TENGGARONG – Upaya serius terus dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah menyelenggarakan program sertifikasi resmi bagi para pemandu ekowisata, yang melibatkan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di wilayah Kukar.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kukar, Ridha Fatrianta, menjelaskan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan kapasitas SDM di bidang ekowisata yang telah dimulai sejak tahun lalu.
Jika pada 2024 pelatihan diberikan dalam bentuk pendalaman materi, maka di 2025 ini fokus diarahkan pada proses sertifikasi sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap kompetensi para pelaku wisata.
“Kegiatan ini adalah keberlanjutan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu kami lakukan pelatihan, dan tahun ini kami tingkatkan ke tahap sertifikasi. Fokusnya tetap pada ekowisata, karena sektor ini punya potensi besar dan berbasis pada kelestarian alam,” jelas Ridha.
Sebanyak 22 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif yang kemudian dilanjutkan dengan ujian sertifikasi pada Selasa, 6-8 Juli 2025.
Para peserta berasal dari berbagai kecamatan yang memiliki potensi wisata alam unggulan, seperti Sebulu, Samboja, Bhuana Jaya, dan Tenggarong Seberang.
Proses pelatihan dan sertifikasi ini didampingi langsung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Darma dari Yogyakarta, yang mengirimkan asesor berlisensi nasional untuk menguji kemampuan teknis dan pengetahuan peserta.
Materi yang diberikan mencakup teknik pemanduan wisata, prinsip ekowisata berkelanjutan, keselamatan wisatawan, pengenalan lingkungan, serta etika pelayanan terhadap pengunjung.
“Kami ingin para pelaku pariwisata di Kukar memiliki kompetensi yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sertifikasi ini, mereka tidak hanya punya kemampuan, tapi juga legalitas dan kredibilitas saat menjalankan profesinya,” ucapnya.
Dirinya menekankan kegiatan ini bukan hanya sebatas pelatihan teknis, namun merupakan bagian dari visi besar Pemkab Kukar dalam mewujudkan Kukar sebagai daerah “Idaman Terbaik”, terutama dalam pengembangan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mereka bisa lebih berdaya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Kita ingin pariwisata Kukar tidak hanya maju secara infrastruktur, tapi juga kuat dari sisi SDM-nya,” pungkasnya. (adv/Dinas Pariwisata Kukar)















