SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Gajah Kalimantan, Gajah Paling “imut” Se-Dunia

Sirana.id by Sirana.id
12 August 2025
in Nasional, Potretrana, Ranaterkini
0
Gajah Kalimantan di Area Perkebunan Sawit (Foto: Koenbetjes/iNaturalist)

Gajah Kalimantan di Area Perkebunan Sawit (Foto: Koenbetjes/iNaturalist)

0
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SALAH satu hewan yang jadi selebritis media sosial adalah gajah. Saat ini, yang cukup terkenal adalah gajah Domang, dari BTN Tesso Nilo di Riau, Sumatera. Domang, punya tingkah lucu yang sering direkam mahout (sebutan untuk pawang gajah). Meski Domang lucu, namun jangan salah kira, gajah terimut di dunia justru ada di Kalimantan.

Hal ini bisa dilihat dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM) . Gajah Kalimantan menjadi spesies yang dikenal dengan sebutan gajah kerdil atau pygmy elephant memiliki ciri fisik unik. Spesies ini memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan subspesies gajah asia lainnya, dengan ukuran tubuh hanya sekitar 72-90% dari ukuran gajah asia pada umumnya. Tinggi badan gajah kalimantan berkisar antara 2,5 hingga 3 meter, membuat mereka terlihat lebih kerdil dibandingkan kerabat mereka yang lebih besar (Cranbrook et al., 2008).

Gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis), subspesies dari gajah asia (Elephas maximus), kini menghadapi ancaman serius yang memicu perhatian internasional. Baru-baru ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) merilis status konservasinya sebagai spesies Endangered/terancam, melalui penilaian yang dilakukan pada November 2023. Kategori status tersebut diberikan kepada spesies-spesies yang menghadapi risiko kepunahan tinggi di alam liar pada waktu yang akan datang. Penetapan status konservasi ini menyoroti urgensi perlindungan dan langkah-langkah konservasi yang lebih efektif untuk menyelamatkan gajah pulau ini dari ambang kepunahan.

Melansir dari laman WWF, Kalimantan Utara, Indonesia dan Sabah, Malaysia sebagai tempat habitat gajah juga masuk dalam kawasan pengelolaan konservasi penting di 3 Negara yang dikenal dengan Kawasan Jantung Kalimantan (The Heart of Borneo). Kehadiran gajah di wilayah tersebut juga menandakan tersedianya sumber daya untuk mendukung kehidupan satwa lainnya.

Gajah betina pada umumnya hidup berkelompok, sedangkan gajah jantan hidup soliter. Mereka bertemu hanya pada saat musim kawin. Gajah hamil hanya dengan satu anak, dengan periode kehamilan sekitar 19-21 bulan. Meskipun ukuran badan mereka lebih kecil daripada gajah sumatera, gajah Kalimantan tetap memerlukan habitat yang luas, karena mereka dapat berjalan 7-13 kilometer dalam satu hari.

Walaupun hingga saat ini belum ada kasus perburuan gajah di Kalimantan Utara, tetapi dengan populasi yang tidak begitu banyak dapat menjadi alarm bahaya. Apalagi, jika tidak dikelola dengan  baik.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh WWF-Indonesia pada tahun 2012, populasi gajah Kalimantan ada sekitar 30 – 80 individu dan masuk kedalam daftar satwa yang terancam punah dalam IUCN Red List. Tetapi sayangnya, degradasi hutan terjadi di penjuru pulau Borneo. Tidak hanya di Kalimantan, Indonesia. Tetapi juga di Malaysia. Umumnya tantangannya adalah hutan yang diubah jadi kebun kelapa sawit. Baik di malaysia maupun di Indonesia.  Oleh karenanya, penting untuk dilakukan berbagai upaya konservasi agar gajah di habitatnya tetap lestari. (sirana.id)

Tags: gajahgajah kalimantangajah malaysiakonservasi gajah
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
istana negara di IKN (sirana.id)

Upacara Kembali ke Istana Negara di Jakarta, Ini yang Akan Digelar Saat HUT RI ke-80 IKN

ilustrasi sampah di pesisir Kalimantan Timur (Sirana.id)

Ancaman Tersembunyi Sampah di Desa

pertemuan Rudy Mas'ud dengan Pengusaha asal China, bahas rencana pembangunan pabrik kelistrikan Sangasanga (foto: Biro Adpim)

China Mau Buat Pabrik Kelistrikan Sangasanga, Lirik Silica di Kukar dan Berau untuk Produksi Panel Surya

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved