SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Saat Kekerasan Berujung Kematian: Femisida Jadi Alarm bagi Negara

AdminSirana2 by AdminSirana2
26 November 2025
in Nasional, Ranaterkini
0
Komnas Perempuan

Komnas Perempuan

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 25 November 2025 — Dalam peringatan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) kembali menegaskan bahwa femisida adalah bentuk paling ekstrem dari kekerasan berbasis gender. Komisi menekankan bahwa pembunuhan terhadap perempuan karena identitas gendernya bukan hanya persoalan kriminal semata, tetapi merupakan puncak dari rangkaian kekerasan yang seringkali tidak ditangani secara serius oleh negara.

Komnas Perempuan mencatat bahwa sepanjang 2025, mereka menerima laporan sedikitnya sepuluh kasus femisida, terdiri dari tujuh femisida intim—yang dilakukan pasangan atau mantan pasangan—dan tiga femisida non-intim. Salah satu kasus bahkan menunjukkan bagaimana penelantaran dan kekerasan psikologis yang berlangsung bertahun-tahun dapat berujung pada kematian korban. Dari pemantauan pemberitaan media dalam kurun November 2024 hingga Oktober 2025, ditemukan 453 pemberitaan pembunuhan perempuan, dan 239 di antaranya teridentifikasi sebagai femisida.

Dari data tersebut terlihat bagaimana perempuan dalam situasi kerentanan tinggi—seperti perempuan yang dilacurkan, korban kekerasan berbasis gender online, korban konflik bersenjata, penyintas keragaman identitas gender dan seksual, serta penyandang disabilitas—menjadi kelompok yang paling banyak mengalami femisida. Bahkan terdapat 24 kasus femisida terhadap anak perempuan. Komnas Perempuan menyoroti bahwa sebagian besar pelaku adalah orang yang dekat dengan korban, seperti suami, pasangan, atau pacar. Temuan ini menegaskan bahwa relasi intim tidak selalu menjadi ruang yang aman bagi perempuan.

Bentuk kekerasan yang dilakukan pelaku sering kali sangat brutal. Banyak korban mengalami pemerkosaan, dicekik, disiksa, hingga dibunuh. Tidak sedikit pula tubuh korban mengalami penghinaan lanjutan setelah meninggal, seperti dibuang, dibakar, diikat, dimutilasi, atau diperlakukan tidak manusiawi lainnya. Motif yang kerap diberitakan sebagai “cemburu”, “sakit hati”, atau masalah ekonomi pada dasarnya mencerminkan keinginan pelaku untuk mengontrol kehidupan perempuan, terutama ketika perempuan berusaha mandiri, ingin berpisah, aktif di media digital, bekerja, atau menolak hubungan seksual.

Dalam konteks digital, kekerasan sering berawal dari komunikasi daring yang kemudian berkembang menjadi kedekatan semu. Pelaku memanfaatkan kerentanan korban, mengajak bertemu di ruang privat, dan melakukan kekerasan ketika keinginan mereka tidak dituruti. Teknologi dalam situasi ini berperan memperkuat relasi kuasa yang tidak seimbang.

Komnas Perempuan juga mengingatkan bahwa keluarga, teman, atau pendamping yang melaporkan kekerasan turut menghadapi ancaman dan membutuhkan dukungan pemulihan. Namun hingga kini pendataan femisida belum menjadi standar dalam sistem hukum Indonesia. Banyak kasus diperlakukan sebagai pembunuhan biasa tanpa membaca riwayat kekerasan sebelumnya, sehingga pola kekerasan tidak terlihat dan pencegahan sulit dilakukan.

Komisioner Irwan Setiawan menyebut bahwa femisida juga dapat muncul dalam lingkup perdagangan orang (TPPO), karena praktik eksploitasi yang berkelanjutan dalam jaringan kejahatan terorganisir dapat berujung pada kematian korban. Sementara itu, Komisioner Chatarina Pancer Istiyani menegaskan bahwa femisida bukanlah persoalan personal atau ledakan emosi spontan, tetapi merupakan kegagalan struktural negara dalam melindungi hidup perempuan.

Karena itu, Komnas Perempuan meminta negara untuk memastikan adanya protokol investigasi femisida yang cepat, tepat, dan berperspektif korban. Pengakuan atas relasi kuasa, riwayat kekerasan, dan hak pemulihan anak korban harus menjadi bagian dari proses hukum. Komnas Perempuan juga telah mengembangkan model pendokumentasian, standar statistik femisida, dan instrumen identifikasi risiko untuk memastikan penanganan yang lebih akuntabel dan berbasis bukti.

Lembaga ini menekankan bahwa setiap kematian perempuan akibat femisida harus menjadi alarm bagi negara untuk memperbaiki sistem perlindungan. Dimulai dari penanganan laporan KDRT, setiap tanda kekerasan seharusnya dilihat sebagai potensi eskalasi menuju femisida. Komnas Perempuan berharap upaya pencegahan, pemulihan bagi keluarga korban, peningkatan kapasitas aparat, hingga pemberitaan media yang adil dan tidak menyudutkan korban dapat menjadi langkah nyata agar tidak ada lagi femisida yang terjadi secara diam-diam dan normal. Nyawa perempuan, bagi mereka, tidak boleh lagi hilang dalam senyap. (Sirana.id)

Baca juga: Upaya Perbaikan Narasi Femisida, Komnas Perempuan Hadirkan Buku Saku untuk Jurnalis

Tags: femisidakekerasan perempuankomnas perempuan
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika
Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

2 May 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Next Post
Foto: Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

Empat Kabupaten di Sumatera Utara Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan

Badan pusat statistik provinsi Kalimantan Timur

Indeks Pembangunan Manusia Kalimantan Timur Tunjukkan Peningkatan pada Tahun 2025

IMPACT Signing Ceremony

Program Baru Dicanangkan untuk Kurangi Kematian Ibu Melahirkan di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

6 days ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

2 weeks ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

2 weeks ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved