SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Barantin dan FAO Perkuat Biosekuriti Nasional Hadapi Ancaman Penyakit Hewan Lintas Batas

Sirana.id by Sirana.id
7 July 2026
in Nasional
0
Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dan Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal bersama perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga dalam peluncuran program senilai USD 200.000 untuk memperkuat manajemen risiko sistem perkarantinaan hewan di Indonesia pada Selasa (7/7) di Jakarta. ©️Badan Karantina Indonesia

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dan Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal bersama perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga dalam peluncuran program senilai USD 200.000 untuk memperkuat manajemen risiko sistem perkarantinaan hewan di Indonesia pada Selasa (7/7) di Jakarta. ©️Badan Karantina Indonesia

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ancaman penyakit hewan lintas batas kini menjadi tantangan nyata bagi ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan kelancaran perdagangan internasional. Meningkatnya mobilitas manusia, hewan, dan komoditas antarnegara, ditambah dampak perubahan iklim, membuat risiko masuk dan menyebarnya penyakit hewan semakin tinggi. Menjawab tantangan tersebut, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) memperkuat sistem karantina hewan nasional melalui program penguatan manajemen risiko berbasis sains dan teknologi.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran program FAO Technical Cooperation Programme (TCP/INS/4101) – _Strengthening Animal Quarantine Risk Management through Integrated Assessment and Response Toward Agri-Threats_ yang diawali melalui Inception Workshop di Jakarta, Selasa (7/7). Program dengan pendanaan sebesar USD 200.000 dari FAO ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem biosekuriti Indonesia yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu mengantisipasi ancaman penyakit sebelum masuk ke wilayah Indonesia.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa sistem karantina saat ini harus mampu bertransformasi mengikuti dinamika perdagangan global yang semakin cepat. Menurutnya, penguatan pengawasan tidak cukup dilakukan di pintu pemasukan dan pengeluaran, tetapi harus didukung analisis risiko yang akurat, pemanfaatan teknologi digital, dan pengambilan keputusan berbasis data.

“Barantin tidak ingin menjadi bottleneck di perbatasan. Namun, percepatan arus barang juga tidak boleh mengorbankan keamanan hayati Indonesia. Karena itu, kami terus membangun sistem karantina yang modern, berbasis risiko, berbasis data, dan selaras dengan standar internasional agar mampu melindungi ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Karding.

Ia menjelaskan, ancaman Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), penyakit hewan lintas batas, penyakit zoonosis, hingga spesies asing invasif tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, menurunkan produktivitas, menghambat ekspor, bahkan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sekitar 13 juta rumah tangga di Indonesia menggantungkan penghidupannya pada sektor peternakan, sehingga perlindungan terhadap kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Melalui program ini, Barantin bersama FAO akan memperkuat kapasitas nasional dalam pengelolaan risiko karantina hewan melalui tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan kompetensi petugas karantina dalam melakukan analisis dan manajemen risiko sesuai standar internasional. Kedua, mengembangkan sistem digital terintegrasi yang mendukung pemetaan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), analisis risiko, surveilans, dan _Early Warning System (EWS)_ sehingga proses pengambilan kebijakan menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah. Ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui komunikasi risiko dan kampanye publik agar pencegahan penyakit dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menegaskan bahwa tantangan penyakit hewan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Menurutnya, pendekatan One Health menjadi kunci dalam menjaga kesehatan hewan, manusia, tumbuhan, dan lingkungan secara terpadu.

“Sistem karantina hewan merupakan garda terdepan dalam melindungi negara dari ancaman penyakit lintas batas. FAO berkomitmen mendukung Barantin memperkuat kapasitas analisis risiko berbasis teknologi digital agar Indonesia semakin siap menghadapi berbagai ancaman, sekaligus menjaga keamanan perdagangan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem,” kata Rajendra Aryal.

Lokakarya awal program dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga, akademisi, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi momentum menyepakati arah implementasi program sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem karantina hewan yang lebih terintegrasi.

Bagi Barantin, penguatan biosecurity merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Sistem karantina yang kuat bukan hanya menjadi benteng pertama mencegah masuknya penyakit dan organisme pengganggu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap komoditas Indonesia. Dengan demikian, perlindungan sumber daya hayati berjalan seiring dengan peningkatan daya saing perdagangan nasional.

Melalui kolaborasi strategis bersama FAO, Barantin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan sistem perkarantinaan berkelas dunia yang adaptif, berbasis risiko, dan berorientasi pada pelayanan publik. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian sumber daya hayati, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.(*)

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa
Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

29 May 2026
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik
Nasional

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

29 May 2026
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru
Ceritarana

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

13 May 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dan Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal bersama perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga dalam peluncuran program senilai USD 200.000 untuk memperkuat manajemen risiko sistem perkarantinaan hewan di Indonesia pada Selasa (7/7) di Jakarta. ©️Badan Karantina Indonesia

Barantin dan FAO Perkuat Biosekuriti Nasional Hadapi Ancaman Penyakit Hewan Lintas Batas

11 hours ago
Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

1 month ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

1 month ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

2 months ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Barantin dan FAO Perkuat Biosekuriti Nasional Hadapi Ancaman Penyakit Hewan Lintas Batas
  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved