SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Salah Alokasi Anggaran Pendidikan dan Pengabaian Konstitusi, Anak Jadi Korban

AdminSirana2 by AdminSirana2
5 February 2026
in Ceritarana, Nasional, Ranaterkini
0
Ilustrasi alat tulis sekolah/Freepik

Ilustrasi alat tulis sekolah/Freepik

0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kematian tragis seorang siswa Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur pada 29 Januari 2026 yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan pena, dinilai bukan sekadar kabar duka. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut peristiwa ini sebagai tanda lumpuhnya perlindungan hak anak atas pendidikan, khususnya bagi mereka yang terhalang biaya.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyoroti ironi di balik klaim kenaikan anggaran pendidikan pemerintah. Menurutnya, realitas menunjukkan seorang anak bisa kehilangan nyawa hanya karena alat tulis yang harganya sangat murah tetap tak terjangkau.

JPPI juga menanggapi pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut anak putus sekolah karena “tidak bisa jajan”. Ubaid menilai pernyataan tersebut keliru dan merendahkan realitas kemiskinan. Ia menegaskan, kasus di NTT justru membuktikan anak berhenti sekolah karena beban biaya pendidikan, bukan persoalan jajan.

Slogan “Wajib Belajar 13 Tahun” juga dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. JPPI mempertanyakan bagaimana kewajiban sekolah dapat berjalan jika biaya pendidikan terus membebani keluarga miskin.

Menurut JPPI, situasi ini terjadi karena pengabaian amanat konstitusi terkait pembiayaan pendidikan. Pasal 31 UUD 1945, UU Sisdiknas, serta Putusan Mahkamah Konstitusi disebut memerintahkan pendidikan dasar tanpa pungutan. Namun, pemerintah dinilai membiarkan beban operasional sekolah ditanggung wali murid.

JPPI juga mengkritik prioritas anggaran yang dinilai bergeser. Dana pendidikan disebut tergerus untuk program seperti makan bergizi gratis. Ubaid menyebut kondisi ini sebagai “kanibalisasi anggaran”, yang membuat porsi riil pendidikan menyusut.

JPPI mendesak pemerintah menghentikan narasi keliru soal putus sekolah, mengaudit dana bantuan pendidikan, serta mengembalikan fokus anggaran pendidikan pada kebutuhan dasar siswa, guru, dan sarana prasarana. (Sirana/id)

Tags: NTTsiswa sekolah dasar
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
Dok: Istimewa

Duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, NTT

Agenda rutin pembentukan karakter yang dilakukan oleh siswa dan siswi sekolah/RA

Kas Kelas Jadi Sorotan, Begini Klarifikasi Sekolah

Poster anti-kriminalisasi jurnalis (©Toto Santiko Budi via Shutterstock)

Siaran Pers AJI Makassar Tanggapi Intimidasi dan Teror terhadap Jurnalis Metro TV di Bulukumba

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved