TENGGARONG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loa Sakoh, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), saat ini mengelola empat unit usaha yang terdiri dari tiga unit terdaftar resmi dan satu unit warisan pengurus sebelumnya. Keempat unit usaha tersebut meliputi perdagangan sembako, bengkel, pencucian kendaraan, serta usaha sarang burung walet yang telah berjalan sejak kepengurusan sebelumnya.
Sekretaris Desa Loa Sakoh, Herdi, mengungkapkan bahwa tantangan utama pengembangan BUMDes saat ini adalah keterbatasan modal. “Kendala terbesar kami adalah modal. Untuk menyediakan barang dan jasa yang lengkap sesuai kebutuhan masyarakat, kami membutuhkan suntikan dana yang lebih besar,” jelas Herdi belum lama ini.
Selain masalah modal, Herdi juga menyoroti kendala sumber daya manusia. Beberapa pengurus BUMDes masih memiliki pekerjaan lain sehingga tidak dapat fokus sepenuhnya pada pengelolaan usaha. “Beberapa pengurus masih membagi waktu dengan pekerjaan lain. Hal ini membuat pengelolaan usaha belum berjalan secara optimal,” tambahnya.
Untuk mengatasi berbagai kendala ini, Pemerintah Desa Loa Sakoh berencana melakukan beberapa langkah strategis, mendorong alokasi penyertaan modal dari dana desa, membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga, memperkuat kapasitas pengurus melalui pelatihan kewirausahaan, meminta pendampingan intensif dari instansi terkait.
“Kami sangat terbuka untuk berbagai bentuk kolaborasi dan dukungan. Dengan penguatan kelembagaan dan manajemen yang baik, kami yakin BUMDes bisa berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian desa,” pungkas Herdi.
Ke depan, BUMDes Loa Sakoh berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. (Adv/DPMD Kukar)















