SALAH satu hewan yang jadi selebritis media sosial adalah gajah. Saat ini, yang cukup terkenal adalah gajah Domang, dari BTN Tesso Nilo di Riau, Sumatera. Domang, punya tingkah lucu yang sering direkam mahout (sebutan untuk pawang gajah). Meski Domang lucu, namun jangan salah kira, gajah terimut di dunia justru ada di Kalimantan.
Hal ini bisa dilihat dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM) . Gajah Kalimantan menjadi spesies yang dikenal dengan sebutan gajah kerdil atau pygmy elephant memiliki ciri fisik unik. Spesies ini memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan subspesies gajah asia lainnya, dengan ukuran tubuh hanya sekitar 72-90% dari ukuran gajah asia pada umumnya. Tinggi badan gajah kalimantan berkisar antara 2,5 hingga 3 meter, membuat mereka terlihat lebih kerdil dibandingkan kerabat mereka yang lebih besar (Cranbrook et al., 2008).
Gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis), subspesies dari gajah asia (Elephas maximus), kini menghadapi ancaman serius yang memicu perhatian internasional. Baru-baru ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) merilis status konservasinya sebagai spesies Endangered/terancam, melalui penilaian yang dilakukan pada November 2023. Kategori status tersebut diberikan kepada spesies-spesies yang menghadapi risiko kepunahan tinggi di alam liar pada waktu yang akan datang. Penetapan status konservasi ini menyoroti urgensi perlindungan dan langkah-langkah konservasi yang lebih efektif untuk menyelamatkan gajah pulau ini dari ambang kepunahan.
Melansir dari laman WWF, Kalimantan Utara, Indonesia dan Sabah, Malaysia sebagai tempat habitat gajah juga masuk dalam kawasan pengelolaan konservasi penting di 3 Negara yang dikenal dengan Kawasan Jantung Kalimantan (The Heart of Borneo). Kehadiran gajah di wilayah tersebut juga menandakan tersedianya sumber daya untuk mendukung kehidupan satwa lainnya.
Gajah betina pada umumnya hidup berkelompok, sedangkan gajah jantan hidup soliter. Mereka bertemu hanya pada saat musim kawin. Gajah hamil hanya dengan satu anak, dengan periode kehamilan sekitar 19-21 bulan. Meskipun ukuran badan mereka lebih kecil daripada gajah sumatera, gajah Kalimantan tetap memerlukan habitat yang luas, karena mereka dapat berjalan 7-13 kilometer dalam satu hari.
Walaupun hingga saat ini belum ada kasus perburuan gajah di Kalimantan Utara, tetapi dengan populasi yang tidak begitu banyak dapat menjadi alarm bahaya. Apalagi, jika tidak dikelola dengan baik.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh WWF-Indonesia pada tahun 2012, populasi gajah Kalimantan ada sekitar 30 – 80 individu dan masuk kedalam daftar satwa yang terancam punah dalam IUCN Red List. Tetapi sayangnya, degradasi hutan terjadi di penjuru pulau Borneo. Tidak hanya di Kalimantan, Indonesia. Tetapi juga di Malaysia. Umumnya tantangannya adalah hutan yang diubah jadi kebun kelapa sawit. Baik di malaysia maupun di Indonesia. Oleh karenanya, penting untuk dilakukan berbagai upaya konservasi agar gajah di habitatnya tetap lestari. (sirana.id)















