TENGGARONG – Pemerintah Desa Loa Ulung di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat perubahan signifikan dalam struktur ekonomi desa dalam beberapa tahun terakhir. Sektor perikanan keramba di Sungai Mahakam kini menjadi tulang punggung perekonomian, menggantikan peran sektor pertanian yang semakin menurun.
Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, mengungkapkan bahwa sekitar 60-70% masyarakat kini bergantung pada sektor perikanan keramba. “Perikanan keramba telah menjadi mata pencaharian utama warga kami, menyerap lebih dari separuh tenaga kerja di desa,” jelas Hermi, Kamis (26/6/2025). Perkembangan ini didorong oleh potensi alam Sungai Mahakam yang mendukung serta meningkatnya permintaan pasar akan produk perikanan.
Meski demikian, sektor perkebunan masih bertahan sebagai penopang ekonomi sekunder. Sekitar 30-40% wilayah desa masih dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan jagung. “Untuk pertanian padi memang tidak ada di Loa Ulung. Lahan kami lebih cocok untuk tanaman hortikultura dan perkebunan,” tambah Hermi.
Sisanya sekitar 10% penduduk bekerja di sektor jasa, perdagangan kecil, atau sebagai karyawan di luar desa. Hermi mengakui keterbatasan lapangan kerja di desa, dengan hanya beberapa galangan kapal kecil yang tidak banyak menyerap tenaga kerja lokal.
Pemerintah Desa berkomitmen untuk terus memperkuat dua sektor unggulan ini melalui berbagai program pendukung. “Kami fokus pada pengembangan infrastruktur, pendampingan koperasi, dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk perikanan dan perkebunan,” papar Hermi.
Strategi ini diharapkan dapat menciptakan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. “Kami ingin warga bisa mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang ada, sehingga tidak perlu tergantung pada sektor luar,” pungkas Hermi menutup pernyataannya. (Adv/DPMD Kukar)















