SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Musim Kemarau Mulai Terasa, Ancaman Kebakaran Hutan Kaltim Menghantui

Sirana.id by Sirana.id
1 August 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini, Uncategorized
0
kebakaran hutan di Muara Siran beberapa waktu lalu (foto: sumber warga)

kebakaran hutan di Muara Siran beberapa waktu lalu (foto: sumber warga)

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Musim kemarau Kaltim mulai terasa. Risiko kebakaran hutan kaltim pun membayangi. Masyarakat kini diminta waspada terhadap potensi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung hingga September bahkan awal Oktober.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto mengatakan Analisis BMKG per 20 Juli lalu menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Kaltim, seperti Paser, Kutai Kartanegara, dan sebagian Kutai Timur, telah memasuki musim kemarau.

“Kondisi ini dikarenakan minimnya curah hujan dalam seminggu hingga 10 hari terakhir, yang mengakibatkan munculnya banyak titik panas.,” ungkap Kukuh saat menjadi pembicara terkait Kaltim Siaga Karhutla, Jumat (1/8/2025).

Seperti yang terjadi di Kutai Kartanegara pekan lalu. Mengutip dari Mediaetam.com Ratusan hektare lahan di area dusun Kedang Kepala dan Desa Muara Siran, Muara Kaman terbakar. Titik api pertama kali terlihat sejak Senin (21/7/2025) sekitar pukul 11.00 WITA, yang kemudian terus menjalar ke wilayah hutan hingga ke Desa Muara Siran pada malam harinya. Hingga Selasa subuh, api baru mulai mereda.

Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, menyampaikan bahwa api berasal dari perbukitan kering di wilayah Kedang Kepala. Jarak titik api dengan pemukiman sekitar dua kilometer, sehingga tidak mengancam rumah warga secara langsung, namun tetap menimbulkan kekhawatiran.

“Api cepat menyebar karena vegetasi kering. Lokasinya sulit dijangkau, jalan tembus ke sana tidak ada. Malamnya sekitar jam 10, api sudah masuk wilayah desa,” ujar Ishan.

Ia menambahkan, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 200 hektare, yang sebagian besar adalah kawasan hutan desa. Upaya pemadaman terkendala medan ekstrem yang terdiri dari rawa dan semak belukar. Bahkan, kendaraan pemadam maupun perahu tidak dapat menembus lokasi.

“Sama seperti tahun lalu, tanahnya labil. Bahkan diinjak saja bisa tenggelam,” jelasnya.

Sementara terpisah, BMKG mencatat, pada tanggal 29 Juli saja, ditemukan delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, yang sebagian besar berada di Kutai Timur dan Berau. Selain itu, terdapat lebih dari 100 titik panas dengan kategori sedang dan rendah yang juga perlu diwaspadai.

“Dalam kurun waktu seminggu hingga 10 hari terakhir, hampir seluruh wilayah Kaltim tidak ada hujan,” papar Kukuh.

Meski demikian, Kukuh menjelaskan bahwa musim kemarau di Kaltim tidak akan sepenuhnya kering. Masih ada potensi hujan lokal, meskipun intensitasnya tidak merata.

“Walaupun nanti pada perjalanannya di Kaltim ini tidak sampai 0 mm hujannya, karena masih ada potensi hujan di Agustus dan September, kita tetap harus waspada terhadap defisit air atau kemarau sampai di bulan September maupun awal Oktober,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG terkait prakiraan cuaca, potensi hujan, dan juga peringatan dini. Hal ini penting untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul, seperti krisis air bersih dan kebakaran hutan dan lahan. (Sirana.id)

Baca juga: Pariwisata, Maratua, dan Keresahan di Belakangnya

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
(Ilustrasi Aplikasi Desa/Istimewa)

Pemdes Genting Tanah Manfaatkan Dana BKKDRT untuk Digitalisasi Pelayanan RT

Ilustrasi sawah yang ada di Kalimantan Timur. (Sirana.id)

Sawah Menyempit dan Akses Terbatas, Hantu Krisis Pangan Kalimantan Timur Membayangi

Bendera One Piece (ilustrasi)

Kebebasan Berekspresi dan Jolly Roger One Piece yang Menghebohkan Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved