SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Sawah Menyempit dan Akses Terbatas, Hantu Krisis Pangan Kalimantan Timur Membayangi

Sirana.id by Sirana.id
5 August 2025
in Kalimantan Timur, Ranamendalam, Ranaterkini
0
Ilustrasi sawah yang ada di Kalimantan Timur. (Sirana.id)

Ilustrasi sawah yang ada di Kalimantan Timur. (Sirana.id)

0
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Jadi provinsi penghasil utama batu bara, tak jamin warganya kenyang. Pasalnya batu bara tak bisa diolah jadi makanan dan meskipun menghasilkan triliunan rupiah dari pertambangan, akses di provinsi ini masih terbatas. Walhasil, jeritan pun datang dari kabupaten termuda di provinsi ini. Kemarau membuat sungai Mahakam di hulu yang jadi satu-satunya akses,  tak bisa dilewati. Pasokan pangan pun menipis. Sebab, gagal panen di lahan pertanian makin sempit, akibat kemarau mendera. Hantu krisis pangan kalimantan timur pun membayangi.

Pada pekan lalu misalnya, harga beras di Long Apari, Mahakam Ulu mencapai Rp1 juta per 25 kilogramnya. “Ketika air surut, pasokan bahan pokok dan BBM tersendat. Harga-harga naik tajam,” kata Camat Long Apari, Petrus Ngo dalam rapat daring pada 25 Juli 2025.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, menjelaskan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi fokus utama penanganan saat ini, menyusul bencana kekeringan yang menyebabkan gagal panen dan melonjaknya harga kebutuhan pokok di daerah tersebut.

Sebagai respons, Pemprov Kaltim melalui DPTPH telah menyalurkan 68,5 ton beras bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang merupakan bagian dari Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi ini disalurkan ke dua kecamatan paling parah terdampak, yaitu Long Apari dan Long Pahangai, dengan alokasi 20 kilogram beras untuk setiap kepala keluarga.

Kaltim saat ini telah menyiapkan cadangan pangan sebesar 506 ton, yang disiapkan untuk segera didistribusikan bila terjadi kondisi darurat. Selain Mahakam Ulu,  wilayah yang menjadi perhatian serius pemerintah karena tergolong dalam kategori rentan rawan pangan adalah Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat (Kubar). Namun, distribusi bantuan ke daerah tersebut masih menunggu disposisi dari Gubernur Kaltim.

“Cadangan pangan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah terhadap bencana, inflasi ekstrem, maupun gangguan sosial yang berdampak langsung pada akses pangan masyarakat serta disiapkan untuk situasi mendesak. Jika suatu daerah mengalami krisis karena bencana atau gejolak sosial, kami bisa segera menyalurkan bantuan, tentunya atas permintaan resmi dari pemerintah kabupaten atau kota,” jelas Amaylia pada Senin (4/8/2025).

Dia menambahkan, status kerawanan pangan suatu wilayah ditentukan berdasarkan sembilan indikator utama, mulai dari ketersediaan pangan lokal seperti produksi padi dan jagung, angka stunting, hingga akses terhadap air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan.

“Tahun lalu misalnya, Kecamatan Busang di Kutai Timur pernah masuk dalam kategori rawan pangan karena masalah air bersih. Namun setelah ada perbaikan infrastruktur, statusnya sudah membaik,” tambahnya.

Sementara itu, kerentanan krisis pangan kalimantan timur memang ada. Pasalnya, pasokan pangan Kaltim masih banyak yang bergantung dari luar daerah dan diperparah jalur distribusi yang tak mulus. Sementara, pertanian Kaltim tak menunjukkan grafik yang menggembirakan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, luas panen padi di Kalimantan Timur pada 2023 hanya ada 57 ribu hektare. Sementara, lima tahun sebelumnya atau pada 2018, luas panen padi di angka 65 ribu hektare. Hal ini berdampak pada produksi beras di Kalimantan Timur. Kaltim pada 2024 misalnya hanya bisa menghasilkan 145 ribu ton. Padahal, kebutuhan provinsi ini setidaknya sekitar 350 ribu ton per tahun. (ffy/sirana.id)

baca juga: Musim Kemarau Mulai Terasa, Ancaman Kebakaran Hutan Kaltim Menghantui

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa
Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

29 May 2026
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik
Nasional

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

29 May 2026
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir
Kalimantan Timur

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

14 May 2026
Next Post
Bendera One Piece (ilustrasi)

Kebebasan Berekspresi dan Jolly Roger One Piece yang Menghebohkan Indonesia

pejabat Unmul, berfoto bersama dengan Wagub Seno Aji dan Militer, dalam PKKMB Unmul 2025 (foto: Humas Unmul)

Castro Kritik "Kemesraan" Kampus, Pejabat, dan Militer dalam PKKMB Unmul

Pelatihan transisi energi oleh Cerah dan AJI Samarinda

Mempertanyakan Upaya Transisi Energi di Kaltim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

1 week ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

1 week ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

3 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

3 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved