Membuat Orangutan Hidup Sejahtera di “Rumahnya”

Tags: BRINeks tambangkawasan konservasilahan tambangorangutan
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Ilustrasi Devil/Magdalene
Ceritarana

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

8 April 2026
Next Post
ilustrasi anak-anak (generated by AI)

Kekerasan Pada Anak di Kaltim Tinggi, Paling Banyak Kekerasan Seksual

area persawahan di Desa Manunggal jaya

Cara Desa Manunggal Jaya, Memastikan Sawah Tetap Terhampar dan Beras Terus Diproduksi 

penyu di Pulau Derawan (foto: Nofiyatul Chalimah)

Berat Hidup Penyu, yang Makin Berat Karena Manusia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

14 hours ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

3 days ago
Ilustrasi Devil/Magdalene

Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

1 week ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Mahasiswa FH Unmul Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak orangutan pendidikan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT
  • BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia
  • Bahas Kasus Andrie Yunus, Akses Magdalene Dibatasi, AJI Angkat Suara

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved