Nusantara — Upaya pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan kemajuan. Otorita Ibu Kota Nusantara secara resmi meluncurkan Paket Wisata Authentic Hiking Gunung Parung sebagai penutup rangkaian kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Wisata Budaya Balik Nan Living Museum yang berlangsung sejak akhir November hingga 21 Desember 2025.
Wisata ini yang dikelola langsung oleh masyarakat lokal. Tidak hanya menawarkan pengalaman wisata alam dan budaya yang autentik, program ini juga dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan di kawasan IKN.
Melalui paket Authentic Hiking Gunung Parung, wisatawan diajak menjelajahi kawasan Hutan Adat Suku Balik Sepaku dengan konsep pendakian yang dikurasi secara imersif. Selain menikmati lanskap alam, peserta juga diperkenalkan pada nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai aktivitas bermakna, salah satunya penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan identitas budaya masyarakat adat.

Pada peluncuran perdananya, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, serta Penajam Paser Utara. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep wisata yang menggabungkan alam, budaya, dan prinsip keberlanjutan di kawasan IKN.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Otorita IKN bertajuk The Living Museum Story: Voices of The Forest. Melalui inisiatif tersebut, Otorita IKN mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Parung, agar menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal.
Pendampingan dilakukan secara intensif oleh Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN melalui serangkaian lokakarya terstruktur. Materi yang diberikan mencakup penguatan cerita budaya lokal, pengembangan produk wisata, strategi pemasaran, hingga pembuatan konten promosi. Sebanyak sepuluh peserta terpilih mengikuti proses peningkatan kapasitas ini secara mendalam.
Hasil dari pendampingan tersebut tidak hanya melahirkan paket wisata Authentic Hiking Gunung Parung, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dan kapasitas kelembagaan pengelola lokal. Gunung Parung kini menjadi destinasi pertama di kawasan IKN yang mengusung konsep pengalaman alam dan budaya terpadu dalam kerangka Balik Nan Living Museum. Kehadirannya diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat peran pemandu lokal, serta menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan proyek percontohan Museum Kehidupan masyarakat adat yang terintegrasi dengan ekowisata inklusif. Ke depan, Gunung Parung juga masuk dalam prioritas pengembangan pariwisata Nusantara, seiring dengan penyusunan kajian pemasaran dan paket investasi pariwisata yang ditargetkan rampung tahun ini.
Melalui pengembangan ekowisata berbasis komunitas ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya membangun Nusantara sebagai Kota Hutan yang menyeimbangkan pembangunan, pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. (Sirana.id)















